Sejarah Candi Gebang Peninggalan Mataram Kuno di Sleman

4 hours ago 4

harapanrakyat.com,- Catatan sejarah Candi Gebang yang berlokasi di Dusun Gebang, Kelurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta menyimpan kisah arkeologi yang memukau. Bangunan suci peninggalan era Kerajaan Mataram Kuno ini ditemukan tidak sengaja oleh penduduk setempat pada bulan November tahun 1936 silam. Penemuan diawali dari terangkatnya arca Ganesha saat warga sedang menggali tanah sawah untuk mengambil batu fondasi rumah.

Baca juga: Fakta Menarik Jejak Sejarah Candi Sari Peninggalan Mataram Kuno

Sementara itu, dinas Purbakala Hindia Belanda yang menerima laporan warga menggelar kegiatan ekskavasi secara mendalam di sekitar lokasi situs bersejarah. Hasil penggalian menyingkap reruntuhan bagian atap, sebagian kecil tubuh, dan susunan kaki candi yang berdiri utuh. Upaya rekonstruksi serta pemugaran bangunan purbakala ini kemudian dilaksanakan pada tahun 1937 hingga selesai secara sempurna pada 1939.

Catatan Sejarah Penemuan Bangunan Candi Gebang Klasik Tua

Proses pemugaran bangunan suci ini dipimpin seorang ahli arsitektur Belanda bernama Profesor Van Romondt secara tekun. Tim ahli terpaksa menggunakan batu pengganti baru pada bagian tubuh bangunan akibat material asli telah banyak hilang. Hasil penataan ulang memperlihatkan wujud candi Hindu berdenah bujur sangkar dengan ukuran alas lima koma dua lima meter.

Kemudian, para peneliti memperkirakan bahwa tempat peribadatan ini dibangun pada periode klasik tua antara tahun 730 hingga 800 Masehi. Masa pendirian tersebut bertepatan dengan era kekuasaan Wangsa Sanjaya yang memerintah kawasan kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah. Ciri arsitektur klasik tua nampak jelas pada bentuk bangunan yang tambun serta pahatan arca yang bergaya naturalis.

Baca juga: Sejarah Candi Banyunibo Sebagai Warisan Kerajaan Mataram Kuno

Sementara itu, keberadaan arca Ganesha serta sepasang yoni di dalam bilik menjadi bukti kuat bahwa situs budaya ini bernapaskan agama Hindu. Unsur peninggalan candi ini difungsikan khusus sebagai tempat pemujaan kepada Dewa Siwa oleh masyarakat pedesaan zaman dahulu. Tata letak pintu masuk sengaja dibangun menghadap ke arah timur sebagai lambang terbitnya sumber kehidupan serta kesucian.

Satu keistimewaan fisik bangunan kuno ini terletak pada ketiadaan tangga batu permanen untuk menuju ke dalam ruang bilik. Para ahli menduga bahwa tangga masuk dahulunya terbuat dari bahan kayu atau bambu yang mudah lapuk tergerus zaman. Catatan sejarah menunjukkan bahwa candi anggun ini berdiri kokoh di dekat aliran Sungai Blontan yang sangat asri.

Keunikan Tata Letak Arca Ganesha dan Makna Filosofi Bangunan

Selain itu, di sisi barat dinding candi memiliki relung khusus yang memuat arca Ganesha duduk manis di atas sebuah lapik yoni. Posisi arca Ganesha di atas yoni dengan cerat menghadap utara merupakan fenomena arsitektur yang teramat sangat langka. Puncak atap candi berbentuk mahkota lingga silinder yang berdiri anggun di atas bantalan teratai atau seroja yang indah.

Baca juga: Mengungkap Misteri Sejarah Candi Barong Sebagai Simbol Kesuburan Yogyakarta

Rongga kecil di dalam bagian atap sengaja dirancang oleh pembuatnya guna menghemat penggunaan bahan batu serta meringankan beban. Penetapan situs bersejarah ini sebagai cagar budaya dilakukan resmi oleh pemerintah daerah demi menjaga kelestarian warisan leluhur. Rangkaian sejarah peninggalan Candi Gebang ini sungguh menjadi bukti nyata kejayaan warisan budaya nusantara yang teramat mempesona. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |