Daftar Organisasi Islam di Indonesia dan Sejarah Singkatnya

3 hours ago 3

tirto.id - Organisasi Islam di Indonesia menjadi salah satu bukti sejarah keberadaan dan pemikiran agama ini. Sejak pertama kali didirikan, setiap organisasi keagamaan di Indonesia punya tujuan masing-masing.

Adapun kemunculan organisasi Islam di Nusantara tidak dapat dilepaskan dari peristiwa sejarah penjajahan Belanda. Sebagai salah satu bentuk imperialisme bangsa Barat, cara main ini tentu tidak diterima masyarakat lokal.

Para kaum muslim pun berencana untuk mewujudkan sistem peradaban modern, namun tetap mempertahankan ajaran Islam di dalamnya. Gerakan ini juga menghasilkan organisasi-organisasi yang lebih terencana.

Daftar Organisasi Islam di Indonesia

Tidak semua organisasi Islam di Indonesia yang muncul karena masa pembaharuan dapat bertahan. Namun, ada dua contoh organisasi Islam yang masih eksis hingga kini seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).

Berikut ini organisasi aliran Islam di Indonesia dan sejarah singkatnya.

1. Jam'iyyat Al Khayr

Jam'iyyat Al Khayr atau Jamiat Kheir merupakan organisasi pendidikan modern yang didirikan Sayid Muhammad Al-Fakhir ibn 'Abd Al Rahman Al Masyhur, Sayid Muhammad ibn 'Abd Allah ibn Sihab, Sayid Idrus ibn Ahmad ibn Sihab, dan Sayid Shaykhan ibn Sihab.

Didirikan pada 17 Juli 1905 di Jakarta, Jam'iyyat Al Khayr berfokus pada pendidikan dasar yang mendatangkan guru-guru dari Tunisia, Sudan, Maroko, Mesir, dan Arab. Beberapa tokoh Indonesia yang lahir dari organisasi ini seperti KH. Ahmad Dahlan, H.O.S. Tjokroaminoto, H. Samanhudi, dan H. Agus Salim.

2. Sarekat Islam

Sarekat Islam merupakan organisasi massa tertua di Indonesia yang didirikan oleh Haji Samanhudi. Pada 16 Oktober 1905 silam, Sarekat Islam pertama-tama dibentuk dengan nama Sarekat Dagang Islam.

Adapun Sarekat Islam didirikan sebagai wadah perkumpulan dan pergerakan para pedagang muslim pribumi. Namun setelah Kongres Sarekat Islam Pertama, gerakannya juga mencakup aspek sosial, politik, ekonomi, pendidikan, dan keagamaan.

Contohnya pada 1920, Sarekat Islam sempat menjadi Partai Syarikat Islam Indonesia. Setelah berubah nama dan mengalami pasang surut, organisasi Islam ini kembali menyandang gelar ormas pada 2003 silam.

3. Persatuan Umat Islam

Persatuan Umat Islam (PUI) merupakan organisasi yang didirikan K.H. Abdul Halim, K.H. Ahmad Sanusi, dan Mr. R. Syamsuddin pada 21 Desember 1917. Organisasi ini didirikan dari dua organisasi Islam di Jawa Barat.

Di antaranya berasal dari persatuan organisasi Persyarikatan Umat Islam dan Al-Ittihad Al-Islamiyah. Setelah berdiri, PUI mendirikan beberapa sekolah dan pondok pesantren di Jawa Barat.

Adapun institusi pendidikan ormas ini sudah mencapai angka 5.086 lembaga. Berdasarkan data terbaru di laman resmi ormas, kini mereka memiliki jumlah anggota mencapai 20.670.225 orang.

4. Muhammadiyah

Muhammadiyah merupakan organisasi Islam yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan di Kampung Kauman, Yogyakarta. Pendirian tersebut bertanggal 18 November 1912 atau 8 Dzulhijjah 1330 H dalam tahun Islam.

Seiring dengan perkembangannya, Muhammadiyah tumbuh menjadi salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia. Bahkan, organisasi mereka juga turut membangun fasilitas berupa sekolah dan rumah sakit.

Adapun jumlah anggota Muhammadiyah per 2019 silam tercatat ada sekitar 60 juta orang. Organisasi Islam di Indonesia ini bisa dianggap paling besar kedua, tepat di bawah Nahdlatul Ulama.

5. Al-Irsyad Al-Islamiyyah

Al-Irsyad Al-Islamiyyah (Jam’iyat al-Islah wal Irsyad al-Islamiyyah) merupakan himpunan yang didirikan oleh tokoh sentral Syeikh Ahmad Surkati Al-Anshari. Ormas ini dibentuk pada 6 September 1914 atau 15 Syawal 1332 H di Jakarta.

Pendirian Al-Irsyad Al-Islamiyyah bertujuan memurnikan tauhid, ibadah, dan amaliyah Islam. Dalam mengimplementasikan tujuan itu, Al-Irsyad Al-Islamiyyah bergerak melalui bidang pendidikan dan dakwah.

Perkembangan organisasi ini dapat dipantau dari jumlah cabangnya yang bertambah jadi 14 pada 1985 silam. Sejak saat itu, organisasi keagamaan di Indonesia tersebut kini memiliki puluhan cabang baru.

6. Persatuan Islam

Persatuan Islam (PERSIS) merupakan organisasi Islam yang didirikan sekelompok muslim pimpinan Haji Zamzam dan Haji Muhammad Yunus. Pendirian ormas ini dilakukan di Bandung pada 12 September 1923.

Tujuan organisasi ini adalah memberikan pemahaman Islam sesuai ajaran Rasulullah dan berpandangan berbeda dari pemahaman Islam tradisional yang telah becampur budaya lokal. Begitu pula terhadap mereka yang sikapnya taklid buta, tidak kritis, dan enggan memperdalam Islam melalui hadits sahih.

Dalam artikel tulisan Dilan Imam Adilan yang termuat di Al Adyan: Journal of Religious Studies (Vol. 1, No. 2, 2020), PERSIS saat itu anggotanya sudah mencapai 500.000 orang. Jumlah ini terbilang kecil, jika dibandingkan dengan ormas lain yang lahir semasa.

7. Nahdlatul Ulama

Nahdlatul Ulama merupakan organisasi Islam yang didirikan oleh sejumlah kiai di Kota Surabaya. Tepat berdiri pada 31 Januari 1926 atau 16 Rajab 1334 Hijriah silam, KH Hasyim Asyari punya andil sebagai tokoh sentralnya.

Pendirian NU bertujuan untuk mengembangkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Mereka juga turut melindungi ajaran agama tersebut, sehingga bisa bebas dari penyimpangan kaum pembaharuan Islam.

Dilansir dari laman NU Online, berdasarkan data survei SMRC untuk Pilpres 2024, anggota aliran Islam di Indonesia ini mencapai angka 80 juta. Perhitungan ini menunjukkan bahwa NU menjadi salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia.

8. Hidayatullah

Ormas Hidayatullah telah dibentuk sejak 5 Februari 1973 atau 1 Muharram 1393, seperti dikutip dari laman resminya. Bermula dari sebuah pesantren di wilayah Karang Bugis, Kalimantan Timur, kini organisasi itu berkembang.

Seiring dengan perkembangannya, ormas keagamaan di Indonesia ini kerap mengadakan dakwah-dakwah ke wilayah terpencil. Untuk menerapkan langkah tersebut, organisasi mengirimkan para santi didikannya.

Berdasarkan data resmi situs, kini Hidayatullah sudah memiliki 38 Dewan Pengurus Wilayah (DPW) di berbagia provinsi. Ada pula 418 Dewan Pengurus Daerah (DPD) untuk tingkat kabupaten/kota dan 420 Dewan Pengurus Cabang (DPC) di tingkat kecamatan.

9. Wahdah Islamiyah

Organisasi Islam di Indonesia bernama Wahdah Islamiyah bisa dibilang sebagai generasi baru, mengingat beberapa ormas lain sudah ada sebelum kemerdekaan. Ormas ini didirikan pada 18 Juni 1988.

Pada awalnya, organisasi kegamaan di Indonesia ini merupakan Yayasan Fathul Muin (YFM). Lantaran perkembangannya melonjak pada awal tahun 2000-an, pihaknya memutuskan untuk berubah jadi ormas.

Mengutip “Pendidikan Kader Da’i Ormas Wahdah Islamiyah Melalui Halaqah Tarbiyah” (Jurnal Pendidikan Islam: A’dibuna, Vol. 9, No. 2, 2002), anggota kadernya pada 2002 silam mencapai 40.000 orang.

10. Al Washliyah

Mengutip informasi resmi ormas, organisasi Islam di Indonesia ini didirikan di Kota Medan, Sumatera Utara, pada 9 Rajab 1349 H atau 30 November 1930. Ketika masa penjajahan Belanda, organisasi ini berdiri untuk mempersatukan umat yang terpisah maupun beda pemikiran.

Jika kita melihat misi organisasi, aliran Islam di Indonesia tersebut memfokuskan kegiatan di bagian sosial, pendidikan agama, dan ekonomi. Contohnya dengan pembangunan perekonomian dan lembaga amal syariat.


tirto.id - Pendidikan

Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Dhita Koesno
Penyelaras: Yuda Prinada

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |