Meteorit NWA 12774, Batuan Luar Angkasa Langka Ditemukan di Gurun Sahara

7 hours ago 9

Meteorit NWA 12774 ditemukan di hamparan Gurun Sahara. Penemuan ini sangatlah mengejutkan. Hal ini karena meteorit tersebut terbilang langka.

Baca Juga: Meteorit Aguas Zarcas, Kapsul Waktu dari Tata Surya Purba

Untuk penamaannya sendiri, sebenarnya memiliki kepanjangan. NWA adalah singkatan dari Northwest Africa. Untuk informasi selengkapnya tentang batuan luar angkasa tersebut, bisa cermati ulasan di bawah ini.

Penemuan Meteorit NWA 12774

Saat menemukan meteorit ini, tim ilmuwan lantas menelitinya secara lebih mendetail. Dalam penelitian tersebut, kalangan ilmuwan meyakini bahwa asal batuan ini dari planet purba. Sesuai perkiraan ilmuwan, planet tersebut pernah mengorbit matahari beberapa juta tahun yang lalu sesudah Tata Surya terbentuk. Setidaknya 4,5 miliar tahun lalu.

Selain dari planet purba, batuan luar angkasa ini juga terbilang langka. Hal ini karena termasuk kelompok angrite yang jumlahnya hanya 68 buah dari keseluruhan puluhan ribu meteorit. Mengingat usianya yang sudah miliaran tahun, tentu batuan ini termasuk jenis batuan vulkanik tertua yang ada di sistem Tata Surya.

Secara garis besar, terlihat bahwa batuan ini bukan sekedar batu luar angkasa biasa. Akan tetapi, meteorit tersebut jadi fragmen penting di dalam sejarah kosmik. Hal inilah yang membuat ilmuwan semakin semangat dalam menelitinya.

Karakteristik NWA 12774

Ilmuwan juga berhasil mengungkap karakteristik meteorit NWA 12774. Saat menelitinya, pastikan tidak melewatkan pembahasan seputar karakteristik tersebut supaya semakin mengenalnya. Berikut karakteristiknya.

Kandungan

Salah satu karakteristiknya berkaitan dengan kandungan di dalamnya. Menurut geosaintis yang berasal dari University of Colorado Boulder serta pemimpin penelitian bernama Aaron Bell dan tim, berhasil mengungkap kandungan saat membedah meteorit ini. Rupanya meteorit tersebut memiliki kristal yang berasal dari mineral klinopiroksen. Di dalamnya menyimpan kandungan aluminium yang melimpah.

Baca Juga: Kawah Meteorit Tertua di Dunia, Bukan Lagi Yarrabubba

Menurut penjelasan kalangan peneliti, mineral ini memerlukan tekanan hingga 17,5 kilobar. Hal ini setara dengan 17 kali lipat tekanan ekstrem di dasar Palung Mariana. Padahal tempat tersebut jadi titik terdalam di Bumi.

Karena hal itu, tubuh yang jadi induk meteorit ini kemungkinan besar memiliki ukuran raksasa. Di dalam kristal ini juga masih menyimpan pola kimia maupun tepian tajam. Hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan besar kristalnya terbentuk di kedalaman relatif dangkal ataupun dekat permukaan.

Masih seputar kandungan yang ada di dalam batuan luar angkasa meteorit NWA 12774, ternyata juga ada silika. Akan tetapi, kadar silikanya sangat rendah. Padahal selama ini kita tahu bahwa silika termasuk komponen utama untuk membentuk kerak planet. Karena hal itu, komposisinya berbeda dengan pembentukan kerak Bumi.

Berat

Karakteristik lainnya dari batuan luar angkasa ini ialah beratnya. Batuan ini memiliki berat sebesar 454 gram. Penemuannya berlangsung pada tahun 2019 silam. Meski begitu, hingga saat ini penemuan meteorit tersebut masih mencuri atensi komunitas ilmiah global.

Perihal studi ini sendiri sudah terpublikasi dalam jurnal Earth dan Planetary Science Letters. Studi ini menjadi pengingat bahwa kita masih perlu penelitian lebih lanjut untuk mengungkap sejarah alam semesta. Hal ini karena nyatanya masih ada banyak sejarah alam semesta yang belum berhasil terekspos.

Misteri Keberadaan Protoplanet

Ilmuwan memang yakin sepenuhnya bahwa meteorit ini berasal dari induk yang besar. Dalam hal ini, ilmuwan menyebutnya dengan protoplanet atau dunia hilang. Awalnya ilmuwan meyakini bahwa kemungkinan besar dunia asal meteorit NWA 12774 memiliki ukuran sebanding dengan bulan atau mendekati planet Mars.

Akan tetapi, dunia tersebut kemungkinan hancur karena tabrakan dahsyat saat terbentuknya Tata Surya muda. Pecahan tabrakannya lantas menyebar. Namun sebagian lagi mungkin bergabung jadi planet seperti halnya Bumi.

Untuk penemuan bukti protoplanet yang jadi acuan ilmuwan tersebut melalui serangkaian metode. Mulai dari pengukuran radioaktif, identifikasi kimiawi, rekonstruksi tekanan dan studi komparatif. Selain itu, ilmuwan juga masih terus menelitinya untuk memperjelas dan membuktikan hasil penelitiannya.

Baca Juga: Perbedaan Meteor dan Meteorit, Salah Satunya dari Proses Terjadinya

Tak bisa kita pungkiri bahwa penemuan meteorit NWA 12774 sangatlah penting. Hal ini karena meteorit bernama NWA 12774 tersebut bisa memungkinkan ilmuwan untuk memahami evolusi awal dalam pembentukan tata surya. Bahkan juga bisa mendorong ilmuwan untuk semakin aktif dalam mengeksplorasi alam semesta. Hal ini karena masih ada banyak misteri di alam semesta yang perlu diungkap ke ranah publik. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |