Curi Sabun Hingga Pasta Gigi, Ibu Rumah Tangga di Tasikmalaya Kena Bogem Mentah

1 hour ago 3

harapanrakyat.com,- Seorang ibu rumah tangga asal Surabaya berinisial S (43) nyaris babak belur kena amuk warga usai kedapatan mencuri sejumlah barang di sebuah toko kelontong di Kampung Cihaur, Desa Sukarapih, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (18/8/2026) sore.

Beruntung, emosi massa berhasil diredam setelah jajaran kepolisian dari Polsek Sukarame bergerak cepat mengamankan pelaku dari lokasi kejadian.

Kapolsek Sukarame, IPTU Indra Firmansyah, membenarkan adanya insiden tersebut. Peristiwa bermula ketika terduga pelaku S datang bersama anaknya EA (28), menggunakan sepeda motor matik sekitar pukul 18.30 WIB, ke Toko Nusasari milik Ratna Nur Rahmah.

“S berpura-pura masuk ke toko untuk membeli air minum kemasan. Namun, saat pemilik toko sibuk melayani pembeli lain, pelaku diam-diam menggasak beberapa produk perawatan diri,”ungkapnya Rabu (19/8/2026).

Baca Juga: Lepas Atlet Kontingen Porseni BKPRMI Tasikmalaya, Ini Pesan Diky Candra

Indra menjelaskan, terduga pelaku memasukkan tiga buah pasta gigi ukuran 150 gram, 36 saset pewangi pakaian, dan dua batang sabun mandi ke dalam tas pribadinya. Total nilai barang yang diambil mencapai Rp 70 ribu.

Aksi tak terpuji itu disadari oleh pemilik toko beserta suaminya, Aip Ramadan (28). Sontak, teriakan “maling” dari pemilik toko mengagetkan warga sekitar.

Panik aksinya tepergok, pelaku langsung berlari ke luar toko dan naik ke sepeda motor yang dikendarai EA. Dalam pelarian yang terburu-buru, sejumlah barang curian bahkan sempat tercecer di sepanjang jalan.

“Upaya pelarian tersebut terhenti setelah sepeda motor yang ditumpangi pelaku salah melangkah dan masuk ke jalan buntu di wilayah Kampung Telu, Desa Sukamenak. Di lokasi inilah puluhan warga yang melakukan pengejaran berhasil mengepung keduanya,” jelasnya.

Ibu Rumah Tangga Inisial S Nyaris Babak Belur Kena Hantam Warga Tasikmalaya

Beberapa warga yang terulur emosi sempat melayangkan pukulan hingga pelaku terjatuh dari sepeda motor. Beruntung, emosi warga tidak berbuntut panjang lantaran personel Polsek Sukarame segera tiba di lokasi untuk evakuasi.

“Petugas langsung mengamankan terduga pelaku ke Mapolsek Sukarame untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” kata IPTU Indra Firmansyah, Rabu (19/8/2026).

Meski sempat memicu kegaduhan, perkara ini akhirnya berakhir damai melalui pendekatan restorative justice. Korban secara sukarela memaafkan tindakan pelaku dan memilih tidak menempuh jalur hukum formal.

“Saya maafkan, barang-barang juga sudah kembali. Saya memilih tidak melapor ke kepolisian,” ungkap Ratna Nur Rahmah saat berada di Mapolsek Sukarame.

Proses mediasi berlangsung di kantor polisi dengan disaksikan oleh tokoh masyarakat setempat, termasuk Ketua RT dan Kepala Wilayah. Kedua belah pihak sepakat menandatangani surat pernyataan damai.

Baca Juga: Puluhan Anggota Pramuka di Tasikmalaya Diedukasi Soal Pengelolaan Uang hingga Bahaya Judi Online

Atas kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau para pemilik usaha agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi toko sedang ramai. Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan aksi main hakim sendiri dan menyerahkan setiap penanganan tindak pidana kepada aparat penegak hukum. (Apip/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |