harapanrakyat.com,- Ribuan warga dari tiga kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat, bersiap menyampaikan keresahan mereka terkait kondisi jalan yang rusak dan tak kunjung mendapatkan perbaikan. Aksi damai menuntut perbaikan jalan di selatan Garut ini, rencananya akan berlangsung di Kantor DPRD Kabupaten Garut, Kamis (20/8/2026).
Massa aksi berasal dari Kecamatan Banjarwangi, Singajaya, dan Peundeuy. Mereka tidak bergerak sendiri. Sekitar 220 angkutan mikrobus jenis elf yang selama ini melayani trayek menuju tiga wilayah tersebut, juga direncanakan ikut bergabung dalam aksi.
Keterlibatan ratusan armada elf bahkan berpotensi membuat aktivitas transportasi umum menuju tiga kecamatan di selatan Garut tersebut terganggu. Para pengemudi dan pengusaha angkutan memilih menghentikan operasional sementara, dan bergabung bersama masyarakat untuk menyampaikan tuntutan ke DPRD Garut.
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Garut, Yudi Nurcahyadi mengatakan, informasi mengenai keterlibatan para pengusaha dan pengemudi elf diterima dari Kelompok Kerja Sub Unit (KKSU). Mereka ingin menyampaikan aspirasi, keluhan, dan menuntut perbaikan jalan rusak.
“Berdasarkan informasi dari KKSU jalur elf Banjarwangi, Singajaya, Peundeuy, ada 2 permasalahan. Pertama terkait travel gelap, dan kedua soal rusaknya jalan ke sana,” kata Yudi, Rabu (19/8/2026).
Kerusakan jalan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, dinilai memberikan dampak besar terhadap para pelaku usaha transportasi. Kondisi permukaan jalan yang buruk, membuat kendaraan lebih sering mengalami kerusakan dan memperpendek usia berbagai komponen.
Akibatnya, pengusaha angkutan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli dan mengganti suku cadang kendaraan. Beban operasional semakin besar, karena waktu tempuh perjalanan juga menjadi lebih lama.
“Pergerakan ini sebagai bentuk protes dari pengusaha transportasi umum dan masyarakat di sana. Mereka sudah jengah dengan kondisi jalan yang tidak kunjung diperbaiki. Estimasi dari 3 jalur itu sekitar 220 elf yang akan melaksanakan aksi, digabung pengusaha angkutan barang,” tambahnya.
Lanjutnya menambahkan, bahwa ada sekitar 220 angkutan mikro bus elf yang telah memberi informasi akan ikut aksi ke DPRD Garut. Aksi menuntut perbaikan jalan rusak ini juga tidak hanya diikuti pengusaha angkutan penumpang. Sejumlah pengusaha angkutan barang, seperti mobil bak terbuka pembawa hasil bumi, juga akan bergabung bersama masyarakat Banjarwangi-Singajaya-Peundeuy.
“Aksi ini menjadi bentuk protes gabungan dari masyarakat, pelaku transportasi umum, dan pengusaha angkutan barang. Mereka sama-sama terdampak kondisi infrastruktur jalan di Garut selatan,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Garut sebelumnya telah memastikan jalan tersebut akan direhabilitasi lewat bantuan pemerintah pusat. Anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengalokasikan kurang lebih Rp42 miliar, untuk memperbaiki ruas jalan Banjarwangi-Singajaya-Peundeuy.
Bupati Garut Abdusy Syakur sebelumnya menyampaikan, bahwa proses lelang pekerjaan ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026. Setelah proses lelang rampung, pengerjaan fisik ditargetkan dikebut selama sekitar empat bulan. (Pikpik/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

4 hours ago
4

















































