Penemuan Bukti Venus Masih Aktif Secara Geologis, Jejak Retakan 10.000 km

7 hours ago 7

Bukti Venus masih aktif berhasil diungkap oleh kalangan astronom. Selama ini astronom meyakini bahwa Venus termasuk planet ekstrem yang ada di Tata Surya. Hal ini karena suhu permukaan planetnya saja sampai ratusan derajat Celcius.

Baca Juga: Morning Star, Misi untuk Cek Potensi Kehidupan di Awan Venus

Selain itu, planet yang jadi tetangga Bumi ini juga tak memiliki samudra. Hal inilah yang membuat astronom yakin bahwa planet tersebut memang telah mati secara geologis. Namun nyatanya Venus memiliki gunung berapi aktif sehingga menepis dugaan astronom tersebut.

Astronom bisa menemukan bukti aktifnya Venus secara geologis tak lain lewat penelitian secara mendalam. Penelitian tersebut dipimpin oleh Taras Gerya. Ia adalah Profesor Geodinamika yang ada di Departemen Ilmu Kebumian dan Planet ETH.

Selain itu, ada juga Xi Yang sebagai penulis utamanya. Dalam penelitian ini, tim memanfaatkan simulasi komputer 3 dimensi yang memiliki resolusi tinggi pertama. Tujuannya supaya bisa memetakan retakan planet Venus dengan baik.

Karena pemanfaatan tersebut, model ini bisa memberi gambaran lebih realistis mengenai bagaimana kerak planetnya merenggang, bergeser hingga mengendur seiring berjalannya waktu. Salah satu bukti Venus masih aktif secara geologis ini memang karena adanya lembah retakan berukuran raksasa.

Sebenarnya kalangan ilmuwan pernah mendapati formasi yang sama di planet Bumi. Tak lain ialah lembah retakan Afrika. Akan tetapi, retakan di planet Venus tersebut jauh berbeda lantaran bentangannya sampai 10.000 km.

Hasil Simulasi

Saat kalangan peneliti menggunakan simulasi komputer 3D, menunjukkan hasil yang mencengangkan. Hal ini karena hasilnya memperlihatkan tebing retakannya melebar dan meninggi di sisi lembah. Kondisi tersebut berlangsung ketika usia geologisnya masih muda.

Baca Juga: Lautan di Planet Venus, Picu Pro dan Kontra Ilmuwan

Bukan hanya itu saja, melalui simulasi ini, peneliti juga bisa tahu bahwa retakan tersebut dapat lebih lebar secara cepat dari dugaan sebelumnya. Tak tanggung-tanggung sebab bisa sampai 3-10 cm per tahun sehingga jadi bukti kuat bahwa Venus masih aktif.

Struktur Tebing Venus

Dalam hasil simulasi tadi, peneliti juga mengungkap bahwa struktur tebing di planet Venus berbeda dengan Bumi. Apabila di Bumi, sering disebut dengan erosi tanah. Namun tidak untuk Venus sebab retakan tebingnya bisa merata lantaran peregangan kerak lantas perlahan mengendur.

Peristiwa tersebut terjadi saat pergerakan tektoniknya berhenti. Struktur tebing yang terungkap dari simulasi ini sendiri dinilai cocok dengan hasil gambar Magellan saat 1990-an silam. Kecocokan ini semakin jadi bukti kuat Venus masih aktif secara geologis.

Jejak Aktivitas Vulkanik Venus

Nyatanya memang ada beberapa bukti kuat bahwa Venus masih aktif secara geologis. Salah satunya ialah jejak aktivitas vulkanik yang berlangsung pada tahun 2023 lalu. Saat itu tim ilmuwan mendapati ada kawah di gunung berapi Maat Mons.

Kawah tersebut berubah bentuk serta meluas. Ketika menemukan hal tersebut, NASA menganggapnya jadi bukti langsung pertama jejak aktivitas vulkanik modern di Venus. Tak berhenti di situ saja sebab di tahun 2024, data wahana Magellan turut menyebut ada aliran lava baru tepat di gunung berapi Sif Mons serta dataran Niobe Planitia.

Peregangan retak tersebut menunjukkan bahwa Venus memang dinamis. Bahkan jauh berbeda dengan dugaan ilmuwan sebelumnya. Namun tentu masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menemukan kejelasannya.

Misi di Masa Depan

Untuk temukan jawaban yang lebih jelas soal bukti planet Venus masih aktif secara geologis, harapannya bisa terungkap dari misi di masa depan. Salah satunya ialah rencana ESA (Badan Antariksa Eropa) dalam meluncurkan EnVision bulan November 2031 mendatang.

Generasi wahana antariksa yang baru tersebut nantinya akan membawa radar pengamatan mutakhir. Hal ini karena radar tersebut bisa melakukan pengamatan permukaan dalam resolusi sekitar 10 m. Pengamatannya pun bisa lebih mendetail.

Baca Juga: Atmosfer Planet Venus Jadi Alasan Tidak Bisa Ditinggali Makhluk Hidup

Tak cukup itu, bukti Venus masih aktif secara geologis juga harapannya bisa tertangkap dari upaya pengembangan VERITAS. Apabila sesuai jadwal, peluncuran wahana antariksa tersebut akan berlangsung paling cepat pada tahun 2031 nanti. Peluncurannya bertujuan untuk menciptakan peta detail sekaligus melakukan pelacakan fitur geologi terkini. Alhasil, bisa lebih akurat dalam memastikan apakah bukti planet Venus masih aktif secara geologis benar adanya. Studi ini sendiri terbit pada tanggal 24 Juli dalam jurnal Nature Geoscience. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |