Terobosan Kesehatan Nasional BRIN Siapkan Terapi Kanker Generasi Baru

11 hours ago 12

BRIN siapkan terapi kanker generasi baru lewat inovasi modern. Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN tengah mengembangkan berbagai terapi kanker generasi baru. Inovasi ini harapannya bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa di masa depan.

Baca Juga: Kanker Paru-Paru Stadium Akhir: Gejala, Terapi, dan Besar Harapan Hidup

Terapi kanker generasi baru adalah metode pengobatan modern yang lebih canggih. Pendekatan ini tidak hanya menyerang sel kanker secara acak. Ia bekerja dengan cara yang lebih tepat sasaran dan personal. Terapi kanker generasi baru menggunakan berbagai teknologi mutakhir. Salah satunya adalah Accelerator-Based Boron Neutron Capture Therapy atau AB-BNCT. Terapi ini memanfaatkan sinar neutron untuk menghancurkan sel kanker dengan presisi tinggi.

BRIN Siapkan Terapi Kanker Generasi Baru dengan Teknologi AB-BNCT

AB-BNCT merupakan terobosan besar dalam dunia kedokteran nuklir. Cara kerjanya cukup unik dan berbeda dari kemoterapi biasa. Pasien akan diberi senyawa boron terlebih dahulu. Senyawa ini akan menempel pada sel kanker secara selektif. Setelah itu, sinar neutron akan diarahkan ke area tumor. 

Reaksi nuklir kecil akan terjadi di dalam sel kanker. Reaksi tersebut menghancurkan sel kanker dari dalam. BRIN mengembangkan terapi kanker ini agar pengobatannya di Indonesia semakin maju. Aplikasi teknologi serupa juga ada di Jepang dan beberapa negara lain. Indonesia berharap bisa mengikuti jejak tersebut dalam waktu dekat.

Riset Radioisotop Skandium untuk Diagnosis dan Terapi

Selain AB-BNCT, BRIN juga menggali potensi radioisotop skandium. Riset ini dilakukan bersama peneliti dari Tomsk Polytechnic University, Rusia. Radioisotop skandium bisa digunakan dalam konsep theranostics. 

Konsep ini menggabungkan diagnosis dan pengobatan dalam satu sistem. Skandium-43 dan Skandium-44 membantu dokter melihat lokasi kanker melalui pencitraan medis. Sementara Skandium-47 memancarkan partikel yang bisa menghancurkan jaringan tumor. 

Baca Juga: Kanker pada Orang Dewasa Muda, Kenali Penyebab Hingga Pencegahannya

BRIN siapkan terapi kanker generasi baru dengan memperkuat fondasi riset nuklir ini. Data hasil penelitian telah dipublikasikan dalam jurnal internasional Radiation Physics and Chemistry. Hasil tersebut menunjukkan komitmen Indonesia dalam pengembangan sains kesehatan global.

Bioinformatika Pengobatan Kanker

BRIN tidak hanya fokus pada peralatan fisik. Selain itu, lembaga ini juga mendorong riset onkologi berbasis bioinformatika. Dalam hal ini, Kepala Pusat Riset Komputasi BRIN, Rifki Sadikin, menjelaskan pentingnya pendekatan tersebut. Bioinformatika mengintegrasikan data genomik, transkriptomik, dan proteomik. Dengan demikian, data-data tersebut membantu para peneliti memahami mekanisme molekuler penyakit kanker secara lebih mendalam. 

Selain itu, dengan bantuan teknologi next-generation sequencing, dokter dapat mengidentifikasi mutasi genetik pasien secara lebih akurat. Oleh karena itu, terapi kanker generasi baru dikembangkan agar pengobatan dapat semakin personal dan sesuai dengan kondisi setiap pasien. 

Tidak hanya itu, terapi yang tepat sasaran juga akan meningkatkan efektivitas pengobatan serta mengurangi risiko efek samping. Dibandingkan dengan metode pengobatan konvensional yang cenderung seragam, pendekatan ini menawarkan hasil yang lebih baik. Pada akhirnya, inovasi tersebut membuka peluang baru dalam pengembangan terapi kanker yang lebih efektif dan presisi.

Senyawa Radioprotektif dari Bahan Alam Indonesia

Peneliti BRIN Isti Daruwati tengah mengembangkan senyawa radioprotektif dari bahan alami. Beberapa kandidat kajian antara lain mangostin, curcumin, dan piperin. Senyawa-senyawa ini berpotensi melindungi sel sehat saat terapi radiasi berlangsung. Mekanisme kerjanya meliputi perbaikan kerusakan DNA dan pemusnahan radikal bebas.

Baca Juga: Waspadai Penyebab Kanker Tulang yang Bisa Serang Sel Dalam Tubuh

BRIN siapkan terapi kanker generasi baru melalui berbagai inovasi canggih. Mulai dari teknologi AB-BNCT, radioisotop skandium, bioinformatika, hingga senyawa radioprotektif alami. Setiap riset BRIN siapkan terapi kanker generasi baru ini, membuka peluang besar untuk pengobatan kanker yang lebih presisi dan aman. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |