Penemuan Fosil Cargninia enigmatica, Spesies Reptil Hidup di Trias Akhir

2 weeks ago 58

Fosil Cargninia enigmatica yang ditemukan ilmuwan sudah dideskripsikan untuk pertama kalinya pada tahun 2010. Akan tetapi, penemuan fosil tersebut baru bisa mengungkap detail anatominya belum lama ini. Sebelumnya, detail anatomi spesies hewan purba tersebut masih misterius.

Baca Juga: Penemuan Fosil Limnospondylus ajimuensis, Spesies Salamander Raksasa Baru

Keberhasilan tim peneliti dalam mengungkapnya tak lain karena memanfaatkan teknologi lebih canggih. Ternyata spesies hewan purba ini masuk ke dalam kelompok reptil. Untuk informasi selengkapnya, bisa cek uraian berikut.

Fosil Cargninia enigmatica Ditemukan Ilmuwan

Fosil ini pertama kali ditemukan di Negara Bagian Rio Grande do Sul, Brasil. Hal ini juga jadi tempat temuan spesimen barunya. Lebih tentunya di situs Linha São Luiz di Faxinal do Soturno.

Saat menemukannya, ilmuwan berhasil menggambarkannya dari fragmen tulang dentari sebelah kiri. Dari fragmen ini pula, ilmuwan bisa mengetahui semua kajian mengenai spesies tersebut.

Ternyata dari fosil Cargninia enigmatica menunjukkan bahwa spesies hewan purba tersebut termasuk bagian dari Lepidosauromorpha. Lepidosauromorpha ialah garis keturunan yang cenderung lebih luas. Garis keturunan ini melahirkan lepidosaur. Sampai saat ini pun lepidosaur masih ada.

Lepidosaur itu sendiri termasuk salah satu golongan vertebrata yang sangat bervariasi di Bumi. Akan tetapi, sejarah evolusi awal hewan tersebut masih misterius. Hal ini lantaran ilmuwan kesulitan dalam merekonstruksinya. Alasannya karena fosil anggota pertamanya langka.

Hidup di Trias Akhir

Perlu untuk diketahui pula bahwa ilmuwan juga telah berhasil mengungkap zaman hidupnya. Spesies ini hidup di periode Trias Akhir. Lebih tepatnya saat awal masa Norian.

Baca Juga: Misteri Fosil Hewan Tertua dari Zaman Ediacaran

Karena hal itu, hewan ini bersandingan dengan sejumlah dinosaurus pertama. Bahkan juga hidup berdampingan dengan kerabat awal tuatara, reptil primitif kerabat buaya hingga kerabat mamalia. Hal ini menandakan bahwa kehidupan spesies hewan purba tersebut memang sudah terlihat sejak awal zaman dinosaurus.

Pemanfaatan Pemindaian Mikro CT

Sebagaimana yang sudah kita singgung tadi, ilmuwan memanfaatkan teknologi mutakhir dalam meneliti fosil Cargninia enigmatica ini. Teknologi yang dimaksud ialah pemindaian mikro CT. Karena memanfaatkan teknologi tersebut, ilmuwan jadi lebih mudah untuk mengecek rahang spesies hewan purbanya.

Karena hal itu, ilmuwan bisa mempelajari bagaimana struktur internal tanpa merusak spesimen. Melalui pemindaian mikro CT, ilmuwan bisa tahu jalur saraf trigeminal. Saraf yang satu ini berperan penting dalam pergerakan rahang serta sensasi wajah.

Bukan hanya itu, jalurnya sendiri memiliki pola percabangan saraf mirip susunan di lepidosaur. Menariknya lagi karena ilmuwan juga bisa memahami bagaimana karakteristik hewan tersebut. Karakteristiknya memang unik.

Karakteristik Cargninia enigmatica

Melalui penelitian secara lebih mendalam dengan dukungan teknologi mutakhir, ilmuwan bisa memahami bahwa hewan purba ini menyimpan 12 gigi. Hal tersebut bisa terungkap walau ukuran rahang bawah kirinya kurang dari 9 mm saja. Oleh sebab itu, ilmuwan menduga bahwa spesies hewan tersebut memiliki dentari lengkap sampai 18 gigi.

Masih seputar karakteristiknya, giginya yang kecil memiliki ukuran 0,4-0,5 mm dari bagian depan ke belakangnya. Lalu ilmuwan juga mendapati ada pola implantasi subakrodon pada fosil Cargninia enigmatica.

Karena pola tersebut, ilmuwan lantas mengidentifikasi hewan tersebut sebagai spesies lepidosaur non rinkosefalia. Polanya sendiri sangat mirip dengan reptil kuehneosaurid, Icarosaurus. Reptil tersebut berasal dari Formasi Lockatong yang juga hidup di periode Trias Akhir.

Icarosaurus itu sendiri memiliki banyak ciri khas. Adapun salah satunya ialah kemampuan meluncurnya. Spesies purba ini memiliki 10 pasang tulang rusuk panjang dan melengkung.

Bahkan panjangnya bisa sampai 2 kali lebar tubuh hewan ini. Untuk fungsinya yakni sebagai kerangka dalam merentangkan selaput kulitnya. Oleh sebab itu, spesies hewan tersebut bisa meluncur secara mudah dari pohon ke pohon. Kemampuan ini mengingatkan ilmuwan dengan kemampuan kadal terbang modern.

Masih menyinggung soal Icarosaurus, hewan ini memiliki tubuh berukuran kecil. Bobotnya juga ringan. Karena hal itu, hewan ini bisa meluncur sebagaimana kemampuan tadi.

Baca Juga: Penemuan Fosil Urokodia aequalis, Ungkap Evolusi Taring Laba-laba

Kendati demikian, ilmuwan belum bisa memastikan apakah Cargninia enigmatica sebagaimana fosil yang ditemukan tadi juga memiliki kemampuan serupa. Terkait karakteristik ataupun kemampuan Cargninia enigmatica berdasarkan penemuan fosil, ilmuwan memang masih terus menelitinya. Penelitian secara lebih mendalam memungkinkan kalangan ilmuwan untuk mengungkap berbagai hal menarik lainnya tentang spesies hewan purba ini. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |