harapanrakyat.com,- Kawasan Sport Center Tadjimalela, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, kini disulap menjadi galeri terbuka dengan adanya Lomba Mural Nasional yang berlangsung pada 1–7 Februari 2026.
Kegiatan ini menghadirkan puluhan muralis dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengekspresikan kreativitas, sekaligus memperkenalkan identitas Kabupaten Sumedang melalui seni rupa.
Tak hanya diikuti seniman lokal, lomba mural tingkat Nasional ini juga menarik minat muralis dari sejumlah kota besar seperti Yogyakarta, Magelang, Semarang, Jakarta, Bekasi, Bandung, hingga Subang.
Kehadiran para seniman dari luar daerah ini membawa ragam sudut pandang baru dalam mengangkat sejarah, budaya, serta potensi unggulan Sumedang.
Baca Juga: Seni Tradisional Khas Sumedang Sambut Kunjungan Delegasi Kedutaan Kuwait
Lomba Mural Nasional di Sumedang Tampilkan Kekayaan Daerah
Dinding-dinding di sekitar Sport Center Tadjimalela perlahan dipenuhi lukisan mural yang menampilkan kekayaan daerah. Mulai dari nilai historis, kesenian, olahraga, hingga kuliner khas.
Salah satu peserta asal Magelang, Yoyo, mengaku terinspirasi oleh identitas Sumedang dalam karya yang tengah digarapnya. Ia menggambarkan sejumlah ikon daerah Sumedang seperti Kereta Naga Paksi, Tugu Binokasih, serta tahu Sumedang yang menggunakan bungkus bongsang. Selain itu, muralnya juga memuat unsur olahraga, motif batik, dan keragaman hayati yang Sumedang miliki.
“Melalui mural ini, saya ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda agar tetap mengenal dan menghargai sejarah, serta kekayaan daerahnya sendiri,” kata Yoyo, Minggu (1/2/2026).
Ia pun memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang atas penyelenggaraan lomba mural berskala nasional. Menurutnya, lomba ini sebagai bentuk dukungan nyata terhadap dunia seni.
Baca Juga: Sumedang Perkuat Identitas sebagai Pusat Budaya Sunda
“Kami mengapresiasi Pemkab Sumedang yang telah menyelenggarakan lomba mural tingkat nasional,” kata Yoyo.
Sumedang sebagai Ruang Ekspresi Seni
Sementara itu, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasinya atas partisipasi para muralis dari berbagai daerah.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang kreatif bagi seniman untuk menuangkan ide dan gagasan. Sekaligus memperkaya wajah Sumedang sebagai daerah yang terbuka terhadap seni.
“Kehadiran para muralis dari berbagai wilayah Indonesia menjadi energi positif bagi Sumedang sebagai ruang ekspresi seni,” katanya.
Dony menegaskan, mural yang dihasilkan bukan sekadar ornamen visual, melainkan karya sarat makna yang merepresentasikan perjalanan peradaban Sumedang.
Tema mural yang diangkat dalam lomba mural Nasional ini mencerminkan kekayaan daerah. Mulai dari sejarah, budaya, kuliner, olahraga, hingga keanekaragaman hayati. Karya-karya tersebut diharapkan mampu menjadi media edukasi sekaligus pemersatu budaya.
Baca Juga: Ucapan Gubernur Jabar Jadi Grafiti; Banjar Ripuh By KDM, Kritik Seni untuk Kemajuan Kota
“Inilah yang dinamakan mural bermakna, bermanfaat, dan berdampak. Bahkan bisa menjadi pemersatu budaya,” jelasnya.
Bupati Dony juga mengajak masyarakat serta pengelola kawasan untuk menjaga dan merawat mural-mural tersebut agar tetap lestari. Ia menilai setiap karya lahir dari proses kreatif yang matang dan memiliki nilai seni yang tinggi.
Diketahui, lomba mural nasional ini diikuti oleh 34 peserta yang terdiri dari muralis serta perwakilan SKPD di Kabupaten Sumedang. Ragam tema yang diusung antara lain aksara Sunda, seni budaya, pariwisata, olahraga, dan kuliner khas Sumedang. (Aang/R3/HR-Online/Editor: Eva)

1 day ago
6

















































