harapanrakyat.com,- Dinas Pendidikan (Disdik) Ciamis berencana akan melakukan merger atau penggabungan terhadap sejumlah sekolah, terutama yang berdekatan lokasinya. Namun Disdik menggarisbawahi, bahwa rencana merger ini bukan semata-mata karena minimnya jumlah siswa, melainkan dipicu oleh faktor lainnya.
Baca Juga: SPMB SD Ciamis 2026 Ditutup, Ada 4 Sekolah Negeri yang Dapat 1 Murid Baru
Kepala Disdik Ciamis, Erwan Darmawan menegaskan, pemetaan terhadap sekolah-sekolah yang berpotensi untuk di-merger sudah selesai dilakukan. ”Kalau kebijakan merger itu murni karena pada saat ini Ciamis kekurangan guru. Jadi kebijakan ini hanya untuk sekolah-sekolah yang berdekatan,” jelasnya, Senin (29/6/2026).
Merger Sekolah Dasar Tidak Sembarangan, Ini Faktor yang Mempertimbangkannya
Menurutnya, proses merger sekolah tidak bisa dilakukan sembarangan. Pihaknya sangat mempertimbangkan faktor geografis dan psikologis anak-anak, terutama siswa kelas 1 Sekolah Dasar (SD).
Sekolah-sekolah yang berada dalam satu lingkungan atau kompleks yang sama, akan diproses untuk di-merger secepatnya. SD yang berjarak sekitar 100 hingga 200 meter masih dalam tahap pengkajian mendalam.
“Bayangkan anak kelas 1 untuk pindah 100 meter atau 200 meter, juga kita pertimbangkan seperti itu,” tambahnya.
Baca Juga: Jamin Hak Pendidikan, Pemprov Jawa Barat Matangkan Anggaran SSK
Namun jika sekolah yang kekurangan murid tersebut lokasinya berjauhan dengan sekolah lain, Disdik Ciamis memastikan tidak akan mengambil kebijakan merger.
Meski Ada SD Hanya Dapat 1 Murid, Hak Belajar Siswa Dijamin Tetap Aman
Sebelumnya, pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Ciamis telah ditutup. Hasilnya, ada beberapa SD negeri yang hanya mendapatkan satu orang pendaftar.
Terkait adanya sekolah yang hanya menerima satu orang murid pada SPMB 2026, Erwan menjamin hak pendidikan anak tersebut tidak akan terabaikan. Pelayanan pendidikan di Ciamis akan tetap didekatkan kepada masyarakat.
”Meskipun satu orang, tetap kita perhatikan, dilayani secara maksimal. Tetap saja pelayanan itu didekatkan dengan masyarakat. Meskipun satu orang, tetapi SD yang lain jauh, kita tetap layani,” tegasnya.
Secara umum, Erwan menyebutkan PPDB tahun ini relatif berjalan dengan lancar. Minimnya siswa di beberapa SD negeri dinilai sebagai dinamika dari pilihan rasional orang tua dan pergeseran demografi. Jadi, bukan karena masalah infrastruktur atau kerusakan bangunan sekolah.
”Itu pilihan. Mangga (silakan) orang tua untuk memilih di sekolah negeri, sekolah swasta, ataupun MI. Kita sudah mempromosikan, sosialisasi, pelayanan kita sudah maksimal,” kata Erwan.
Erwan mengajak seluruh lapisan masyarakat dan media massa untuk berkolaborasi menyisir wilayah Ciamis. Memastikan tidak ada anak usia 6 sampai 7 tahun yang putus sekolah.
Baca Juga: Kesenjangan Fasilitas hingga Ancaman Merger Sekolah Disorot DPRD Kota Banjar
”Yang penting ke teman-teman, ke masyarakat juga, tolong dicarikan anak yang usia 6 sampai 7 tahun yang belum bersekolah. Itu yang harus kita pikirkan! Kita harus mengajak mereka jangan sampai mereka terlambat tidak sekolah di usianya. Di manapun sekolahnya, kita ajak lagi,” pungkasnya. (Ferry/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

2 hours ago
9
















































