Tari Gambyong Jawa Tengah, Kesenian Tradisional yang Berawal dari Tarian Tledhek

21 hours ago 15

Tari gambyong Jawa Tengah merupakan seni tari populer yang masih lestari dan dipentaskan hingga kini. Kesenian tradisional ini sendiri awalnya merupakan kesenian Jawa Klasik yang berasal dari Surakarta. Berikut akan kita bahas lebih lanjut mengenai kesenian ini termasuk sejarah, makna, hingga karakteristiknya.

Baca Juga: Tari Keling Ponorogo, Kesenian Tradisional Khas dan Unik dari Dusun Mojo

Mengenal Sejarah, Makna, dan Karakteristik Tari Gambyong Jawa Tengah

Tari Gambyong awalnya berasal dari tradisi pertanian yang mengandung harapan agar hasil panen masyarakat melimpah. Dalam perkembangannya, tarian ini juga memiliki fungsi lain yaitu sebagai hiburan dan pengiring acara keraton. Menurut catatan sejarah dalam Serat Centhini, gambyong merupakan kesenian yang berawal dari tarian tledhek atau tayub.

Tari gambyong berasal dari tarian tledhek atau tayub yang digelar saat panen atau penanaman padi. Saat itu, terdapat seorang penari terkenal bernama Sri Gambyong yang gerakannya luwes dan suaranya merdu. Mendengar kemampuannya, Raja Kesultanan Surakarta yaitu Pakubuwono IV mengundang Sri Gambyong untuk tampil di istana.

Tarian dari Sri Gambyong di istana kemudian menjadi inspirasi penamaan tarian baru yaitu tari gambyong. Tokoh kesenian dari masa Pakubuwana IX kemudian membuat kesenian gambyong agar bisa dipentaskan untuk bangsawan. Ia memperhalus tarian ini hingga akhirnya menjadi tarian untuk menyambut tamu di istana Mangkunegaran.

Baca Juga: Sejarah dan Makna Mendalam dari Tari Gandrung Banyuwangi

Seiring perkembangannya, tari gambyong Jawa Tengah kemudian semakin populer dan masyarakat pun banyak yang menyukainya. Karena itu tarian ini pun kemudian menjadi sarana hiburan bagi masyarakat luas dari berbagai kalangan. Bahkan masyarakat juga menjadikan tarian ini sebagai salah satu rangkaian dalam berbagai acara dan upacara.

Tarian tradisional ini sendiri bukan hanya memiliki satu koreografi saja namun memiliki beberapa koreografi. Contoh koreografi atau gerakan yang paling populer yaitu tari gambyong pareanom dan juga pangkur. Meskipun versinya cukup beragam namun tarian ini tetap menggunakan gerakan dasar yang sama dari tarian tayub.

Makna yang Terkandung

Tari gambyong Jawa Tengah yang sudah sangat populer ini memiliki makna tersirat yang cukup mendalam. Gerakan penari menjadi perlambangan keselarasan antara manusia, Sang Pencipta, dan juga dengan lingkungan alam. Tarian ini pun menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas kesuburan tanah dan hasil panen yang melimpah.

Gerakan dalam kesenian tradisional ini juga menunjukkan nilai kesopanan, keanggunan, dan keharmonisan. Selain itu tari ini juga menjadi kesenian lokal masyarakat Jawa yang menunjukkan kehalusan budi pekerti. Di era modern, tarian ini bukan sekedar hiburan saja namun juga untuk mengenalkan dan mengajarkan nilai budaya Jawa.

Karakteristik Tari Gambyong

Tarian tradisional ini menampilkan gerakan tangan, kepala, dan tubuh yang penuh kelembutan dengan tempo lambat. Gerakannya yang luwes dan anggun tersebut mencerminkan kesopanan sekaligus bentuk penghormatan pada tamu. Tarian ini juga menunjukkan ekspresi wajah halus yang menunjukkan karakter ramah dan kesantunan masyarakat Jawa.

Dalam tari gambyong Jawa Tengah, penari akan menggunakan kostum kemben atau dodotan cerah seperti kuning, hijau, atau merah. Sementara itu bagian bawahnya menggunakan kain batik atau jarik yang menambah kesan anggun. Penari juga menggunakan aksesoris seperti selendang, kalung, gelang, dan menggunakan sanggul dengan berbagai hiasan.

Selama pertunjukan tarian tradisional ini berlangsung, alunan musik gamelan akan mengiringi gerakan para penari. Gamelan tersebut biasanya terdiri atas beberapa alat musik seperti saron, kenong, gong, dan pastinya kendang. Gerakan tarian serta iringan gamelan menciptakan suasana pertunjukan yang sangat menghibur namun bermakna dalam.

Gerakan Utama dalam Pertunjukan

Dalam pertunjukkan kesenian khas Jawa Tengah ini, terdapat 3 gerakan yaitu gerakan awal, utama, dan penutup. Gerakan awal memiliki sebutan maju beksan yang menjadi gerakan pemuka saat pelari memasuki panggung. Kemudian gerakan utama yaitu beksan yang menampilkan berbagai variasi dan gerakan akhir atau mundur beksan sebagai penutup.

Baca Juga: Sejarah Tari Keurseus, Kesenian Sunda Klasik dari Tradisi Tayuban

Tari gambyong Jawa Tengah menjadi kesenian tradisional khas yang harus terus dilestarikan oleh masyarakat. Sebab kesenian ini telah menjadi identitas sekaligus ciri khas yang membanggakan dari wilayah Jawa Tengah. Tarian ini pun menjadi hiburan yang sukses menarik perhatian banyak masyarakat termasuk dari luar daerah sekalipun. Karena itu tidak heran jika banyak orang tertarik mempelajari tari gambyong yang berasal dari Jawa Tengah ini. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |