Kronologi Kasus Rendang Willie Salim & Larangan ke Palembang

1 week ago 59

tirto.id - Kreator konten Willie Salim menjadi topik hangat di media sosial setelah dirinya mengunggah konten kehilangan rendang saat masak besar di Palembang. Unggahan Willie ini menyulut reaksi dari warga Palembang yang membuat sang selebgram dilarang ke Palembang seumur hidupnya. Bagaimana kronologinya?

Willie Salim adalah content creator yang aktif membagikan video-video bertema membantu orang di akun media sosialnya, seperti konten bagi-bagi uang, bagi-bagi handphone, dan yang terbaru adalah konten masak besar untuk warga. Willie mengunjungi Palembang dan memutuskan untuk masak rendang bagi warga Palembang dengan menggunakan daging sapi yang di kontennya tertulis dari 1 ekor sapi.

Kronologi Kasus Rendang Willie Salim hingga Dilarang ke Palembang

Kejadian bermula ketika Willie Salim mengunggah YouTube Shorts di akunnya @williesalim dengan caption “Rendang Hilang” pada 21 Maret 2025. Willie yang sebelumnya juga mengunggah konten serupa yang memperlihatkan bagaimana ia membuat konten masak besar di Palembang dengan menu rendang, tiba-tiba disusul konten berikutnya yang memperlihatkan rendang tersebut raib bahkan sebelum matang, tentu membuat heboh warganet.

Di video tersebut, Willie mengatakan jika ia pergi ke toilet sebentar meninggalkan satu wajan besar berisi daging rendang 1 ekor sapi yang belum selesai dimasak. Ketika kembali, Willie kaget mendapati tidak ada daging bersisa di kuali besarnya itu.

Willie kemudian bertanya pada aparat yang sengaja dijagakan Willie di lokasi tempat ia memasak. Aparat tersebut menceritakan jika warga antusias dalam mencicipi masakan Willie. Massa yang diperkirakan ribuan itu mengambil rendang dengan media seadanya ketika Willie sedang tidak berada di tempat.

“Ini aku tinggal bentar ke toilet, tiba-tiba ilang. Gimana ceritanya pak?” tanya Willie ke aparat.

“Tadi saya larang, takut nanti ada apa-apa. Kondisi kompor masih panas. Jangan sampai anak-anak terkena kuah panasnya. Tapi alhamdulillah kita sudah berusaha semaksimal mungkin, lenyap seketika. Gak sampai 1 menit. Ludes!” papar sang aparat.

Willie masih tidak bisa percaya siapa yang mengambil rendang sebanyak itu. Namun aparat dan orang yang dipercaya Willie untuk mengamankan tempat mengaku tidak dapat menghalangi dan mengarahkan antusiasme warga yang ingin mengambil rendang itu meskipun belum matang.

Konten Willie Salim yang kehilangan rendang 1 ekor sapi ini mendapat tanggapan beragam dari warganet dan juga kelompok masyarakat Palembang, termasuk pembawa acara senior asal Palembang, Helmy Yahya.

“Masalahnya orang menduga ini settingan. Ekspresi mukamu nggak terlalu kaget juga. Menurut saya nggak bisa begitu sebagai content creator, pikirkanlah. Nggak semua yang kita lakukan demi mengejar konten, demi mengejar views kita melakukan hal-hal semacam ini.” kata Helmy di unggahan Instagramnya @helmyyahya.

“Apa yang dilakukan sekarang, itu mempermalukan sebagian orang-orang Palembang. Nggak segitunya kali orang Palembang. Tercitrakan ini kan masalah persepsi, wah orang Palembang nggak bisa diatur, rakus, yang belum matang aja diserbu habis, ada yang bawa ember juga. Sehingga orang banyak menduga ini settingan,” papar adik Tantowi Yahya itu.

Polemik rendang Willie Salim ini juga didengar Kesultanan Palembang. Lewat sebuah maklumat yang dibacakan oleh Sultan Mahmud Badaruddin IV, Kesultanan Palembang mendesak Willie Salim untuk melakukan klarifikasi atas videonya tersebut.

Klarifikasi yang dimaksud bukan hanya sebatas permintaan maaf di media sosial, namun juga permintaan maaf resmi sesuai adat Palembang. Willie juga harus menghapus semua video yang berkaitan dengan masak rendang di Palembang di semua akun media sosialnya.

Yang lebih parah, Sultan Mahmud Badaruddin IV juga menegaskan jika Kesultanan Palembang melarang Willie Salim untuk menginjakkan kakinya di Palembang seumur hidupnya.

“Atas nama Kesultanan Palembang Darussalam dan segenap masyarakat Palembang, menyatakan kutukan kepada Willie Salim, dan mengharamkan kedatangannya ke Palembang sepanjang umur hidupnya,” tegas Sultan Mahmud Badaruddin IV, dikutip Kompas (25/3).


tirto.id - Aktual dan Tren

Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |