Gerakan Pangan Murah di Desa Buniseuri, DPKP Ciamis Ajak Warga Terapkan Pola Makan B2SA

4 hours ago 10

harapanrakyat.com,- Milangkala ke-224 Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, tahun ini tidak sekadar dirayakan dengan seremoni simbolis. Di Lapangan Desa Buniseuri, Jumat (26/6/2026), ribuan warga Desa Buniseuri justru diajak untuk melakukan “refleksi pangan” melalui Gerakan Pangan Murah, yang diinisiasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ciamis.

Baca Juga: Hadapi El Nino, Ciamis Geber Gerakan Tanam Padi Serentak Demi Ketahanan Pangan

Bagi warga setempat, kehadiran gerai pangan murah di tengah perayaan milangkala menjadi oase di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. Beras, minyak goreng, gula pasir, hingga telur disediakan dengan harga yang lebih terjangkau. Hal itu menjadi bukti nyata, kehadiran pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan di tingkat konsumen.

Namun, di balik riuhnya transaksi pangan murah, DPKP Kabupaten Ciamis membawa pesan yang lebih substansial, yaitu transformasi pola konsumsi masyarakat.

Baca Juga: Ciamis Perkuat SDM Pertanian, Puluhan Penyuluh dan Petani Ikuti Pelatihan hingga Sertifikasi Kompetensi

Gerakan Pangan Murah di Desa Buniseuri, Mengubah Paradigma dari “Asal Kenyang” ke B2SA

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ciamis, Ape Ruswandana menjelaskan, bahwa dalam helatan tersebut, pihaknya tidak hanya berperan sebagai penyedia barang, tetapi juga sebagai pendidik. Edukasi mengenai pola konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) berbasis pangan lokal, menjadi menu utama yang disuguhkan kepada warga.

Pemerintah ingin memutus ketergantungan masyarakat pada satu jenis karbohidrat saja. Melalui kampanye ini, warga didorong untuk kembali melirik potensi pangan lokal yang tersedia di pekarangan maupun lahan desa.

“Pendekatan ini bukan sekadar anjuran kesehatan. Melainkan juga strategi jangka panjang untuk menciptakan ketahanan pangan yang tangguh mulai dari dapur keluarga,” jelasnya kepada Harapan Rakyat, Senin (29/6/2026).

Tak berhenti pada pemenuhan gizi, dalam gerakan pangan murah di Desa Buniseuri, DPKP juga menyisipkan kampanye Stop Boros Pangan. Dalam sesi sosialisasi kepada masyarakat, isu mengenai besarnya limbah makanan di tingkat rumah tangga dikupas secara tuntas.

“Seringkali kita abai bahwa makanan yang terbuang sia-sia adalah kerugian besar, baik secara ekonomi maupun ekologi. Bijak mengelola pangan dengan merencanakan konsumsi sesuai kebutuhan adalah bentuk nyata kepedulian kita, terhadap ketersediaan pangan masa depan,” ujarnya.

Memadukan perayaan tradisi dengan edukasi ketahanan pangan adalah langkah strategis. Milangkala ke-224 Desa Buniseuri bukan lagi sekadar peringatan sejarah, melainkan momentum bagi masyarakat untuk berbenah dalam pola konsumsi dan pola pikir (mindset) terhadap sumber daya pangan.

Baca Juga: Ikuti Panen Raya Jagung Serentak di Baregbeg, Dukungan DPKP Ciamis untuk Program Asta Cita Presiden

Dengan mengintegrasikan Gerakan Pangan Murah, edukasi gizi, dan manajemen limbah pangan, DPKP Kabupaten Ciamis berhasil mengubah panggung milangkala Desa Buniseuri menjadi ruang kelas terbuka. “Harapannya, kesadaran akan pentingnya pangan sehat dan bijak tidak berakhir saat panggung perayaan dibongkar, melainkan menetap di setiap meja makan warga Buniseuri,” pungkasnya. (Fahmi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |