Terbongkar, Ini Kronologi Kasus Shin Tae-yong hingga Diancam Sanksi Skorsing 10 Tahun oleh KFA

5 hours ago 3

harapanrakyat.com,- Shin Tae-yong tengah fokus menjalankan tugas sebagai pelatih kepala Persija Jakarta sejak Juni lalu. Namun di tengah masa kepelatihannya di Indonesia, Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) justru menjatuhkan sanksi disiplin berat kepadanya. Sanksi tersebut dijatuhkan atas kasus yang terjadi semasa ia masih menangani Ulsan HD.

Baca juga: Tim Utama Siap Main di Piala Presiden 2026, Persija Undur Jadwal TC di Thailand 

Shin Tae-yong dipecat dari Ulsan HD hanya setelah 65 hari menjabat sejak diangkat pada Agustus tahun lalu. Pemecatan itu bermula dari tudingan perselisihan dengan pemain, kontroversi penyerangan terhadap pemain. Selain itu, ada juga dugaan bermain golf saat timnya sedang menjalani pertandingan tandang.

Awal Mula Kasus Terungkap

Setelah dipecat, Shin Tae-yong sempat buka suara lewat sebuah wawancara media. Ia mengaku ada persoalan internal di tubuh klub yang membuatnya harus angkat kaki.

“Banyak hal yang sebenarnya tidak adil buat saya, dan saya sebenarnya ingin bicara apa adanya. Tapi kalau saya bersuara, pemain-pemain saya bisa kena imbasnya, apalagi situasi sepak bola di sana sedang tidak kondusif,” ungkap mantan pelatih Timnas Indonesia itu via Channel A, dikutip Jum’at, (24/7/2026).

Belakangan baru terkuak bahwa persoalan yang dimaksud Shin ternyata menyangkut kasus penyerangan terhadap pemain, lengkap dengan penggunaan bahasa kasar. Sebuah video pun beredar dan memperlihatkan Jung Seung-hyun ditampar oleh Shin Tae-yong.

Baca juga: Head to Head Igor Tolic dan Shin Tae-Yong, Mana yang Paling Siap Hadapi Musim Super League 2026/2027?

Jung Seung-hyun akhirnya angkat bicara usai laga final musim lalu. “Ada beberapa momen yang bikin saya sendiri sempat mikir, ini beneran terjadi atau tidak,” kata Jung.

Jung menegaskan perlakuan semacam itu sudah tidak sepantasnya terjadi di era sekarang. “Soal kekerasan, baik fisik maupun seksual, meski pelakunya merasa itu bukan penyerangan, tapi kalau korban merasa dirugikan, ya itu tetap penyerangan. Saya yakin pemain lain juga merasakan hal yang sama,” tuturnya.

Pengakuan itu membuat Asosiasi Sepak Bola Korea langsung membuka penyelidikan resmi pada Desember lalu.

Sanksi Berat Turun, Ancaman Skorsing hingga 10 Tahun

Pusat Etika Olahraga di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan lebih dulu memutuskan bahwa kasus Shin Tae-yong tergolong pelanggaran berat pada Mei lalu. Keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan besarnya dampak dari masalah yang menyeret nama Shin.

Berbekal keputusan tersebut, KFA kemudian menggelar pertemuan Komite Keadilan pada awal bulan ini untuk merumuskan rincian sanksi yang akan dijatuhkan. Seorang pejabat KFA membenarkan hal ini.

“Rapat Komite Disiplin soal Pelatih Shin Tae-yong sudah digelar awal bulan ini, dan hasil putusannya baru disampaikan belum lama ini,” ujar pejabat tersebut via News1.

Baca juga: Resmi Jadi WNI, Ini Deretan Statistik Tajam Mitchell Baker Bersama Georgetown University

Hasilnya, Shin Tae-yong dikenai hukuman berat berupa penangguhan kualifikasi kepelatihan hingga 10 tahun. Ia juga mendapat penangguhan dari kompetisi, sekaligus ancaman pengusiran permanen dari sepak bola Korea.

KFA telah menyampaikan hasil putusan disiplin tersebut kepada Shin Tae-yong. Namun, sanksi ini hanya berlaku di wilayah Korea Selatan sejak tanggal pemberitahuan resmi diterbitkan.

Mengingat kontraknya bersama Persija berlaku selama tiga tahun, sejumlah kalangan menilai sanksi dari KFA tersebut pada dasarnya tidak berdampak signifikan terhadap karirnya di Indonesia. (Revi/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |