Ciamis Kota Terbersih ASEAN, Kok Disidak Menteri Lingkungan Hidup?

1 day ago 8

harapanrakyat.com,- Predikat sebagai kota terbersih tingkat ASEAN tak membuat Kabupaten Ciamis luput dari pengawasan pemerintah pusat. Justru karena dianggap paling potensial menjadi contoh nasional, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik pengelolaan sampah di wilayah Ciamis, Minggu (1/6/2026).

Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan klaim keberhasilan pengelolaan sampah di Ciamis benar-benar berjalan hingga ke tingkat permukiman warga. Dalam kegiatan itu, Menteri Lingkungan Hidup mendatangi sejumlah lokasi mulai dari wilayah Bolenglang, Kelurahan Kertasari, Pasar Bojong di Desa Bojongmengger, Bank Sampah Ciamis, hingga Pasar Manis Ciamis.

Baca Juga: Jalan Licin Akibat Hujan, Truk Hantam Pohon di Pamarican Ciamis

Menariknya, sidak dilakukan tanpa pendamping pejabat Pemerintah Kabupaten Ciamis. Di salah satu permukiman, Menteri Lingkungan Hidup bahkan mendengarkan langsung pengakuan warga terkait pengelolaan sampah, termasuk praktik membuang sampah ke sungai.

“Secara prinsipil, berdasarkan kerangka penilaian tata kelola sampah nasional, Kabupaten Ciamis ini merupakan satu-satunya dari 514 kabupaten/kota yang memiliki nilai tertinggi berdasarkan pantauan selama satu tahun,” ujar Hanif Faisol Nurofiq kepada awak media usai mengunjungi Bank Sampah Ciamis.

Hanif menjelaskan, tempat pembuangan akhir (TPA) Kabupaten Ciamis telah menerapkan sistem controlled landfill, sehingga nilainya relatif tinggi. Selain itu, penilaian juga mencakup aspek sistem anggaran, sumber daya manusia, serta ketersediaan fasilitas pendukung.

“Semua kabupaten/kota dinilai dengan parameter yang sama. Mulai dari keberadaan bank sampah induk, bank sampah unit, TPS3R, hingga TPST. Dan secara nasional, ini semua dihitung,” tuturnya.

Ciamis Kota Terbersih Berpotensi Raih Penghargaan Adipura

Menurut Hanif, dengan capaian tersebut Ciamis berpotensi mendapatkan reward sebagai kota bersih atau meraih penghargaan Adipura. Namun, sebelum penghargaan diberikan, pihaknya perlu melakukan cross check langsung ke sudut-sudut kota.

“Di beberapa sudut kota masih ada hal yang harus ditingkatkan oleh Bupati Ciamis dan jajarannya. Tetapi secara teknis harus diakui, hampir di seluruh komponen desa dan masyarakat Ciamis sudah melakukan pemilahan sampah,” katanya.

Baca Juga: Perpustakaan Masjid Agung Ciamis Hadirkan Program Gelar Baca Aksara Literasi

Hanif menambahkan, kesadaran masyarakat Ciamis dalam memilah sampah sudah terbentuk, bahkan di permukiman dengan rumah berukuran kecil.

“Tadi kita lihat langsung warga, meski rumahnya kecil, sudah memilah sampah. Ketika ditanya alasannya, karena sampahnya bisa dijual. Kita cek ke desa lain, pemilahan sampah sudah berjalan,” ujarnya.

Meski demikian, Hanif mengakui masih ditemukan praktik pembakaran sampah dan pembuangan sampah ke sungai. Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk menyempurnakan pengelolaan sampah secara menyeluruh.

“Kami dari Kementerian Lingkungan Hidup ingin ada satu kabupaten yang benar-benar paripurna dalam pengelolaan sampah. Masa dari 287 juta penduduk Indonesia tidak ada satu pun kabupaten yang mampu mengecilkan sampah,” ucapnya.

Hanif berharap, apa yang dibangun Ciamis dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain di Indonesia.

“Kalau Ciamis yang seperti ini bisa, kota-kota yang lebih kaya seharusnya lebih bisa. Saya harapkan Ciamis menjadi trigger dan martir untuk mengurai persoalan darurat sampah nasional,” terangnya.

Bupati Ciamis Akui Masih Ada Kekurangan Pengelolaan Sampah

Sementara itu, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengakui masih banyak keterbatasan dalam pengelolaan sampah di daerahnya. “Apa yang disampaikan Bapak Menteri memang betul. Masih banyak kekurangan dan kelemahan. Kami baru punya mimpi dan niat menjadikan Ciamis kota bersih, sementara dengan keterbatasan kami hampir tidak bisa bergerak,” katanya.

Menurut Herdiat, keterbatasan anggaran membuat Pemkab Ciamis belum mampu menerapkan teknologi pengolahan sampah berbasis mesin. Karena itu, pihaknya lebih menekankan perubahan perilaku masyarakat.

Baca Juga: PSGC Ciamis Melaju ke Semifinal Liga Nusantara, Balad Galuh; Harapan Promosi ke Liga 2 Terbuka

“Kami tidak mampu jika harus digitalisasi atau menggunakan mesin pengelolaan sampah. Maka yang bisa kami lakukan hanya mengajak masyarakat membiasakan memilah sampah dari rumah,” pungkasnya. (Feri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |