Profil Zaharah Zakaria Politikus Era Orde Baru hingga kini masih menjadi daya tarik untuk dijadikan pokok pembahasan. Sosoknya melekat di hati masyarakat Indonesia karena kontribusinya di masa lalu sebagai mantan legislator tahun 1989-1994. Zaharah membuktikan bahwa ia berhasil menjadi tokoh wanita di tengah maraknya figur laki-laki yang mengisi deretan pahlawan tanah air.
Baca Juga: Kisah Terbitnya Panji Koming, Komik Satire Era Orde Baru
Zaharah Zakaria Politikus Era Orde Baru dan Profilnya
Sosok Zaharah Zakaria merupakan seorang politikus dan juga pendidik asli dari Negara Indonesia. Ia pernah menduduki jabatan sebagai salah satu anggota DPRD atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah tepatnya di daerah Bengkalis, Provinsi Riau. Sosok emansipasi wanita ini menjabat di masa orde baru tahun 1989 sampai 1994.
Zaharah lahir 1 Februari tahun 1942 di daerah Kelapapati, Bengkalis, Riau. Ia merupakan anak nomor tiga dari total tujuh bersaudara. Nama ayahnya Zakaria bin Muhammad Amin yang terkenal sebagai seorang ulama. Sementara itu, sang ibu bernama Mariah binti Ahmad merupakan ibu rumah tangga biasa.
Sementara itu, sosok inspiratif ini diketahui mempunyai tiga saudara laki-laki. Ketiganya bernama Nashruddin yakni pegawai di wilayah Kantor Depag (Departemen Agama) di Kabupaten Bengkalis. Kakak keduanya Azra’ie berprofesi sebagai dosen di As Syafi’iyah Jakarta. Kakak ketiga Syakrani Zakaria adalah pegawai Syahbandar di Bengkalis.
Selain saudara laki-laki, Zaharah juga mempunyai tiga saudara perempuan. Ketiganya bernama Aminah, bekerja sebagai guru sekaligus kepala sekolah SMP Negeri 2 Bengkalis Riau. Kakak kedua bernama Ulfah yang bekerja sebagai bidan Rumah Sakit Manado. Terakhir, Hanim Zakaria juga berprofesi sebagai guru SD di wilayah Pekanbaru.
Latar Belakang Keluarga Tiri
Fakta lain terungkap bahwa Zaharah Zakaria politikus era Orde Baru ini juga memiliki tiga orang saudara tiri laki-laki dari pihak ayah. Pertama bernama Zulkarnain yakni pegawai tani di Provinsi Riau. Kedua, Nukman yang merupakan sosok pensiunan pegawai pangan di tingkat II Bengkalis Riau. Terakhir bernama Gamal Abdul Nasir Zakaria yang bekerja sebagai dosen PAI sekaligus bahasa Arab di Brunei Darussalam.
Baca Juga: Asal Usul Gerakan Mahasiswa 1998, Bentuk Ketidakpuasan Publik terhadap Rezim Orde Baru
Kemudian, ia juga mempunyai saudara tiri perempuan. Pertama bernama Rita Puspa yang bekerja sebagai PNS di RSUD Bengkalis, lalu Nida Suryani guru IPA di SMP Al-Amin Bengkalis. Ketiga, Sri Purnama Zakaria bekerja sebagai guru di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Bengkalis. Ketiganya merupakan saudara dari pernikahan kedua sang ayah dengan Siti Zainab.
Sementara itu, kakek dari ibunya bernama Haji Ahmad. Ia adalah ulama pendiri institusi pendidikan agama Islam di Bengkalis era abad 20. Zaharah juga terkenal sebagai keponakan A. Hamid Ahmad. Sosok ini adalah PNS di daerah Bengkalis tahun 1995- 2003.
Riwayat Pendidikan dan Karier
Zaharah Zakaria politikus era Orde Baru ini memulai pendidikan di Sekolah Rakyat tahun 1949-1955. Setelah itu, ia lanjut pendidikan guru Tanjungpinang selama kurang lebih 10 tahun jurusan guru agama tahun 1955- 1965. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia berkarir sebagai guru PAI di Bengkalis tahun 1961.
Lalu, berpindah ngajar di YPPI Bengkalis tahun 1980. Setelah itu, ia bekerja di Kantor Depag tahun 1987. Di sana, ia berhasil menjabat sebagai salah satu anggota DPRD Tingkat II Bengkalis. Kala itu, Zaharah tergabung dalam Fraksi Karya Pembangunan di masa Orde Baru tahun 1989-1994.
Setelah menyelesaikan jabatannya sebagai salah satu anggota DPRD Bengkalis, Zaharah pindah kerja di Kantor Kemenag Bengkalis tahun 1994. Ia bekerja disana hingga mencapai waktu pensiun tahun 2003. Selama berkarier, wanita ini pernah bergabung dalam sejumlah organisasi. Contohnya BKMT atau singkatan dari Badan Kontak Majelis Taklim. Kemudian bergabung di Himpunan Wanita Karya atau HWK. Ia juga masuk dalam Gerakan Daya Wawasan dan Al-Hidayah, serta Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia. Nama Zaharah juga sempat masuk anggota Partai Golkar di masa Orde Baru.
Kehidupan Pribadi
Beralih ke kehidupan pribadi, Zaharah merupakan istri dari M. Yacub bin Samad. Ia terkenal sebagai pensiunan lurah di Rimba Sekampung, Riau. Keduanya dikaruniai putra yang bernama Wisra Okarianto. Putranya tersebut merupakan seorang PNS. Selain itu, Zaharah juga mempunyai tiga orang putri cantik bernama Sri Mei Linda Andika, Sri Afrianti dan terakhir Wiwik Siti Aisyah.
Baca Juga: Sejarah Lahirnya TVRI, Pernah Menjadi Alat Propaganda Orde Baru
Selama menjabat di pemerintahan, Zaharah Zakaria politikus era Orde Baru tersebut terkenal sebagai sosok yang vokal namun tetap santun. Kehadirannya mampu memberikan warna tersendiri dalam dunia politik karena sukses menyuarakan aspirasi rakyat. Terutama dari kalangan wanita. Terakhir, Zaharah Zakaria sang politikus perempuan di era Orde Baru ini meninggal dunia di usia 65 tahun pada 29 Oktober 2007 silam. Di masa Orde Baru yang penuh dengan aturan, Zaharah berhasil memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa Indonesia. (R10/HR-Online)

1 day ago
15

















































