Menteri Bahlil Peringatkan Kepala Daerah Jangan Ada KKN di Proyek LNG Masela!

9 hours ago 21

harapanrakyat.com,- Penantian panjang selama hampir tiga dekade akhirnya membuahkan hasil nyata. Presiden Prabowo Subianto secara resmi memimpin proses groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Kamis (16/7/2026).

Peristiwa bersejarah ini menandai berakhirnya penantian panjang selama 28 tahun sejak kontrak pertama ditandatangani pada era Presiden BJ Habibie tahun 1998 silam.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan, eksekusi proyek ini merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo. Tujuannya untuk mempercepat seluruh konsesi migas yang telah memiliki rencana pengembangan (Plan of Development/POD), namun belum berjalan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan Program Mandatori Biodiesel 50 sebagai Pionir Dunia

Investasi Jumbo dan Dampak Ekonomi Nasional dari Proyek LNG Masela

Megaproyek ini dikembangkan oleh konsorsium yang dipimpin oleh Inpex Masela Ltd (65 persen) bersama PT Pertamina Hulu Energi (20 persen), dan Petronas Masela Sdn Bhd (15 persen).

Proyek LNG Abadi Masela mencatatkan nilai investasi yang fantastis mencapai sekitar US$ 20,95 miliar atau setara Rp 390 triliun. Dengan cadangan gas mencapai 18,5 triliun kaki kubik (TCF), fasilitas ini khusus untuk memproduksi 150 juta standar kaki kubik gas pipa per hari (MMSCFD). Serta 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA) dan 35.000 barel kondensat per hari.

Pemerintah berkomitmen 60 persen dari produksi gas akan menjadi prioritas untuk kebutuhan domestik. Seperti mendukung industri pupuk, pembangkit listrik PLN, dan hilirisasi industri nasional.

Secara ekonomi, proyek LNG Abadi Masela ini diproyeksikan menyumbang penerimaan negara langsung sebesar US 37,8 miliar. Serta berkontribusi terhadap PDB nasional mencapai US 137,7 miliar hingga tahun 2055.

Komitmen Anti-KKN dan Pemberdayaan Lokal

Salah satu poin krusial yang Menteri Bahlil tekankan dalam sambutannya saat acara groundbreaking proyek LNG Masela adalah peringatan keras terhadap praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Baca Juga: Kabar Baik Bagi Industri, Pemerintah Turunkan Harga LNG Jadi US$ 13 per MMBTU Lewat Efisiensi Rantai Pasok

Bahlil meminta pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk bersikap profesional dan tidak menggunakan proyek ini sebagai ajang “titipan” kontraktor.

“Jangan main KKN. Jangan hanya mengusulkan kontraktor yang merupakan tim sukses. Tinggalkan cara-cara lama,” tegas Bahlil yang merupakan putra daerah Maluku.

Selain itu, pemerintah memastikan tenaga kerja lokal dari Tanimbar dan Maluku akan menjadi prioritas utama. Selama masa konstruksi, proyek LNG Masela ini akan menyerap hingga 12.000 pekerja langsung.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah telah menyekolahkan sejumlah putra-putri daerah di Politeknik Energi dan Mineral Akamigas agar memiliki sertifikasi profesional saat proyek beroperasi.

Teknologi Hijau

Blok Masela juga menjadi pionir dalam penerapan teknologi energi bersih di Indonesia melalui integrasi teknologi Carbon Capture and Storage (CCS). Teknologi ini memungkinkan penangkapan dan penyimpanan emisi karbon dioksida guna mendukung target transisi energi nasional.

Baca Juga: Mas Bahlil Lahadalia Ungkap Penyebab Harga Gas Industri Melonjak: Bukan karena Stok Menipis

Bagi daerah, keberadaan Blok Masela bukan sekadar soal Dana Bagi Hasil (DBH), melainkan peluang kepemilikan aset melalui skema Participating Interest (PI) 10 persen. Jika dikelola dengan benar melalui BUMD, kepemilikan ini diharapkan dapat menjadi “dana abadi” bagi kesejahteraan rakyat Maluku di masa depan.

Dengan mulainya pembangunan fisik proyek LNG ini, pemerintah berharap Blok Masela tidak hanya menjadi tulang punggung lifting migas nasional. Tetapi juga simbol kemandirian energi dan simbol keadilan ekonomi bagi masyarakat di kawasan timur Indonesia. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |