Apartemen Maggot Karya ITB: Solusi Cerdas Atasi Sampah Organik dan Ciptakan Pendapatan Baru di KBB

22 hours ago 12

harapanrakyat.com,- Masalah sampah organik yang selama ini menjadi tantangan utama di Kabupaten Bandung Barat (KBB), kini mulai menemukan jawaban cerdas dan berkelanjutan. Berkat inovasi teknologi bernama “Apartemen Maggot”, sampah yang semula jadi tumpukan limbah kini berubah menjadi energi dan sumber pendapatan bagi masyarakat.

Teknologi ini dikembangkan oleh tim ahli dari ITB (Institut Teknologi Bandung) dengan memanfaatkan larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly atau magot). Konsepnya sederhana namun sangat efektif.

Sampah organik dari rumah tangga, restoran hingga kafe (HOREKA) dimasukkan ke dalam system. Hanya dalam waktu dua hari saja sampah tersebut sudah terurai sepenuhnya.

Baca Juga: Bongkar Saluran Air Bandung, Dedi Mulyadi Serukan Merdeka dari Sampah

Penggagas inovasi ini, Dr. Linus Ampang Pasasa, M.S., menjelaskan, satu unit Apartemen Maggot memiliki luas lahan hanya sekitar 1×6 meter. Namun mampu mengolah hingga 250 kilogram sampah per hari.

Biaya pembangunannya relatif terjangkau, sekitar Rp 45 juta per unit, dan mampu menampung budidaya hingga 100 ekor ayam. Saat ini kapasitasnya masih sekitar 40 ekor ayam karena keterbatasan pasokan sampah organik yang masuk.

“Selain mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, sistem ini juga menghasilkan produk bernilai ekonomi. Maggot hasil pengolahan bisa langsung digunakan sebagai pakan ayam. Hasil akhirnya berupa telur ayam yang bisa dijual atau dimanfaatkan untuk program sosial seperti penanganan stunting di Puskesmas,” papar Linus.

Bupati Jeje Ritchie Sambut Baik Inovasi Apartemen Maggot Karya ITB

Baca Juga: Kebakaran di TPA Pasir Bajing Garut, Area Terdampak Capai 10 Ribu Meter Persegi

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menyambut baik inovasi ini sebagai solusi nyata mengatasi persoalan sampah yang menjadi beban berat daerah. Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya soal membersihkan lingkungan, tapi juga harus bernilai manfaat ekonomi bagi warga.

“Kami berharap program ini tidak hanya berhenti sebagai proyek percontohan saja. Kedepannya ingin dikembangkan dan direplikasi ke seluruh 16 kecamatan dan 165 desa di Bandung Barat. Konsepnya mudah diterapkan, asalkan tersedia lahan yang cukup dan didukung kerja sama antara pemerintah, akademisi, serta masyarakat,” kata Jeje.

Inovasi ini juga mendapat dukungan dari Bank Mandiri Taspen. Direktur Utama Panji Irawan menjelaskan, program ini menjadi peluang baru bagi para pensiunan untuk tetap produktif dan berkontribusi.

Melalui skema pembiayaan usaha sekitar Rp 45 juta, pelatihan dan pendampingan ahli, para pensiunan bisa terlibat aktif mulai dari pengelolaan sampah hingga budidaya.

Baca Juga: Sentil TPS Liar Ciganitri, DLH Jawa Barat Ingatkan Soal Usia Tampung TPA Sarimukti yang Kian Terbatas

“Kolaborasi ini menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan. Lingkungan jadi bersih, warga punya usaha baru, dan pensiunan tetap memiliki aktivitas yang bermanfaat,” ujarnya.

Dengan semangat “Ubah Sampah Jadi Harta”, Apartemen Maggot membuktikan bahwa masalah lingkungan bisa diubah menjadi peluang. Sehingga menjadikan Bandung Barat semakin maju, bersih, dan sejahtera. (Eri/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |