Bali Dibanjiri Wisatawan saat Libur Lebaran 2025

1 day ago 12

tirto.id - Pada libur Idulfitri 1446 Hijriah, sejumlah tempat wisata di Bali, dipadati pengunjung. Ribuan wisatawan domestik dan mancanegara tampak memadati pintu-pintu masuk, seperti Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Padang Bai, Pelabuhan Benoa, dan Terminal Mengwi.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali per 1 April 2025, jumlah penumpang yang masuk melalui terminal domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai berjumlah 140.322 orang, sedangkan terminal internasional mencatat sejumlah 201.458 orang memasuki Pulau Dewata.

Untuk pelabuhan, tercatat sejumlah 266.078 orang datang dari Pelabuhan Gilimanuk, 17.178 orang dari Pelabuhan Padang Bai, dan 4.033 orang dari Pelabuhan Benoa. Terakhir, penumpang yang masuk melalui Terminal Mengwi berjumlah 8.730 orang.

Salah satu destinasi wisata yang ramai diserbu pengunjung adalah Garuda Wisnu Kencana (GWK). Patung karya Nyoman Nuarta ini merupakan ikon pariwisata yang terkenal di Bali.

Berdasarkan pantauan kontributor Tirto di lokasi, Kamis (2/4/2025), tampak wisatawan berkerumun memasuki pintu masuk GWK. Mereka lantas menaiki anak tangga menuju ke destinasi-destinasi favorit seperti Plaza Kura-Kura dan Patung GWK.

Satri dari Probolinggo, salah satu pengunjung mengakui memutuskan untuk berwisata ke GWK usai mendengar penuturan dari keluarga dan rekannya yang lebih dahulu berkunjung. Di kunjungan perdananya ini, dia membawa serta rombongan keluarganya dalam satu bus.

“Sangat indah dan bagus. Saya baru pertama kali datang ke sini. Pelayanannya sungguh ideal, ramah tamah, dan saya masuk ke sini jadi happy,” ucapnya ketika ditemui Tirto di lokasi, Rabu.

Satri mengunjungi Patung GWK karena merupakan ikon Bali. Dia juga tak lupa mengabadikan momen sekaligus menikmati keindahan yang tersuguh di Plaza Wisnu. Rencananya, dia akan menghabiskan waktu hingga akhir pekan, sebelum kembali bekerja pada Senin pekan depan.

Sementara itu, Operation Director GWK Cultural Park, Rossie Andriani, mengatakan kunjungan wisatawan domestik mengalami peningkatan yang signifikan pada momen libur Lebaran. Angka kunjungan diprediksi akan memuncak pada Sabtu (4/4/2025).

“Kunjungan di GWK Cultural Park, sebanyak 85 persen adalah pengunjung dari domestik, 15 persennya dari mancanegara, dengan rata-rata kunjungan di hari biasa sekitar 3.000 orang. Sebelum Idulfitri itu sempat low season karena jadwalnya puasa, tetapi tiga hari terakhir kunjungan wisata sudah mulai meningkat,” terang Rossie di lokasi.

Rossie mengatakan bahwa kunjungan mengalami kenaikan ke angka 5.000 pengunjung setelah memasuki periode libur Idulfitri. Namun, bertepatan dengan festival ogoh-ogoh yang digelar hari ini, angka wisatawan melonjak hingga 9.000 pengunjung. Wisatawan antusias menonton pertunjukkan ogoh-ogoh dan tari kecak. Selain itu, destinasi paling ramai yang dikunjungi adalah Patung GWK, sebab wisatawan dapat melihat Bali dari lantai ke-23.

“Patung GWK adalah yang ikonik karena merupakan patung tertinggi nomor empat di dunia dengan ketinggian 121 meter dan patung terlebar di dunia. Itu adalah tempat yang paling ikonik. Plaza Wisnu yang Dewa Wisnu setengah badan juga merupakan yang ikonik,” ucapnya.

Untuk transportasi, pihak GWK telah menyiapkan shuttle bus yang akan mengantar pengunjung dari tempat parkir menuju Plaza Bhagawan atau tempat tiket. Ketika telah memasuki kawasan Cultural Park di GWK, pengunjung juga dapat membayar sebesar Rp40.000 untuk beranjak dari Plaza Bhagawan menuju Patung GWK dan Festival Park dengan menggunakan buggy shuttle service.

Dalam rangka meningkatkan jumlah pengunjung di tengah situasi pariwisata Bali yang fluktuatif, GWK menggunakan beberapa channel atau platform untuk promosi, seperti sosial media, memanggil KOL (key opinion leaders), serta membuka stan exhibition di Terminal Kedatangan Bandara Ngurah Rai dan tempat belanja Beachwalk. Kerja sama dengan agen perjalanan wisata dan hotel digencarkan untuk memperkenalkan GWK sebagai tempat wisata budaya di Bali.

“Kami terus berusaha meningkatkan pelayanan dan kenyamanan di kawasan wisata. Itu penting karena bagaimana pun, wisatawan yang datang ke GWK harus merasa nyaman, aman, dan jauh dari gangguan atau kejahatan,” kata Rosie.

Wisatawan juga akan disuguhkan dengan berbagai acara utama dalam periode libur Lebaran, seperti Baraong yang merupakan pertunjukan satu-satunya di Bali yang menghadirkan lima sosok Barong Bali dalam satu panggung. Rossie menambahkan, GWK menyuguhkan 15 pertunjukan kesenian Bali di amfiteater setiap harinya untuk melestarikan seni dan budaya Bali.

“Lalu, ada festival ogoh-ogoh yang menjadi ajang kolaborasi dan kompetisi dari komunitas seni, banjar, dan Sekaa Teruna di Bali. Tahun ini, GWK bekerja sama dan mengundang banjar dari Kabupaten Badung. Ada 13 ogoh-ogoh yang berparade di tanggal 2 April dan ogoh-ogoh tersebut akan dipamerkan selama lebih dari 1 bulan. Kami juga melibatkan UMKM lokal di MyMelali Market, menjual baik makanan maupun produk,” tutupnya.


tirto.id - Sosial budaya

Kontributor: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |