harapanrakyat.com,- Wajah penuh kebahagiaan menghiasi para petani di Blok Sawah Dusun Desa dan Dusun Saguling Kolot, Desa Saguling, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Rabu, 6 Agustus 2025, mereka sukses melaksanakan panen perdana padi varietas lokal unggulan Cikawasen seluas lima hektar melalui kegiatan Farm Field Day.
Baca Juga: Ciamis Dukung Swasembada Pangan Nasional dengan Panen Raya dan Pertanian Berkelanjutan
Panen ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi petani yang digagas melalui kolaborasi antara Agrinas Provinsi Jawa Barat, PT. ELFARM, dan komunitas Petani Merdeka, serta didukung penuh oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis. Kelompok Tani Pusaka Tani 2 dan Sutra Bungur menjadi pionir pelaksana program ini di lapangan.
Tak sekadar menanam, petani menggunakan pendekatan berbasis budaya pertanian lokal, dipadukan dengan metode pertanian modern sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Pendampingan teknis dilakukan langsung oleh tim dari Pengawas Benih Tanaman (PBT) Provinsi Jabar.
Ketua Kelompok Tani Sutra Bungur sekaligus Ketua KTNA Desa Saguling, Engkon Turkona, menyampaikan kebanggaannya terhadap hasil panen yang meningkat drastis.
“Dengan adanya pendampingan dan penerapan SOP, hasil panen kami jauh lebih baik. Ini memotivasi kami untuk terus berinovasi serta menjadi inspirasi bagi kelompok tani lainnya,” ujarnya.
Produktivitas Naik 30%, Padi Lokal Varietas Cikawasen Jadi Andalan
Berdasarkan data RKSP DPKP dan BPS Ciamis, produktivitas rata-rata panen padi sebelumnya mencapai 5,4 ton/Ha Gabah Kering Giling (GKG). Namun dengan menggunakan varietas Cikawasen, hasil panen melonjak hingga 8 ton/Ha, meningkat lebih dari 30%.
Cikawasen sendiri telah resmi dilepas sebagai varietas unggulan melalui SK No. 381/HK/540/C/02/2022, dan merupakan plasma nutfah asli Kabupaten Ciamis.
“Tantangan ketahanan pangan harus dijawab dengan kerja kolaboratif dan adaptasi teknologi. Setiap proses perlu dievaluasi secara ilmiah agar hasilnya optimal,” terang PBT Provinsi Jabar, Perdiansyah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ciamis, Ape Ruswandana mengatakan, bahwa keberhasilan panen perdana ini akan dijadikan tonggak untuk memperluas penerapan padi lokal varietas Cikawasen ke wilayah lain.
“Kami berharap varietas ini bisa menjadi unggulan nasional, dan menjadi contoh pengembangan perbenihan terpadu yang dimulai dari desa-desa,” harapnya.
Baca Juga: Gerakan Tanam Padi di Budiharja, Pj Bupati Ciamis: Jaga Stabilitas Pangan
Program Kegiatan Usaha Produktif (KUP) melalui penanaman Cikawasen tak hanya meningkatkan produksi, tapi juga mendorong keberlanjutan usaha tani. Kolaborasi ini menggandeng berbagai pihak mulai dari PT. ELFARM, Pemdes Saguling, hingga Pemerintah Kecamatan Baregbeg.
Sejak 2022, Pemkab Ciamis sudah mengembangkan padi lokal Cikawasen sebagai varietas unggulan dengan panen lebih cepat dan hasil lebih besar. Penanaman juga menerapkan metode ramah lingkungan, menggunakan pestisida organik, dan tetap mengedepankan kearifan lokal, sehingga hasilnya sehat dan aman untuk dikonsumsi masyarakat. (Fahmi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)