harapanrakyat.com,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menerjang tiga wilayah kabupaten sekaligus dalam waktu sehari, yakni Kabupaten Sumedang, Sukabumi, dan Bandung pada Senin 27 Juli 2026.
Baca juga: DPMD Jawa Barat Validasi 120 Bangunan Terbakar di Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi, Pemulihan Sesuai Kearifan Lokal
Pranata Humas Ahli BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat mengatakan, merujuk data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), insiden pertama membakar lereng hutan pegunungan Puncak Habibi di Desa Pasir Baru, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi sekitar pukul 11.00 WIB.
Tak berselang lama, si jago merah melalap sekitar tiga hektare lahan di kawasan Gunung Batu, Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang pada pukul 11.30 WIB.
Karhutla Meningkat Saat, BPBD Imbau Masyarakat Tak Bakar Sampah
Sementara itu, kebakaran ketiga melanda kawasan semak belukar dan limbah kain seluas satu hektare di Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung pada sore harinya, kurang lebih pukul 17.25 WIB.
Tiupan angin kencang serta faktor kelalaian manusia atau human error disinyalir menjadi pemicu utama cepatnya penyebaran api di Kutawaringin, Kabupaten Bandung.
Hadi Rahmat memastikan, seluruh titik kebakaran di tiga wilayah itu sudah padam setelah penanganan intensif bersama pemadam kebakaran, kepolisian, dan aparat desa setempat.
“Kebakaran di Puncak Habibi di Kabupaten Sukabumi, Gunung Batu di Kabupaten Sumedang, dan Kutawaringin di Kabupaten Bandung telah padam. Tapi penyisiran masih berlangsung untuk insiden kebakaran di Kabupaten Bandung,” kata Hadi, Selasa (28/7/2026).
Baca juga: Musim Kemarau, Damkar KBB Nyatakan Kebakaran Lebih Sering Akibat Kelalaian
Hadi mengungkapkan bahwa tren bencana karhutla mengalami lonjakan signifikan sepanjang musim kemarau Juli 2026. BPBD Jawa Barat mencatat sebanyak 46 kejadian karhutla tersebar di 14 daerah dengan total area terdampak mencapai 53 hektare.
Merujuk pada data itu, BPBD Jawa Barat meminta warga tidak membakar sampah, apalagi berdekatan dengan pemukiman atau lahan produktif warga. Hal ini bertujuan untuk mencegah kejadian serupa berulang.
Selain itu, kesadaran menjaga kebersihan lingkungan serta pelaporan dini kepada petugas sangat menentukan kecepatan penanganan di lapangan. “Jangan membakar sampah, di manapun itu. Langkah ini jadi salah satu upaya antisipasi mencegah karhutla,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hadi menambahkan, koordinasi aktif dari masyarakat menjadi kunci utama pencegahan dampak kekeringan maupun kebakaran lahan yang lebih luas. “Jika terjadi kebakaran, segerakan melaporkan ke BPBD maupun damkar setempat. Kami segera merespons laporan,” tuturnya. (Reza/R6/HR-Online)

2 hours ago
9

















































