Transformasi Balai Latihan Kerja Kemnaker: Menjadi Klinik Produktivitas dan Inkubator Bisnis Modern

1 day ago 13

harapanrakyat.com,- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, mengumumkan langkah besar pemerintah dalam melakukan transformasi Balai Latihan Kerja (BLK) agar lebih adaptif terhadap dinamika industri saat ini.

Upaya ini untuk memastikan program pelatihan tidak hanya mudah mengaksesnya, tetapi juga mampu menciptakan peluang kerja dan wirausaha yang lebih luas bagi masyarakat.

Melalui keterangan rilis yang diterima harapanrakyat.com, Sabtu (31/1/2026), Yassierli menjelaskan bahwa transformasi Balai Latihan Kerja ini mencakup penguatan fungsi lembaga sebagai Klinik Produktivitas, Talent and Innovation Hub (TIH), serta inkubator bisnis.

Target utamanya adalah agar keterampilan yang diajarkan di BLK benar-benar sesuai atau “nyambung” dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Baca Juga: Anggaran Paket Pelatihan Kerja di BLK Kota Banjar 2026 Menurun Drastis, Ini Penyebabnya

Transformasi Balai Latihan Kerja Kemnaker untuk Keterampilan Masa Depan

Dalam mengimplementasikan visi tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan menjalin kerja sama erat dengan kalangan akademisi.

Sinergi ini bertujuan untuk menyelaraskan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dengan tren industri global.

Saat mengunjungi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) nama baru untuk BLK, pada Jumat (30/1/2026) di Surakarta, Menaker menekankan pentingnya pelatihan di sektor-sektor strategis seperti green jobs (pekerjaan ramah lingkungan), smart creative IT skills, dan smart operation.

Fokus pada Inklusivitas dan Pendampingan Wirausaha

Selain menyasar sektor formal, transformasi Balai Latihan Kerja Kemnaker juga menjadi ruang pelatihan yang lebih inklusif. Melalui fungsi TIH, pemerintah akan memperkuat lembaga ini sebagai pusat peningkatan produktivitas bagi pelaku UMKM. Serta pusat pelatihan untuk penyandang disabilitas.

Baca Juga: Paling Banyak se-Indonesia, 18 Ribu Lebih Pekerja di Jawa Barat Terkena PHK

Tidak berhenti pada pelatihan teknis, Kemnaker juga menyiapkan peran BLK sebagai inkubator bisnis bagi masyarakat yang ingin merintis usaha.

Dalam program ini, calon wirausahawan akan mendapatkan pendampingan komprehensif, mulai dari pencarian ide bisnis dan analisis kompetitor, penyusunan model dan strategi pengembangan bisnis, dan strategi pemasaran yang efektif.

Mengatasi Tantangan Pengangguran secara Efisien

Yassierli mengakui bahwa selama ini BLK masih menghadapi berbagai kendala yang perlu segera mendapatkan pembenahan. Seperti kebaruan kurikulum, efisiensi biaya, hingga sistem jaminan kualitas.

Masalah lain yang menjadi perhatian adalah transparansi rekrutmen serta sistem pelacakan data alumni guna mengukur keberhasilan program.

Baca Juga: DBHCHT di Sumedang Biayai Pelatihan Keterampilan Kerja

Optimalisasi kapasitas dan kualitas BLK menjadi agenda krusial bagi pemerintah untuk menjawab tantangan pengangguran secara lebih efisien.

Dengan pembenahan sistematis, Yassierli berharap masyarakat luas dapat merasakan dampak positif dari keberadaan BLK dalam jangka panjang.

“Tujuan dari optimalisasi Balai Latihan Kerja ini untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas BLK yang dinilai perlu ditingkatkan, supaya lebih efisien dalam menjawab tantangan pengangguran,” jelas Yassierli. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |