Pulau Maratua: Surga Tropis Berau yang Mendunia di 2026, Panduan Lengkap dan Akses Terbaru

2 hours ago 3

Pulau Maratua yang sering dijuluki sebagai “Maldives-nya Kalimantan”, kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi wisata bahari unggulan di Indonesia. Terletak di ujung timur Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, wilayah terluar ini menawarkan kombinasi sempurna antara keindahan alam bawah laut, kekayaan budaya suku Bajau. Serta fasilitas penginapan eksklusif yang kian berkembang pesat.

Kini konektivitas menuju destinasi ini jauh lebih cepat berkat rute baru Wings Air. Sejak 4 Januari 2026, maskapai tersebut resmi membuka rute reguler dari Bandara Kalimarau (Berau) menuju Bandara Maratua setiap hari Rabu, Jumat, dan Minggu pukul 09.30 WITA.

Selain itu, tersedia pula penerbangan perintis dari Samarinda dan Tarakan. Serta jalur laut menggunakan speedboat dari Pelabuhan Tanjung Batu dengan durasi perjalanan sekitar 45 hingga 60 menit.

Baca Juga: Jelajahi Keajaiban Destinasi Anti-Mainstream di Indonesia: Dari Warisan UNESCO hingga Surga Tersembunyi

Menjelajahi Keajaiban Alam Pulau Maratua: Ibukota Penyu Indonesia

Secara internasional, wilayah ini diakui memiliki tingkat biodiversitas laut tertinggi ketiga di dunia. Pulau tersebut memegang gelar “The Turtle Capital of Indonesia” karena garis pantainya menjadi lokasi peneluran penyu hijau terbesar di tanah air.

Wisatawan dapat mengamati perilaku penyu hijau (Chelonia mydas) di sekitar dermaga Kampung Payung-Payung. Terutama pada pagi hari pukul 09.00-11.00 WITA, dan sore hari pukul 15.00-18.00 WITA.

Selain menyelam bersama penyu, Pulau Maratua menawarkan ragam aktivitas unik. Seperti mengunjungi Danau Haji Buang yang merupakan habitat ubur-ubur tidak menyengat. Serta mengeksplorasi Gua Halo Tabung dengan air sebening kristal.

Bagi pecinta ketinggian, tersedia jalur trekking di Gunung Putih untuk menikmati panorama seluruh pulau. Sementara pecinta musik dapat menantikan festival tahunan Maratua Jazz & Dive Fiesta yang direncanakan digelar pada 8-11 Oktober 2026.

Warisan Budaya Suku Bajau dan Pertumbuhan Pariwisata

Kehidupan di Pulau Maratua sangat lekat dengan sejarah Suku Bajau atau “manusia perahu”. Pengunjung dapat menyaksikan tradisi lokal seperti upacara “Tolak Bala” setiap bulan Muharam. Serta tradisi “Pakan Lahat” sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur melalui sesajen yang dihanyutkan ke laut.

Baca Juga: Pink Beach di Labuan Bajo: Destinasi Wisata Impian Dunia Jadi Tren Fotografi

Pertumbuhan pariwisata mendorong hadirnya berbagai pilihan penginapan mewah dengan rating tinggi. Beberapa pilihan populer meliputi:

Arasatu Villas & Sanctuary: Pengalaman privat mewah (ulasan 9.4).

Pratasaba Resort: Akses langsung terbaik ke spot snorkeling.

Noah Maratua Resort: Resort ikonik dengan fasilitas lengkap.

Green Nirvana Maratua Resort: Pilihan tepat untuk suasana tenang.

Harga rata-rata resort di kawasan wisata Pulau Maratua mulai dari Rp 1.338.759 per malam. Namun, tersedia juga puluhan homestay milik warga lokal untuk opsi yang lebih hemat.

Tips Penting untuk Wisatawan

Untuk menjaga kelestarian ekosistem, pengunjung diimbau membawa uang tunai karena keterbatasan ATM. Kemudian gunakan sunscreen ramah lingkungan, serta tidak menyentuh biota laut secara sembarangan.

Baca Juga: Destinasi Wisata Pulau Macan, Eco-Resort Eksklusif untuk Healing Maksimal

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah musim kemarau antara Maret hingga Oktober demi mendapatkan visibilitas bawah laut mencapai 40-60 meter.

Dengan akses yang semakin terbuka dan fasilitas yang kian mumpuni, Pulau Maratua siap menyambut Anda untuk pengalaman healing maksimal di tahun 2026. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |