harapanrakyat.com,- Objek titik-titik merah kecil berhasil ditemukan oleh teleskop antariksa James Webb di angkasa. Penemuan menakjubkan ini sangat mengejutkan para ilmuwan astronomi di berbagai belahan dunia. Benda kosmik misterius tersebut terlihat sangat padat dan menyerupai bentuk sebuah galaksi kuno.
Baca juga: Ilmuwan Ungkap Misteri Hilangnya Perak Matahari, Kok Bisa?
Ilmuwan awalnya menduga benda bercahaya ini merupakan kumpulan jutaan bintang tua berukuran masif. Kemudian, pengamatan lebih lanjut menunjukkan perilaku objek ini sangat berbeda dari galaksi biasa. Cahaya kemerahan tersebut kemungkinan berasal dari gas panas yang mengelilingi sebuah lubang hitam.
Karakteristik Unik Titik-Titik Merah Kecil di Awal Pembentukan Semesta
Sebuah tim peneliti internasional mulai menganalisis spektrum cahaya dari objek asing tersebut. Penelitian mendalam tentang alam semesta ini membuktikan adanya garis emisi hidrogen super luas. Tanda-tanda sinar kosmik dan gelombang radio yang biasanya ada justru tidak terlihat jelas.
Pakar astrofisika menyebut fenomena langka ini sebagai fase bintang lubang hitam purba. Materi gas tebal menyerap energi gravitasi lalu memancarkannya kembali layaknya atmosfer sebuah bintang. Sebuah galaksi yang berjarak 13 miliar tahun cahaya mengonfirmasi kebenaran teori ini.
Baca juga: Penemuan Bersejarah Atmosfer di Planet Mirip Bumi LHS 1140b
Pengamatan khusus pada formasi galaksi Abell S1063 memberikan bukti yang jauh lebih kuat. Lensa gravitasi alami memperbesar objek pantauan teleskop canggih di belakang gugusan raksasa tersebut. Instrumen optik berhasil mendeteksi puluhan fitur emisi dari sumber cahaya yang tersembunyi rapat.
Fenomena penyerapan energi ini memberikan penjelasan logis terkait wujud benda super terang tersebut. Cahaya menyerupai bintang raksasa itu ternyata berasal dari gesekan materi yang tertarik masuk. Perkiraan massa objek kosmik awal menjadi lebih masuk akal berkat penemuan model ini.
Sumber Partikel Neutrino Berenergi Tinggi dari Dalam Benda Angkasa
Para peneliti dari Universitas Kyoto juga menemukan potensi lain dari galaksi kemerahan ini. Benda super padat itu diyakini mampu menghasilkan partikel neutrino berenergi amat sangat tinggi. Instrumen sains berhasil mendeteksi pergerakan aneh pada inti galaksi berukuran sangat mungil tersebut.
Ketebalan material gas luar mencegah pancaran sinar gamma keluar menuju ruang hampa udara. Namun, partikel ringan neutrino tetap bisa bergerak bebas melintasi tata surya tanpa hambatan. Hal ini secara langsung menjelaskan mengapa detektor di Bumi sering menangkap sinyal misterius.
Baca juga: Penemuan Mengejutkan Kawah Meteor di Google Maps oleh Warga Sipil
Lingkungan ekstrem di dalam objek angkasa ini memicu tabrakan proton dengan kecepatan tinggi. Benturan dahsyat tersebut menciptakan kondisi ideal bagi lahirnya berbagai partikel dasar bertenaga luar biasa. Jumlah galaksi kuno yang melimpah menyumbang radiasi latar belakang cukup signifikan bagi semesta.
Pengamatan lebih mendalam akan terus ilmuwan lakukan menggunakan berbagai instrumen optik paling mutakhir. Para ahli berharap bisa segera memecahkan misteri wujud titik-titik bercahaya merah berukuran sangat kecil. Temuan luar angkasa ini benar-benar mengubah seluruh pemahaman manusia tentang evolusi tata surya purba. (Muhafid/R6/HR-Online)

7 hours ago
4

















































