Refleksi HUT ke-81 Jawa Barat, Dedi Mulyadi Buka-bukaan Soal Lapangan Kerja hingga Pelayanan Publik

6 hours ago 6

harapanrakyat.com,- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan refleksi mendalam dan permohonan maaf terbuka kepada seluruh masyarakat. Hal itu Gubernur Jabar sampaikan pada momen Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Barat, Rabu (19/8/2026). 

Baca Juga: Makna Kemerdekaan Versi KDM: Tak Boleh Ada Warga Jabar Berobat Pulang Bawa Utang

Dedi mengakui Pemprov Jabar sejauh ini belum mampu menyediakan lapangan kerja yang memadai. Selain itu juga, pelayanan publik yang sepenuhnya sempurna bagi warga di 27 kabupaten dan kota.

Ia juga prihatin banyak warga Jawa Barat yang terpaksa merantau ke luar daerah maupun bekerja ke luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI), untuk mencari nafkah akibat keterbatasan kesempatan kerja di daerah asal.

Dedi berkomitmen untuk terus mendorong percepatan investasi, agar masyarakat Jawa Barat kelak dapat bekerja dan sejahtera di kampung halamannya sendiri.

“Itu merupakan kesalahan saya sebagai Gubernur Jawa Barat karena belum bisa menyiapkan lapangan kerja yang banyak. Kami terus mendorong investasi agar rakyat Jawa Barat bisa bekerja di kampung halamannya,” kata Dedi.

Selain masalah ketenagakerjaan, Pemprov Jawa Barat secara terbuka mengevaluasi berbagai persoalan krusial yang masih membelit daerah. Misalkan, infrastruktur jalan provinsi, kabupaten/kota, desa. Kemudian, keterbatasan sarana sekolah SD hingga SMA/SMK, hingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat Jawa Barat.

“Di 81 tahun ini, kami belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Banyak kekurangan dan pencapaiannya belum sesuai harapan, tapi kami berupaya dan bekerja untuk mewujudkannya. Mudah-mudahan provinsi bisa membantu pembangunan jalan dan gedung SD serta SMP yang rusak,” ujarnya.

Baca Juga: Upacara HUT ke-81 RI di Halaman Gedung Sate Berdampak Penutupan Jalan, KDM Minta Maaf 

Komitmen Dedi di HUT ke-81 Jawa Barat, Pembenahan Lingkungan Hingga Peningkatan Kualitas Produksi

Sementara di sektor lingkungan hidup dan energi, Pemprov Jawa Barat memprioritaskan penanganan kawasan hulu yang gundul. Kemudian, penertiban tambang ilegal atau illegal logging, serta penghentian pencemaran sungai dan laut. 

Selain itu juga, Pemprov kini gencar membangun fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di berbagai daerah. Hal itu agar Jawa Barat dapat sepenuhnya terbebas dari krisis sampah di masa mendatang.

“Kami bersama-sama mengatasi gunung gundul, sungai, abrasi laut, hingga penutupan tambang ilegal di Jawa Barat. Kami sudah mulai membangun pengolahan sampah berubah menjadi energi listrik, agar ke depan Jawa Barat bebas sampah,” ucapnya.

Baca Juga: Saat Petani dan Ojol Duduki Kursi VIP HUT RI ke-81 di Pasanggrahan Panca Rasa

Dedi mengajak seluruh bupati, wali kota, kepala desa, serta pemangku kepentingan se Jawa Barat, untuk memperkuat sinergi anggaran. Sinergi ini guna mempercepat perbaikan sekolah, pembenahan pasar rakyat, peningkatan kualitas sektor pertanian dan perikanan, serta menjaga kelestarian alam demi mewujudkan kesejahteraan rakyat Jawa Barat secara merata. (Reza/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)  

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |