tirto.id - Olimpiade Sains Nasional (OSN) merupakan ajang kompetisi akademik di Indonesia yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Apa saja 3 kategori pelanggaran OSN Nasional SMA 2025 lengkap beserta indikasi dan sanksi?
OSN diselenggarakan untuk beberapa jenjang pendidikan dan mencakup berbagai bidang sains sesuai jenjang pendidikan.
Untuk jenjang pendidikan SD/MI, bidang yang dikompetisikan adalah Matematika dan IPA. Sedangkan jenjang SMP/MTs mencakup Matematika, IPA, dan IPS.
Jenjang SMA/MA terdiri dari sembilan bidang. Di antaranya Matematika, Fisika, Kimia, dan Informatika/Komputer. Lalu Biologi, Astronomi, Ekonomi, Kebumian, dan Geografi.
OSN SMA/MA digelar secara bertingkat mulai dari tingkatan sekolah atau satuan pendidikan. Kemudian tingkat kabupaten, tingkat provinsi, dan terakhir di tingkat nasional.
Dalam seleksi tingkat satuan pendidikan, tiap-tiap sekolah memulai proses sejak bulan Maret 2025. Pendaftaran resmi OSN dibuka pada tanggal 19 Maret - 25 April 2025.
Pada tahap pendaftaran, setiap sekolah mengirimkan perwakilan. Mereka mengikuti seleksi tingkat kabupaten hingga sampai tingkat nasional.
Berbagai macam regulasi OSN berfungsi mengatur jalannya proses kegiatan supaya lebih adil, efisien, dan sistematis. Hal ini mencakup panduan pelaksanaan teknis bagi penyelenggara sampai peraturan keikutsertaan peserta OSN.
Lalu jenis-jenis pelanggaran, indikasi, dan sanksi yang diberikan. Kategori pelanggaran OSN Nasional SMA 2025, indikasi, dan sanksinya bisa dipelajari calon peserta maupun satuan pendidikan.
3 Kategori Pelanggaran OSN Nasional SMA 2025 dan Indikasinya
OSN termasuk ajang prestisius yang bertujuan mengembangkan potensi akademik siswa dalam berbagai bidang sains.
Kompetisi tidak hanya menguji kemampuan berpikir kritis dan analitis peserta. Tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, kejujuran, dan integritas akademik.
Agar berjalan dengan adil dan kredibel, setiap peserta harus mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Pelanggaran terhadap aturan dapat berdampak serius, termasuk diskualifikasi dari kompetisi.
Oleh karena itu, setiap peserta perlu memahami berbagai kategori pelanggaran dalam OSN. Berikut 3 macam kategori pelanggaran OSN Nasional SMA 2025 dan indikasinya:
A. Kategori Pelanggaran Ringan
- Peserta didik tidak mengenakan seragam sekolah
- Membawa perangkat komunikasi.
B. Kategori Pelanggaran Sedang
- Berbicara atau bertanya kepada orang di sekitar tanpa izin dari pengawas
- Meninggalkan tempat tanpa izin dari pengawas atau panitia untuk keperluan apa pun.
C. Kategori Pelanggaran Berat
- Menggunakan perangkat yang tidak dierkenankan untuk lomba
- Melakukan plagiasi atau menyontek jawaban dari peserta lain atau sumber lain- Memberikan sontekan jawaban kepada peserta lain
- Melakukan manipulasi atau pemalsuan identitas (joki) sehingga yang mengerjakan soal bukan peserta yang seharusnya
- Mendokumentasikan dan/atau menyebarluaskan soal dan/atau jawaban saat berlangsungnya tes untuk keperluan di luar ketentuan lomba.
Sanksi Pelanggaran OSN Nasional SMA
Untuk menjaga keadilan dalam kompetisi, terdapat aturan yang harus dipatuhi oleh setiap peserta. Jika ada pelanggaran terhadap aturan, maka berpotensi dikenakan sanksi yang sesuai dengan tingkat kesalahan.
Sanksi bertujuan untuk memberikan efek jera dan memastikan bahwa OSN tetap menjadi ajang yang bersih, adil, dan berintegritas.
Berikut sanksi pelanggaran OSN Nasional SMA:
A. Sanksi Pelanggaran Ringan
- Peserta didik diberikan peringatan langsung secara lisan oleh panitia atau pengawas.
B. Sanksi Pelanggaran Sedang
- Peserta didik mendapatkan pengurangan nilai.
C. Sanksi Pelanggaran Berat
- Peserta didik didiskualifikasi dari OSN.
tirto.id - Edusains
Kontributor: Auvry Abeyasa
Penulis: Auvry Abeyasa
Editor: Beni Jo