harapanrakyat.com,- Berbagai penyebab korsleting listrik kini harus dipahami oleh masyarakat demi menjaga keamanan hunian mereka setiap hari. Selanjutnya, fenomena arus listrik pendek ini terjadi ketika aliran setrum menyimpang jauh dari jalur hantaran normalnya. Penyimpangan jalur tersebut selalu menyebabkan munculnya arus liar yang sangat besar dan juga tidak terkendali.
Baca juga: Keunggulan dan Cara Memilih RCBO untuk Keamanan Listrik Rumah dari Kesetrum dan Kebakaran
Sementara itu, lonjakan daya tak normal ini mampu menghasilkan panas tinggi melebihi tiga ribu derajat celcius. Suhu panas yang mendadak muncul dalam waktu singkat tersebut sangat mudah membakar benda di sekitarnya. Benda mudah terbakar seperti gorden kain atau karpet rentan tersambar percikan api dari instalasi tersebut.
Beragam Faktor Utama Penyebab Terjadinya Korsleting Listrik di Hunian
Salah satu pemicu kerusakan jaringan adalah kondisi fisik kabel instalasi yang sudah sangat usang. Kabel yang sudah tua biasanya akan menjadi getas sehingga bagian lapisan pelindungnya sangat mudah terkelupas. Apabila kawat konduktor positif dan negatif saling bersentuhan, maka hubungan pendek pasti tidak dapat dihindari dan bisa menimbulkan kebakaran.
Kemudian, sambungan stop kontak yang mulai longgar juga menyumbang potensi bahaya yang tidak kalah besarnya. Colokan yang sama sekali tidak terpasang rapat akan membuat aliran arus utama menjadi sangat fluktuatif. Kondisi aliran yang tidak stabil secara terus-menerus ini akan memicu munculnya percikan api secara berulang.
Baca juga: Cara Mengatasi Listrik Jeglek di Rumah Agar Tetap Aman
Di samping itu, kebiasaan menumpuk banyak steker dalam satu terminal ganda sering memicu kelebihan beban. Stop kontak yang dipaksa menerima beban melebihi kapasitas aslinya pasti akan cepat menjadi sangat panas. Terlebih lagi, penggunaan komponen steker atau sakelar yang tidak berstandar nasional juga memperbesar risiko kerusakan.
Langkah Tepat Mencegah Bahaya Arus Pendek Secara Efektif
Untuk mengatasi berbagai ancaman tersebut, setiap hunian wajib memiliki sistem pemutus sirkuit mini elektronik yang andal. Komponen perlindungan otomatis ini dirancang khusus untuk membatasi beban daya dan menahan risiko hubung singkat. Saat lonjakan arus terdeteksi, pemutus sirkuit akan langsung mematikan aliran secara otomatis tanpa jeda waktu.
Lebih lanjut, semua kawat konduktor yang tertanam di dalam tembok harus selalu dimasukkan ke konduit. Pipa pelindung berbahan plastik ini sangat berguna untuk menahan gigitan hama tikus pada area plafon. Alat ini juga mampu mencegah rambatan api ke rangka bangunan jika kabel telanjur mengalami panas.
Baca juga: Mengenal Fungsi Surge Arrester, Pelindung Utama Perangkat Elektronik dari Sambaran Petir
Sejalan dengan hal itu, pemisahan jalur pipa air dan jalur setrum wajib dilakukan oleh teknisi. Anda harus memberikan jarak aman minimal dua puluh sentimeter apabila kedua instalasi tersebut terpaksa disejajarkan. Jika posisinya bersilangan, maka saluran konduktor wajib diletakkan di atas pipa air demi menjaga keamanan.
Di sisi lain, pemeliharaan komponen kelistrikan secara berkala sangat dianjurkan untuk mendeteksi potensi kerusakan instalasi. Pemilik rumah dilarang keras membongkar jaringan kabel yang telanjur rusak tanpa pengawasan teknisi listrik tersertifikasi. Pencegahan terhadap penyebab utama korsleting listrik tersebut wajib dilakukan secara disiplin agar hunian tetap terlindungi. (Muhafid/R6/HR-Online)

5 hours ago
7

















































