tirto.id - Momen libur Lebaran selalu menjadi waktu yang dinantikan oleh banyak orang untuk berkumpul dengan keluarga dan merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa. Tidak jarang, banyak orang memanfaatkan kesempatan ini untuk mengunjungi tempat wisata atau menikmati kuliner khas Lebaran.
Sayangnya, di balik kemeriahan tersebut, ada saja pedagang atau penyedia jasa wisata yang tidak bertanggung jawab, melakukan kecurangan getok harga atau menaikkan harga jauh di atas harga normal supaya dapat keuntungan lebih banyak.
Fenomena ini tentu saja sangat merugikan konsumen yang tidak hati-hati. Lantas, bagaimana cara menghindari praktik seperti ini? Berikut beberapa tips untuk menghindari getok harga saat libur Lebaran 2025.
Secara garis besar, supaya tidak menjadi korban getok harga, langkah yang perlu dilakukan adalah berhati-hati. Pastikan juga Anda telah membekali diri dengan informasi relevan mengenai harga barang atau jasa yang akan dibeli. Berikut ini adalah sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk menghindari getok harga libur Lebaran 2025.
1. Riset Harga Sebelum Berangkat
Salah satu cara paling efektif untuk menghindari getok harga adalah dengan melakukan riset harga terlebih dahulu. Sebelum berangkat ke tempat wisata atau restoran, pastikan Anda mencari informasi harga melalui internet atau bertanya pada orang yang sudah berkunjung sebelumnya.
Banyak situs atau aplikasi yang menyediakan informasi terkait tarif tiket masuk tempat wisata atau harga makanan di warung makan. Dengan mengetahui harga standar, Anda akan lebih mudah mengenali jika harga yang ditawarkan tidak wajar.
2. Bawa Uang Tunai dalam Jumlah Cukup
Saat berwisata atau makan di luar, membawa uang tunai dalam jumlah yang cukup bisa menjadi langkah strategis untuk menghindari getok harga. Biasanya, pedagang atau penyedia jasa akan cenderung menaikkan harga jika mereka tahu Anda membayar dengan kartu kredit atau debit. Hal ini terjadi karena mereka bisa menyertakan biaya tambahan di luar harga normal. Dengan membawa uang tunai, Anda bisa menghindari biaya-biaya tidak jelas tersebut.
3. Selalu Tanyakan Harga Sebelum Memesan
Sebelum memesan makanan atau membeli tiket masuk, pastikan untuk selalu menanyakan harga terlebih dahulu. Ini penting agar Anda tidak terkejut dengan harga yang lebih tinggi setelah menikmati layanan. Tanyakan secara rinci mengenai harga, termasuk biaya-biaya tambahan yang mungkin tersembunyi.
4. Gunakan Aplikasi Pemesanan Online
Di era digital seperti sekarang, banyak layanan wisata dan restoran yang sudah bekerja sama dengan aplikasi pemesanan online. Aplikasi-aplikasi ini sering menawarkan harga yang lebih transparan dan lebih terjangkau dibandingkan jika Anda langsung memesan di tempat. Gunakan aplikasi untuk membandingkan harga dan mendapatkan penawaran terbaik.
5. Bawa Teman yang Berpengalaman
Jika Anda baru pertama kali mengunjungi suatu tempat wisata atau warung makan yang ramai saat libur Lebaran, membawa teman yang sudah berpengalaman bisa sangat membantu. Teman yang sudah tahu harga standar akan dapat membantu Anda bernegosiasi atau setidaknya memberi peringatan jika ada harga yang terasa tidak wajar.
6. Cek Ulasan Pengunjung Lain
Sebelum memutuskan untuk mengunjungi tempat wisata atau makan di restoran, coba cek ulasan dari pengunjung sebelumnya. Banyak platform seperti Google Reviews atau TripAdvisor yang memberikan informasi mengenai pengalaman wisatawan lain. Jika banyak orang mengeluhkan harga yang terlalu tinggi, Anda bisa mempertimbangkan untuk mencari alternatif lain.
7. Jaga Komunikasi yang Jelas
Saat berinteraksi dengan pedagang atau penyedia jasa, pastikan Anda berkomunikasi dengan jelas mengenai harga yang akan dibayar. Jika ada ketidakjelasan dalam percakapan, hal ini bisa dimanfaatkan oleh pihak lain untuk mengenakan harga yang tidak sesuai. Selalu pastikan bahwa Anda memahami harga yang dimaksud sebelum melanjutkan transaksi.
8. Bertransaksi dengan Bijak
Jika Anda merasa harga yang ditawarkan terlalu tinggi, jangan ragu untuk menawar atau mencari alternatif lain. Bertransaksi dengan bijaksana dapat membantu Anda menghindari harga yang lebih tinggi dari yang seharusnya. Pedagang atau penyedia jasa biasanya masih membuka ruang untuk negosiasi, apalagi jika mereka melihat Anda bisa menjadi pelanggan tetap.
9. Laporkan Jika Terjadi Kecurangan
Jika Anda merasa dirugikan dengan harga yang tidak wajar atau merasa ditipu, jangan ragu untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang. Anda bisa melaporkan masalah ini ke Satgas Perlindungan Konsumen atau melalui media sosial resmi pemerintah yang sering menanggapi keluhan konsumen. Pelaporan ini bisa membantu mencegah tindakan serupa dilakukan oleh pedagang nakal.
10. Hindari Jebakan Harga Murah yang Tidak Masuk Akal
Terkadang, ada tawaran dengan harga yang terlalu murah dibandingkan dengan harga pasaran. Ini bisa menjadi jebakan, karena barang atau jasa yang dijual mungkin memiliki kualitas rendah, atau bahkan ada biaya tersembunyi yang akan dikenakan setelah transaksi. Pastikan untuk selalu berhati-hati dengan harga yang tidak masuk akal dan pertimbangkan untuk mencari tawaran lain.
11. Beli Tiket dan Akomodasi Lebih Awal
Harga tiket transportasi dan akomodasi sering kali naik menjelang libur Lebaran. Untuk mendapatkan harga yang lebih wajar, pastikan Anda membeli tiket transportasi dan memesan penginapan dari jauh hari sebelum musim liburan tiba. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan harga normal tanpa terjebak harga tinggi yang ditawarkan di menit-menit terakhir.
12. Gunakan Harga Resmi atau Tarif Resmi
Jika Anda menggunakan transportasi umum seperti bus, taksi, atau kereta api, pastikan memilih layanan dengan tarif tetap atau tarif resmi. Hindari angkutan umum yang tidak jelas tarifnya, karena sering kali ada biaya tambahan yang dikenakan di luar harga resmi.
13. Tawar dengan Santai dan Tegas
Jika Anda berbelanja di pasar tradisional atau di tempat wisata, jangan ragu untuk menawar harga. Pedagang di pasar tradisional sering kali membuka ruang untuk negosiasi. Gunakan trik seperti, “kemarin di toko sebelah harganya segini, bisa lebih murah enggak?” untuk mendapatkan harga yang lebih terjangkau.
14. Hindari Membeli di Lokasi Wisata atau Pusat Keramaian
Harga barang di area wisata atau pusat keramaian cenderung lebih mahal. Untuk menghindari harga yang lebih tinggi, cobalah untuk mencari toko atau warung makan di luar lokasi ramai. Biasanya, tempat yang sedikit lebih jauh dari keramaian akan menawarkan harga yang lebih wajar.
15. Gunakan Aplikasi Pembanding Harga
Manfaatkan aplikasi e-commerce atau aplikasi pembanding harga seperti Shopee, Tokopedia, Traveloka, dan sebagainya untuk memeriksa harga barang atau jasa sebelum membeli. Dengan mengecek review dan histori harga, Anda bisa lebih mudah mengetahui apakah harga yang ditawarkan sudah sesuai atau masih bisa ditawar.
Baca juga artikel terkait WISATA atau tulisan lainnya dari Lita Candra
tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Lita Candra
Penulis: Lita Candra
Editor: Balqis Fallahnda & Yulaika Ramadhani