harapanrakyat.com,- Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon, mengungkapkan visi besar pemerintah untuk memperkuat identitas budaya nasional melalui pembangunan tiga museum baru. Rencana strategis ini mencakup pendirian Museum Film di Kota Tua Jakarta, Museum Fotografi di Semarang, dan Museum Musik di Bandung.
Langkah ini unik, karena pemerintah tidak akan membangun gedung baru dari nol. Tetapi memanfaatkan aset bangunan tua yang telah berusia lebih dari satu abad dan berstatus cagar budaya. Harapannya penggunaan gedung lama ini bisa memberikan nilai tambah yang signifikan bagi sektor kebudayaan tanah air.
Museum Film di Kota Tua Jakarta, Napak Tilas Perjalanan Sinema Nasional
Baca Juga: Taman Benyamin Sueb: Menelusuri Jejak sang Legenda Betawi di Jatinegara
Gedung Danantara di kawasan bersejarah Kota Tua, Jakarta, dipilih menjadi lokasi Museum Film. Museum ini khusus untuk menyajikan dokumentasi lengkap perjalanan perfilman Indonesia. Mulai dari masa Hindia Belanda dengan film bisu pertamanya, Loetoeng Kasaroeng, hingga era layar lebar modern.
Pengunjung nantinya dapat mengeksplorasi beragam koleksi menarik, antara lain poster dan flyer film legendaries, peralatan teknis perfilman dari berbagai era. Serta arsip perjalanan karier para tokoh kunci, seperti sutradara, penulis skenario, hingga aktor dan aktris papan atas.
“Ini akan menjadi museum yang menarik. Karena kita bisa melihat jatuh bangunnya industri film kita,” jelas Fadli Zon di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Revitalisasi Aset Mangkrak di Bandung dan Semarang
Selain Museum Film di Kota Tua, Jakarta, Kemenbud juga melirik potensi di daerah lain. Di Bandung, aset Danantara yang telah terbengkalai selama lebih dari satu dekade akan disulap menjadi Museum Musik. Museum ini akan fokus mendokumentasikan evolusi alat musik dan karya-karya musisi hebat Indonesia.
Sementara itu, Semarang akan menjadi rumah bagi Museum Fotografi. Sama seperti proyek lainnya, museum ini akan menempati bangunan cagar budaya yang selama ini tidak terpakai.
Memperkuat Ekosistem Industri Kreatif
Rencana pembangunan Museum Film di Kota Tua ini didorong oleh tren positif industri kreatif nasional. Saat ini, film produksi anak negeri telah mendominasi pangsa pasar domestik hingga mencapai 67 persen, mengungguli film-film impor.
Pada tahun 2024 saja, lebih dari 15 judul film Indonesia sukses menyandang status box office dengan jutaan penonton. Kondisi serupa terjadi di industri musik, di mana sekitar 80 persen masyarakat Indonesia kini lebih gemar mendengarkan karya musisi lokal.
Menbud Fadli Zon menilai perkembangan ini menunjukkan bahwa ekosistem seni dan budaya di Indonesia sedang berjalan ke arah yang sangat baik. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

1 day ago
12

















































