Penemuan Beta Pictoris d bisa menambah wawasan yang berkaitan dengan planet luar surya atau eksoplanet. Beta Pictoris d termasuk planet yang paling redup hasil potretan langsung dari Bumi. Planet tersebut tersembunyi di dalam data arsip sekitar satu dekade lebih.
Baca Juga: Planet HD 80606 b Tertangkap James Webb, Punya Cuaca Ekstrem
Penemuan Beta Pictoris d sebagai Eksoplanet Baru
Ilmuwan menemukan eksoplanet ini di dalam sistem Beta Pictoris. Lokasinya dekat dengan Tata Surya. Dalam penemuannya, planet berukuran raksasa tersebut tak tertangkap kamera melalui titik cahaya terang. Akan tetapi, penemuannya melalui sidik jari kimia atmosfer yang ternyata menembus kabut debu.
Sebenarnya astronom sudah cukup lama dalam mempelajari Beta Pictoris. Hal ini karena di dalamnya memiliki dua planet berukuran raksasa. Keduanya ialah Beta Pictoris b serta Beta Pictoris c. Kendati demikian, astronom sebelumnya tak mendeteksi adanya Beta Pictoris d.
Padahal planet ketiga yang tersembunyi ini termasuk tempat paling ramai. Penemuan Beta Pictoris d berhasil kalangan astronom lakukan lantaran memburu spektrum di antariksa. Hal ini karena planet ketiga di sistem Beta Pictoris ini memang memiliki cahaya yang redup sehingga tak terlihat pada pengamatan sebelumnya.
Teknologi Pengamatan Beta Pictoris d
Perlu untuk diketahui bahwa di lingkungan Beta Pictoris memiliki piringan puing paling terang. Piringan puing tersebut berperan seperti halnya kabut kosmik. Karena hal itu, cahaya bintang seketika jadi samar dan bahkan menenggelamkan sinyal planet.
Kendati demikian, astronom berhasil menemukan Beta Pictoris d ini. Meskipun terbilang sebagai penemuan tak disengaja, namun berhasil menggebrak dunia astronomi. Dalam penemuan Beta Pictoris d ini, astronom memanfaatkan Near-Infrared Spectrograph JWST.
Saat itu astronom menggunakan teknologi tersebut untuk melakukan pengamatan terhadap atmosfer planet Beta Pictoris b. Di saat itulah astronom melihat ada spektrum mencurigakan. Untuk memastikannya, astronom juga menggunakan Very Large Telescope dan Mid-Infrared Instrument JWST.
Instrumen tersebut deteksi uap air serta metana. Melalui teknologi spektroskopi tersebut, astronom tak hanya menjadikannya sebagai alat deteksi saja. Akan tetapi, juga memudahkan dalam karakterisasi benda langit.
Baca Juga: Astronom Temukan 2 Planet Mirip Permen Kapas yang Raksasa Namun Sangat Ringan
Karena kombinasi teknologi spektroskopi tersebut, astronom bisa melihat pola kimia yang sebenarnya tak mudah dipalsukan oleh keberadaan debu. Ilmuwan pun bisa temukan eksoplanet ini. Beta Pictoris d lantas jadi planet ketiga di sistem Beta Pictoris.
Karakteristik Beta Pictoris d
Dalam penemuan tidak sengaja tersebut, astronom juga bisa mengungkap bagaimana karakteristik planet Beta Pictoris d. Ternyata planet ini memiliki ukuran yang sedikit lebih besar daripada planet Jupiter. Untuk mengorbit bintangnya, planet ini memerlukan waktu selama 91 tahun. Waktu tersebut cenderung sedikit lebih lama daripada planet Uranus ketika mengelilingi matahari.
Lebih lanjut, planet tersebut ternyata lahir di dalam sistem bintang yang usianya masih 20 juta tahun. Usia tersebut jauh lebih mudah daripada matahari yang sudah berumur 4,5 miliar tahun. Bahkan Aidan gibbs yang asalnya dari University of California San Diego menyebut planet ini mirip Jupiter namun lebih muda.
Lokasi Sistem Beta Pictoris
Sebagaimana yang sudah kita singgung tadi bahwa Beta Pictoris d ada dalam sistem Beta Pictoris. Untuk lokasi Beta Pictoris itu sendiri ada di dalam rasi bintang selatan Pictor. Bentuknya seperti bintang yang sekelilingnya ada piringan gas serta debu tipis pipih lantas membentang nyaris rata dari sisi samping.
Menariknya lagi karena sistem Beta Pictoris ini sendiri mempunyai struktur tambahan yang cenderung kompleks seperti lengkungan dan cabang debu sehingga mirip ekor kucing. Kemudian untuk jaraknya berkisar 63 tahun cahaya dari planet Bumi. Apabila kita hitung, maka satu tahun cahaya tersebut hampir sama dengan 9 triliun km lebih. Perihal temuan sekaligus penelitian ini sendiri sudah terbit dalam The Astrophysical Journal.
Baca Juga: Planet Gliese 251c Jadi Kandidat Baru Kehidupan di Luar Angkasa
Penemuan Beta Pictoris d memang menarik untuk dibahas secara lebih detail. Hal ini karena penemuan Beta Pictoris d tersebut terbilang tak sengaja namun menambah wawasan baru di dunia astronomi. Keberhasilan dalam menemukan eksoplanet tersebut tidak hanya berkat kecerdasan dan ketelitian kalangan astronom saja, melainkan juga pemanfaatan teknologi canggih. Harapannya, tim astronom bisa mengungkap berbagai misteri lagi yang berkaitan dengan dunia di luar angkasa. (R10/HR-Online)

16 hours ago
15

















































