Long March 3B Tersambar Petir, Tetap Sukses Bawa Satelit Ke Orbit

18 hours ago 13

Long March 3B tersambar petir termasuk momen langka. Hal ini karena peristiwa tersebut terjadi ketika peluncurannya. Roket ini sendiri meluncur pada tanggal 23 Juli 2026 lalu.

Baca Juga: Rencana Pembangunan Pusat Data AI Antariksa, Ilmuwan Peringatkan Dampaknya

Meski sudah lebih dari satu pekan lamanya, namun peristiwa tersebut tetap curi perhatian. Tak mengherankan karena roket China ini membawa misi penting ke orbit. Untuk informasi selengkapnya, bisa cermati uraian di bawah ini.

Long March 3B Tersambar Petir Usai Lepas Landas

Long March 3B merupakan roket China yang mengangkut orbital tiga tahap dengan 4 booster berbahan bakar cair. Tujuan peluncuran roket ini tentu bukan tanpa alasan. Roket ini memiliki misi tersendiri untuk meluncurkan satelit komunikasi maupun navigasi langsung ke orbit transfer geosinkron.

Peluncurannya sendiri berlangsung di Xichang Satellite Launch Center yang ada di China barat daya. Akan tetapi, ketika peluncuran tersebut, terjadi momen tak terduga. Tampak petir menyambar roketnya selang 30 detik usai lepas landas.

Akibat peristiwa tersebut, tak sedikit yang penasaran dengan keberhasilan peluncuran roket ini. Ternyata roketnya tetap sukses meluncurkan satelitnya ke orbit. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sistem perlindungan petir yang ada di roket modern.

Kekuatan Tegangan Sambaran Petir

Peristiwa Long March 3B tersambar petir ini masih curi perhatian. Tak mengherankan karena saat itu sambaran petirnya memiliki tegangan tinggi. Diperkirakan tegangan petirnya mencapai setidaknya 100 juta volt.

Sambaran petir tersebut langsung mengenai badan roket. Apabila mencermati rekaman video yang berhasil mengabadikan momen tersebut, tampak jelas bahwa ada aliran listrik merambat ke sepanjang badan roket.

Baca Juga: Wahana Tianwen-2 Capai Kamo’oalewa, Bulan Semu Pendamping Bumi

Aliran listrik tersebut juga terlihat di jejak gas buang baru. Setelah itu, bergerak ke permukaan Bumi. Untungnya, hantaman sambaran listrik tersebut tidak mengganggu peluncuran roket. Roket tetap bisa melakukan penerbangan untuk menjalankan misinya.

Di hari peluncuran, CASC (China Aerospace Science and Technology Corporation) mengumumkan bahwa misinya berjalan sukses. Roket ini berhasil menempatkan satelit bernama Tianlian-2 (06) di orbit geostasioner. Nantinya satelit ini bisa dukung operasional stasiun antariksa Tiangong China.

Karakteristik Roket Long March 3B

Keberhasilan Long March 3B dalam menjalankan misinya meski tersambar petir ternyata tidak terlepas dari karakteristiknya. Roket ini memiliki desain modern dengan material konduktif di bagian luarnya. Karena bahan tersebut, roket ini bisa mengalirkan muatan listrik yang besar ke seluruh penjuru permukaan luar namun tidak merusak sistem elektronik di bagian dalamnya.

Masih seputar karakteristiknya, roket ini rupanya memiliki tinggi berkisar 54,8 m. Kemudian beratnya sekitar 426 metriks ton. Selanjutnya untuk kapasitas angkut muatan ternyata mencapai 5.100 kg sampai 5.500 kg.

Berkat karakteristik yang ada padanya, tentu bisa jadi pelindung tersendiri dalam menangkal sambaran petir. Insiden ini juga memperlihatkan betapa berisikonya meluncurkan wahana ke antariksa. Oleh karena itu, peluncuran roket sebaiknya dijadwalkan ketika cuaca baik sehingga mampu meminimalisir risiko tersambar petir.

Insiden Roket Tersambar Petir

Peristiwa Long March 3B tersambar petir ini ternyata bukan kali pertama terjadi. Insiden serupa ternyata juga pernah ada pada November 1969 silam. Saat itu petir menyambar roket Saturn V dalam misi Apollo 12 NASA.

Tak lama sesudah lepas landas, roket tersebut tersambar petir. Padahal di dalam roket ada astronot Richard Gordon, Alan Bean dan Charles Conrad. Bahkan sambaran petirnya berlangsung dua kali ketika menembus atmosfer.

Akibat sambaran petir tersebut, sejumlah instrumen maupun sensor mengalami kerusakan. Untungnya kerusakan ini tidak menghambat misi. Ketiga astronot yang ada di dalamnya juga selamat sampai tiba kembali ke planet Bumi.

Selain itu, di tahun 2019 juga pernah ada roket tersambar petir. Tak lain adalah roket Soyuz Rusia. Roket ini terkena sambaran petir ketika mengangkut satelit komunikasi ke orbit rendah planet Bumi.

Selanjutnya di tahun 2022, insiden serupa juga menimpa roket SLS (Space Launch System) dalam misi Artemis I NASA. Roket tersebut tersambar petir ketika melakukan uji coba krusial. Hal ini berarti sekitar 7 bulan sebelum peluncuran resmi.

Baca Juga: Matahari Buatan China EAST Berhasil Lampaui Batas Greenwald

Long March 3B tersambar petir memang mengejutkan. Banyak pihak yang juga merasa khawatir dan mempertanyakan keberhasilan misinya. Namun setelah mendengar pengumuman resmi dari CASC, tentu terasa melegakan. Walaupun tersambar petir, Long March 3B tetap sukses menjalankan misinya. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |