harapanrakyat.com,- Penyelidikan arkeologi membuktikan bahwa populasi mammoth purba jenis berbulu berkulit betina menjadi target utama perburuan manusia zaman es. Para ilmuwan menganalisis sampel DNA kuno dari ratusan fosil gajah purba yang tersebar di wilayah Eurasia serta Amerika Utara. Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa sebagian besar sisa taring pada pemukiman purba merupakan milik kawanan induk betina.
Baca juga: Penemuan Fosil Musango matusadonaensis, Spesies Dinosaurus Baru di Zimbabwe
Kelompok manusia prasejarah memanfaatkan seluruh bagian tubuh hasil buruan tersebut untuk mendukung keberlangsungan hidup harian mereka di alam liar. Daging segar beserta lapisan lemak tebal menjadi sumber bahan makanan utama sewaktu musim dingin ekstrem melanda wilayah daratan. Tulang berukuran besar serta taring panjang dibentuk menjadi peralatan kerja, senjata tajam, hingga fondasi penutup tempat tinggal.
Alasan Perburuan Mammoth Kuno Berbulu Betina
Situs Kraków Spadzista di wilayah Polandia selatan menjadi salah satu lokasi penemuan sisa perburuan gajah purba terbesar di dunia. Ilmuwan menemukan bahwa timbunan fosil pada area pemukiman kuno tersebut sangat didominasi oleh sisa sisa kawanan betina. Kawanan induk betina cenderung hidup mengelompok bersama anak mereka sehingga lebih mudah dilacak oleh para pemburu prasejarah.
Perilaku sosial kawanan ini sangat mirip dengan struktur kelompok gajah modern yang senantiasa dipimpin oleh seorang induk utama. Sifat kawanan yang saling melindungi membuat kelompok ini memilih bertahan di tempat ketika menghadapi serangan bahaya dari luar. Kondisi tersebut memberikan kesempatan besar bagi rombongan pemburu untuk melancarkan strategi pengepungan secara efektif serta sangat terencana.
Baca juga: Penemuan Bersejarah Fosil Ular Zaman Kapur dengan Kualitas Tiga Dimensi
Sebaliknya, pejantan dewasa umumnya hidup menyendiri serta cenderung melarikan diri secara cepat ketika mendeteksi ancaman bahaya manusia. Fosil pejantan soliter lebih sering ditemukan pada situs pembantaian terisolasi yang terpisah jauh dari area pemukiman utama warga. Ukuran tubuh pejantan yang teramat besar juga menghadirkan risiko keselamatan jauh lebih tinggi bagi para anggota kelompok.
Jejak Isotop Taring Mammoth di Kawasan Alaska
Analisis jejak isotop pada taring fosil dari situs Swan Point Alaska mengungkap pola pergerakan masa hidup hewan tersebut. Individu gajah purba tersebut terbukti menempuh perjalanan sejauh ribuan kilometer dari Kanada barat menuju wilayah pedalaman Alaska. Kawanan hewan ini berkumpul pada area yang memiliki kepadatan pemukiman manusia purba paling tinggi di kawasan tersebut.
Baca juga: Fosil Montsecosuchus depereti Diteliti, Spesies Buaya Purba Seukuran Kucing
Pemukim awal kawasan Alaska sengaja membangun kemah perburuan di dekat lokasi perlintasan rutin kawanan gajah purba tersebut. Ketersediaan sumber daya alam yang melimpah sangat membantu manusia zaman es dalam mempertahankan keberlangsungan hidup keluarga mereka. Penyelidikan fosil mammoth purba berbulu khusus betina memberikan pemahaman baru mengenai tingginya tingkat kecerdasan strategi pemburu prasejarah. (Muhafid/R6/HR-Online)

4 hours ago
3

















































