Siklus Cuaca di Titan, Libatkan Metana dan Etana di Permukaannya

12 hours ago 10

Siklus cuaca di Titan mengundang perhatian kalangan astronom. Titan itu sendiri yaitu bulan terbesar milik planet Saturnus. Ternyata siklus cuaca bulan tersebut digerakkan metana serta etana cair sepenuhnya.

Baca Juga: Terbentuknya Cincin Chiron, Dunia Kecil Antara Saturnus dan Uranus

Peristiwa tersebut terjadi karena adanya suhu ekstrem sampai -179 derajat Celcius. Karena suhu yang dingin tersebut, air di permukaan bulan Titan jadi membeku. Untuk informasi selengkapnya, cek uraian berikut.

Siklus Cuaca di Titan dan Penjelasannya

Sebagaimana yang sudah kita singgung tadi bahwa siklus cuacanya digerakkan metana dan etana cair. Suhu yang ekstrem memang memicu airnya jadi membeku sampai berbentuk material penyusun kerak, pegunungan dan bebatuan. Akibatnya, siklus metana di bulan milik Saturnus tersebut jauh lebih lambat jika kita bandingkan dengan siklus air di planet Bumi.

Dalam perbandingan tersebut, astronom menilai satu musimnya berlangsung lebih dari 7 tahun planet Bumi. Melihat perbandingan tersebut, astronom menyebut bahwa sebagian besar lautan metananya ada di Kutub Utara bulan Titan. Sedangkan untuk daerah khatulistiwa dominan dengan bukit pasir organik serta saluran sungai. Namun daerah tersebut hanya mengalirkan cairan ketika terjadi badai besar saja.

Dugaan Adanya Samudra Bawah Permukaan

Karena melihat siklus cuaca di Titan tersebut, para ilmuwan memiliki dugaan tersendiri tentang keberadaan samudra bawah permukaan. Samudra tersebut diduga ada di bawah lapisan es tebal bulan Titan. Untuk Samudra ini sendiri kemungkinan besar mencakup air yang sudah bercampur amonia dan garam.

Apabila dugaan ilmuwan tersebut benar, maka bulan Titan bisa memiliki dua tipe lingkungan cair yang jauh berbeda. Kendati demikian, hal tersebut masih sebatas dugaan semata. Hal ini karena nyatanya belum ada bukti jelas tentang kehidupan di bulan Titan sampai saat ini.

Meski begitu, kalangan ilmuwan tidak berkecil hati. Ilmuwan memanfaatkan bulan milik Saturnus tersebut jadi laboratorium alami. Tujuannya untuk mempelajari bagaimana dinamika iklim maupun kimia di lingkungan yang jauh berbeda dengan planet Bumi.

Karakteristik Cuaca di Titan

Selain mengetahui bagaimana siklus cuaca di Titan, pastikan juga memahami bagaimana karakteristiknya. Sebagaimana uraian tadi bahwa cuaca di Titan sangatlah ekstrem karena suhunya saja sampai -179 derajat Celcius. Selain itu, Titan juga memiliki siklus hujan metana cair dan atmosfernya terbilang tebal.

Masih seputar karakteristik cuacanya, ternyata Titan memiliki awan metana di bagian atmosfernya. Awan tersebut terbilang pekat dan bisa mengembun maupun memunculkan hujan metana cair. Hujan tersebut tak hanya bisa membasahi permukaannya saja, melainkan juga membentuk sungai hingga danau hidrokarbon.

Baca Juga: Samudra Enceladus Sangat Basa, Bulan Planet Saturnus

Berbicara mengenai karakteristik cuaca Titan pun terasa kurang lengkap jika belum membahas seputar atmosfernya. Atmosfer Titan penuh dengan kabut tebal nitrogen serta senyawa organik. Karena hal itu, sebagian besar sinar matahari jadi terhalang untuk mencapai permukaannya.

Fakta Menarik Titan

Bulan terbesar planet Saturnus ini memiliki berbagai fakta menarik. Supaya lebih mengenalnya, ada baiknya untuk mengetahui apa saja fakta tersebut. Berikut beberapa diantaranya.

Permukaan

Salah satu faktanya berkaitan dengan permukaan. Walaupun siklus cuaca di Titan ekstrem, namun permukaannya termasuk salah satu tempat di alam semesta yang bentuknya mirip Bumi di dalam Tata Surya. Walaupun bentuknya mirip, namun ternyata kandungan kimia permukaan tersebut jauh berbeda.

Menyinggung soal permukaannya, kemungkinan besar Titan juga mempunyai aktivitas vulkanik namun aliran lava airnya cair. Lebih lanjut, permukaan bulannya diukir aliran metana serta etana. Oleh sebab itu, Titan jadi satu-satunya anggota di Tata Surya selain planet Bumi yang mempunyai aktivitas cair di permukaannya.

Lebih Mirip Planet Daripada Bulan

Titan memang termasuk bulan. Akan tetapi, jika melihat bentuknya, ternyata lebih mirip planet daripada bulan. Alasannya karena ukuran Titan lebih besar jika kita bandingkan dengan planet Merkurius, namun lebih masif dari planet Pluto.

Udara

Fakta lainnya ialah seputar udaranya. Udara yang ada di bulan ini terbilang cukup padat. Oleh sebab itu, manusia bisa berjalan di bulan Titan tanpa harus menggunakan pakaian antariksa. Kendati demikian, manusia tetap membutuhkan masker oksigen maupun perlindungan dari paparan suhu dingin.

Baca Juga: Fenomena Cincin Saturnus Hilang, Keajaiban Alam yang Mengejutka

Siklus cuaca di Titan memang menarik untuk diketahui. Begitu pula dengan karakteristik cuaca maupun fakta menarik tentangnya. Terlepas dari hal itu, siklus cuaca yang ada di bulan Titan terbilang ekstrem. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |