harapanrakyat.com,- Menjelang pergantian bulan, masyarakat mulai mencermati potensi perubahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 1 Agustus 2026 di berbagai SPBU. Seperti harga BBM Pertamina, Shell, BP, hingga VIVO.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan sinyal adanya penghitungan ulang harga keekonomian BBM non subsidi, di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia.
Proyeksi Harga BBM per 1 Agustus 2026
Baca Juga: Pertamina Mulai Distribusi B50, Target Nasional Capai 87,27 Juta Liter per Hari
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia dalam keterangannya mengatakan, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax berpeluang mengalami penyesuaian seiring dengan tren penurunan harga minyak mentah dunia.
Pemerintah telah meminta badan usaha penyalur BBM untuk segera melakukan evaluasi harga jika harga minyak internasional terus melandai.
Berdasarkan data pasar, rata-rata harga minyak mentah jenis Brent pada Juli 2026 berada di level US83,87 per barel turun sekitar 0,67. Sementara itu, harga West Texas Intermediate (WTI) turun lebih dalam sekitar 3,5678,65 per barel.
Penurunan harga rata-rata dalam periode acuan ini memberikan ruang bagi turunnya biaya impor minyak. Namun, ruang penurunan harga tersebut tertahan oleh nilai tukar Rupiah yang masih tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Di mana posisinya sempat menembus level Rp 18.000/US$ pada akhir Juli.
Oleh karena itu, peluang harga BBM non subsidi turun per 1 Agustus tetap ada, meski kemungkinan untuk ditahan tetap terbuka demi stabilitas harga domestik.
Baca Juga: Kabar Gembira! Pertamina Siap Turunkan Harga BBM Mulai Agustus 2026 Sesuai Arahan Presiden Prabowo
Cek Fakta: Hoaks Harga Pertamax Rp 10.000/Liter
Di tengah antisipasi perubahan harga, sempat beredar informasi di media sosial TikTok yang mengklaim harga Pertamax akan turun drastis menjadi Rp 10.000 per liter. Sedangkan Pertalite menjadi Rp 5.000 per liter.
Faktanya, informasi tersebut adalah hoaks. Hingga 31 Juli 2026, tidak ada pengumuman resmi mengenai penurunan harga ekstrem tersebut.
Harga Pertamax per 1 Juli 2026 masih berada di kisaran Rp 16.250 per liter. Sementara Pertalite tetap di harga subsidi Rp 10.000 per liter.
Strategi Stabilitas Harga
Ekonom dari Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, menilai keputusan menahan harga Pertamax pada level saat ini merupakan bagian dari strategi price smoothing atau penghalusan harga.
Baca Juga: Kata Menteri ESDM Harga BBM Pertamax Turun Jika Ketegangan Global Mereda
Strategi ini dilakukan untuk memulihkan margin badan usaha setelah sebelumnya menyerap kerugian saat harga dunia sangat tinggi. Sehingga penurunan harga minyak dunia tidak selalu diikuti penurunan harga jual di dalam negeri secara instan.
Pemerintah dipastikan tetap menjaga harga BBM subsidi (Pertalite dan Biosolar) agar tidak mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026 guna menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah juga mengimbau untuk selalu mengecek informasi resmi melalui kanal pemerintah atau aplikasi penyedia BBM agar tidak terpengaruh berita menyesatkan di media sosial. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

5 hours ago
8

















































