Pusat data AI antariksa tengah jadi sorotan. Hal ini karena rencana pembangunan tersebut memicu kekhawatiran dari kalangan ilmuwan maupun kelompok lingkungan. Bukan tanpa sebab, alasannya lantaran proyek komputasi orbit tersebut dinilai memiliki risiko dalam menimbulkan dampak serius.
Baca Juga: Inovasi Vantablack 310, Teknologi untuk Kurangi Silau Satelit
Selain itu, ternyata rencana untuk membangun data center ini ada kaitannya dengan komputasi AI. Hal ini karena kebutuhan komputasi AI terbilang meningkat dan mengonsumsi listrik dengan jumlah besar. Untuk informasi selengkapnya, bisa cek uraian berikut.
Pusat Data AI Antariksa Jadi Sorotan
Teknologi AI atau kecerdasan buatan terbilang sangat mutakhir saat ini. Bahkan kabarnya juga akan diterapkan di luar angkasa. Awal mula tercetusnya gagasan tersebut lantaran peningkatan kebutuhan komputasi AI yang memakan listrik besar. Menyadari hal itu, sejumlah perusahaan antariksa, tak terkecuali SpaceX, lantas mengusulkan pembangunan pusat data di orbit.
Data center tersebut ditenagai oleh panel surya. Oleh karena itu, pembangunannya ataupun pengoperasian nantinya tak akan membebani jaringan listrik yang ada di planet Bumi. Sebelum merealisasikan gagasan tersebut, tentu ada sejumlah pertimbangan.
Pertimbangan tersebut datang dari pakar antariksa, ilmuwan dan organisasi lingkungan. Dalam pertimbangan tersebut, ilmuwan pakar antariksa maupun organisasi lingkungan ini memohon kepada regulator Amerika Serikat untuk lakukan kajian pada dampak lingkungan terlebih dulu. Hal ini penting sebelum benar-benar memberikan izin agar proyeknya berjalan.
Dampak terhadap Lingkungan
Kajian sebelum pemberian izin pusat data AI antariksa ini sangatlah penting karena dinilai bisa memberikan efek atau dampak tersendiri pada lingkungan. Alasannya karena data center kecerdasan buatan memerlukan pasokan listrik dengan jumlah sangat besar. Hal tersebut supaya bisa melatih maupun menjalankan model AI sebagaimana mestinya.
Baca Juga: Mass Balance Uji Laboratorium Kimia Otonom di Luar Angkasa
Di planet Bumi, kebutuhan energi ini memicu kekhawatiran yang tinggi pada emisi karbon. Selain itu, dampaknya juga berkaitan dengan konsumsi air dalam hal pendinginan. Bahkan juga berkaitan dengan tekanan di jaringan listrik.
Berkaitan dengan hal itu, di antariksa, panel surya bisa menghasilkan listrik yang hampir tanpa putus. Alasannya lantaran satelitnya terus mendapatkan sinar matahari. Bukan hanya itu, pemrosesan data yang ada di orbit juga bisa meminimalisir kebutuhan pengiriman data mentah lagi ke planet Bumi.
Kendati demikian, ilmuwan menilai bahwa pusat data AI antariksa tersebut akan menemui beragam tantangan. Salah satunya ialah seputar pembuangan panasnya. Di luar angkasa yang berupa ruang hampa panas, tentu hanya dapat melepaskannya lewat radiasi. Hal inilah yang membuat sistem pendinginan jadi lebih berat dan rumit.
Kondisi tersebut tak bisa disamakan dengan keadaan di Bumi. Hal ini karena jika di Bumi, pembuangan panasnya bisa lewat udara ataupun air. Air dan udara tersebut memang berperan sebagai media pendingin yang tak bisa ditemukan di luar angkasa.
Tantangan dalam Pembangunan Data Center AI
Selain memiliki dampak tersendiri, ternyata pusat data AI di luar angkasa tersebut juga memiliki tantangan. Selain berkaitan dengan pembuangan panas, tantangannya juga berkaitan pada ketahanan perangkat elektronik dalam menghadapi radiasi kosmik maupun puing antariksa. Apabila perangkat elektronik tersebut tak bisa menahannya dengan baik, tentu bakal memicu kerusakan.
Jika sudah rusak, perangkat elektronik tersebut akan lebih sulit untuk diperbaiki. Tak heran karena antariksa memang termasuk lingkungan keras dalam mengoperasikan pusat data AI. Hal ini perlu dipertimbangkan sebelum benar-benar melakukan pembangunan pusat data kecerdasan buatan.
Risiko Peningkatan Jumlah Satelit
Jumlah satelit yang meningkat sampai puluhan ribu unit memiliki risiko tersendiri. Hal ini karena peningkatan tersebut bisa memicu tabrakan di orbit. Selain itu, peningkatan ini juga bisa membuat sampah antariksa jadi semakin menumpuk.
Jika sudah demikian, maka bisa menghambat fungsi satelit komunikasi maupun navigasi. Bahkan juga berpengaruh negatif pada pemantau cuaca. Maka dari itu, perlu benar-benar memikirkannya sebelum menambah satelit di orbit.
Baca Juga: Misi Ambisius NASA Meluncurkan Dragonfly ke Permukaan Satelit Titan
Rencana pembangunan pusat data AI antariksa memang mengundang kritikan. Kritikan tersebut berkaitan dengan dampak terhadap lingkungan. Selain itu, pembangunan pusat data AI yang ada di antariksa ini juga memiliki tantangan tersendiri. Namun terlepas dari hal itu, ada pula pendukung proyeknya sebab pembangunan data center ini mampu menekan emisi yang ada di planet Bumi. Hal yang pasti, perlu pertimbangan dan kajian ilmiah yang mendalam untuk memastikannya. (R10/HR-Online)

12 hours ago
12

















































