harapanrakyat.com,- Ramai di media sosial terkait adanya seorang pegawai RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya berkomentar menghina seorang pasien bernama Yurizal. Komentar yang dinilai tidak berempati itu memicu kemarahan warganet, hingga berujung pada serbuan komentar di akun media sosial resmi rumah sakit.
Kejadian ini bermula dari utas postingan pasien yang mengeluhkan belum dapat ruangan dan lama menunggu. Tidak lama berselang, banyak komentar negatif datang dari oknum tenaga kesehatan (nakes) dan oknum dokter.
Salah satu komentar yang paling menjadi sorotan berasal dari akun media sosial @nouzzha_kim. Pemilik akun ini belakangan diketahui oleh warganet, diduga merupakan milik seorang pegawai RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya.
Dalam komentarnya, akun tersebut menuliskan kalimat bernada menghina dan menyerang pribadi pasien.
“yuriz org miskin harta miskin ilmu misikn akal tp pgn di istimewain. 8 jam sangat wajar apalagi kat lo itu RS rujukan nasional. mungkin sekelas RSHS bdg atau RSCM jkt kan? boleh gue bilang sesuatu? LO GOBLOK BANYAK BACOT,” tulis akun tersebut.
Tidak lama setelah komentar itu viral, keluarga pasien memberikan tanggapan di media sosial. Mereka menyampaikan bahwa pemilik unggahan yang mengeluhkan pelayanan rumah sakit tersebut telah meninggal dunia.
Baca Juga: Viral Razia Pajak di SPBU dan Aturan Baru Ban Gundul, Korlantas Polri: Hoaks
Direktur RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya Angkat Bicara Usai Pegawai Viral Hina Pasien
Informasi itu semakin memicu reaksi publik. Dampaknya, akun media sosial resmi rumah sakit turut dibanjiri ribuan komentar dari masyarakat yang mengecam tindakan tersebut.
Menanggapi polemik yang berkembang di media sosial, Direktur RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, dr. Budi Tirmadi menegaskan, bahwa pihak manajemen segera melakukan penelusuran internal setelah mengetahui informasi tersebut.
Ia mengaku bahwa baru Rabu (5/8/2026) pagi ini mengetahui informasi tersebut. Setelah pihaknya menelusuri, ternyata pemilik akun tersebut bukan nakes. “Melainkan staf administrasi biasa,” jelasnya, Rabu (5/8/2026).
Meski bukan dari kalangan medis, dr. Budi menekankan, bahwa tindakan yang bersangkutan tetap berdampak besar terhadap reputasi instansi tempatnya bekerja. Pihak manajemen telah mengambil langkah tegas dengan memeriksa oknum pegawai RSUD dr Soekardjo yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tersebut.
Pihaknya pun mengaku sudah melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), kemudian akan berkoordinasi serta melaporkan ke BKPSDM dan juga Inspektorat Kota Tasikmalaya. “Ini semua untuk proses penegakan disiplin sesuai aturan,” terangnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa persoalan yang menjadi perhatian publik itu sebenarnya tidak berkaitan langsung dengan pelayanan RSUD dr Soekardjo. Pasalnya, pasien yang menjadi perbincangan di media sosial tersebut diketahui tidak menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
Kendati demikian, manajemen menjadikan kasus ini sebagai evaluasi mendalam. Pihaknya berjanji akan makin memperketat pembinaan etik dan penggunaan media sosial bagi seluruh staf pegawai RSUD dr Soekardjo.
Baca Juga: Viral Aksi Waria Sembunyi di Atas Pohon saat Warga Lakukan Penertiban di Tasikmalaya
“Kami susah payah membangun citra rumah sakit, tetapi bisa terpengaruh oleh tindakan perorangan. Ini menjadi introspeksi bersama, agar seluruh pegawai lebih bijak dan berempati saat merespons keluhan masyarakat,” pungkasnya. (Apip/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

9 hours ago
11

















































