Antisipasi Macet Lebaran: Cek Peta Rekayasa Lalu Lintas di Jogja

1 day ago 10

tirto.id - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu daerah tujuan wisatawan favorit di Indonesia. Kontras berbeda dengan jalanan kota-kota besar lain yang lengang saat musim liburan, DIY justru diprediksi padat kendaraan dengan kemacetan yang tak terhindarkan.

Wakapolda DIY, Brigjen Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, menyatakan bahwa DIY merupakan destinasi wisata yang menarik kunjungan pelancong. Setidaknya, akan ada 3 juta wisatawan yang masuk ke DIY pada musim Lebaran 2025.

“Kendaraan yang akan masuk [ke DIY selama musim libur Lebaran 2025] kurang lebih 1,5 juta,” sebut Vivid, usai gelar apel di Mapolda DIY, pada Kamis (27/3/2025).

Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Perhubungan (Kabid Dalops Dishub) DIY, Sumariyoto, mengatakan pihaknya telah menjalin koordinasi lintas sektor sejak sebulan lalu dalam mengantisipasi kepadatan lalu lintas di DIY. Antara lain dengan kepolisian, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) DIY, dan Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY.

“Kami seperti statement dari Gubernur [DIY], tidak perlu ada yang dikhawatirkan,” sebut Sumariyoto, dihubungi Tirto pada Senin (24/3/2025).

Dia bilang, kepadatan lalu lintas saat musim liburan merupakan rutinitas yang biasa berlangsung di DIY. Oleh sebab itu, kata Sumariyoto, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY akan memberikan layanan terbaiknya.

“Kami selaku wakil dari Pemprov DIY, menyatakan selamat berkunjung di DIY selamat datang,” katanya.

Sumariyoto pun menyampaikan pesan dari PT Jasa Marga, ada dua ruas jalan dari Tol Jogja-Solo yang akan dioperasionalkan terbatas. Keduanya adalah ruas Klaten-Prambanan dan Prambanan-Tamanmartani. Operasional terbatas ini, akan memudahkan wisatawan masuk ke DIY, terlebih fungsionalnya digratiskan. Namun, dipesankan, agar pengguna tetap memiliki saldo pada kartu tol agar gate dapat dibuka.

“Meski gratis tetap buka pakai kartu tol, itu kemarin jadi macet di fungsional Prambanan (karena ada miss communication),” bebernya.

Beberapa titik yang diprediksi padat adalah jalan Malioboro serta area pantai di Bantul dan Gunungkidul. Sumariyoto turut membeberkan, Pemprov DIY akan memantau arus lalu lintas melalui beberapa pos terpadu. Pemantauan juga dilakukan secara digital mulai dari Pos Prambanan begitu kendaraan masuk ke wilayah DIY.

“Dengan terbangunnya Jalan Jalur Lingkar Selatan (JJLS), saya kira (kawasan Bantul dan Gunungkidul) tidak rawan macet. Dishub Bantul dan Gunungkidul juga sudah siap mendirikan posko,” tandasnya.

Lokasi Parkir Alternatif

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, menyatakan pihaknya menerapkan rekayasa lalu lintas di lingkar Kridosono dengan memasang Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) atau lampu lalu lintas portable di depan SMPN 5 Yogyakarta dan di sisi barat Kridosono atau simpang Legend Cafe.

Lampu lalu lintas itu mengatur arus lalu lintas dari sisi barat dan utara Kridosono. Agus menyebut penempatan APILL portable di depan SMPN 5 Yogya untuk memisahkan konflik lalu lintas kendaraan dari Jalan Suroto dan lingkar Kridosono.

Agus pun mengaku telah menyiapkan dua taman parkir alternatif bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Malioboro, yaitu di lapangan Amongraga dan Stadion Mandala Krida. Kapasitas masing-masing, adalah 130-150 mobil di Amongraga, dan 500 mobil di Mandala Krida.

“Kami sudah pasang spanduk informasi parkir Amongraga di exit tol Tamanmartani Kalasan, jalan Magelang, jalan Wates, jalan Godean, jalan Wonosari, dan dari arah Solo di Prambanan,” kata Agus, pada Jumat (21/3/2025).

Agus pun membeberkan, tarif parkir di Amongraga dan Mandala Krida khusus untuk kendaraan roda empat. Dengan parkir di lokasi ini, diharapkan wisatawan tidak perlu berputar-putar di Malioboro untuk mencari tempat parkir. Sebab, tarif yang dikenakan flat Rp10.000. Selain itu, Pemkot telah menyediakan fasilitas shuttle bus untuk mengantar wisatawan ke Titik Nol Kilometer dengan tarif Rp8.000.

Lalu Lintas DIY di Musim LebaranSebuah truk melintas di jalur yang terpasang rambu larangan bus lewat. tirto.id/Siti Fatimah

Pemkab Bantul Batasi Bus Akses Jalur Rawan Kecelakaan

Kepala Dishub Kabupaten Bantul, Singgih Riyadi, prediksi jumlah kendaraan yang masuk ke Kabupaten Bantul sekitar 700 ribu kendaraan. Dia mengasumsikan, setiap kendaraan diisi tiga orang atau lebih, maka mobilitas pemudik yang masuk ke daerah dengan julukan Bumi Projotamansari adalah sekitar 2 juta orang.

Dishub Kabupaten Bantul menyiapkan manajemen lalu lintas guna mengelola peningkatan volume kendaraan selama libur Lebaran. Salah satunya, membatasi akses jalan bagi bus untuk jalur yang rawan kecelakaan.

“Untuk jalur Cinomati (penghubung Pleret-Dlingo) kami tutup untuk kendaraan besar seperti bus dan truk skala besar. Di sana juga sudah kami lengkapi dengan rambu-rambu,” jelas Singgih, Selasa (25/3/2025).

Selain itu, untuk mengatasi lonjakan wisatawan yang akan berkunjung ke pantai, Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul akan menyiapkan 13 titik Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) sementara di kawasan pantai yang ada di Kabupaten Bantul untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung selama libur Lebaran.

Dengan berbagai langkah strategis yang telah disiapkan ini, Pemerintah Kabupaten Bantul berharap masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1446 H dengan aman, nyaman, dan lancar. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan dan arahan dari petugas guna memastikan kelancaran selama periode libur Lebaran.

Jalankan Integrasi Antarterminal

Terminal Giwangan, merupakan salah satu terminal tersibuk di Pulau Jawa. Bahkan, menjadi terminal dengan kedatangan tertinggi selama musim libur Lebaran 2025. Kepala Terminal Giwangan Yogyakarta Sigit Saryanto mengatakan, bahkan terminalnya menjadi jujukan bus dari Pulau Sumatra, antara lain dari kota Palembang, Pekanbaru, dan Medan.

Sigit mengemukakan, pada situasi normal Terminal Giwangan melayani sekitar 600-700 bus per hari. Namun diprediksi, akan masuk sekitar 800-900 bus ke Terminal Giwangan pada musim mudik Lebaran 2025.

Sementara untuk penumpang, pada situasi normal jumlah yang terlayani sekitar 8.000 orang per hari. “Itu nanti kalau musim Lebaran bisa menyentuh 25.000 bahkan bisa sampai 27.000,” ungkap Sigit.

Dalam memudahkan manajemen terminal, Sigit mengaku telah menjalankan aplikasi Terminal Online Sistem (TOS). Aplikasi ini memuat operasional, pengawasan, dan pelayanan 11 terminal di Jawa.

“kami sudah uji coba. Memang efeknya banyak, di situ dari segi pengawasan juga terlihat. Bus yang KIR mati atau masa berlaku kartu pengawasan (KP) habis langsung kelihatan. Teman-teman tinggal menindak saja dari pos pendataan langsung calling ke operasional ramp check. Tim ramp check yang akan eksekusi untuk penindakan,” tandasnya.


tirto.id - News

Kontributor: Siti Fatimah
Penulis: Siti Fatimah
Editor: Anggun P Situmorang

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |