Fakta Menarik Seputar Sejarah Kesultanan Peureulak di Aceh

2 hours ago 5

harapanrakyat.com,- Sejarah Kesultanan Peureulak mencatat bahwa entitas ini merupakan bagian sejarah Islam Nusantara yang paling awal. Kerajaan megah ini resmi berdiri pada tahun 840 masehi di daerah Aceh. Selanjutnya, wilayah kekuasaan tersebut berkembang menjadi pelabuhan niaga yang sangat maju pada abad kedelapan.

Baca juga: Menelusuri Jejak Sejarah Gerakan Aceh Merdeka di Indonesia

Nama kerajaan kuno ini sebenarnya berasal dari sebutan kayu perlak yang tumbuh sangat subur. Kayu berkualitas tinggi tersebut sangat diminati oleh para pedagang untuk bahan utama pembuatan kapal. Oleh karena itu, banyak saudagar Arab dan Persia datang berdagang sekaligus menyebarkan ajaran agama.

Awal Mula Sejarah Berdirinya Kesultanan Peureulak Sebagai Pusat Perdagangan

Sultan Alauddin Sayyid Maulana Abdul Aziz Syah merupakan penguasa pertama yang memimpin pusat peradaban ini. Kemudian, pusat pemerintahan kerajaan dipindahkan agak ke wilayah pedalaman dan namanya diubah menjadi Bandar Khalifah. Hal penting ini dilakukan untuk mengenang jasa rombongan pendakwah yang telah membawa ajaran tauhid.

Selama masa pemerintahannya, para penguasa kerajaan sangat menaruh perhatian besar terhadap bidang pendidikan masyarakat. Mereka segera mendirikan lembaga pendidikan agama Islam tertua di Asia Tenggara yang bernama Zawiyah Buket. Bahkan, lembaga bersejarah tersebut berhasil mencetak banyak ulama hebat yang menyebarkan kebaikan ke seluruh negeri.

Baca juga: Sejarah Islam Masuk ke Aceh Lengkap Dengan Perkembangannya

Di samping sektor pendidikan, bidang pertanian juga menjadi urat nadi perekonomian bagi penduduk setempat. Kawasan ini terkenal sebagai daerah penghasil lada dan rotan bermutu tinggi yang sangat melimpah. Selain itu, industri kerajinan tangan dari kayu dan gading gajah turut menarik perhatian bangsa asing.

Meskipun sempat berjaya hebat, kerajaan ini pernah mengalami pergolakan internal akibat perbedaan paham aliran agama. Akibatnya, wilayah kerajaan terpaksa dibagi menjadi bagian pesisir dan pedalaman demi mencegah konflik bersenjata berkepanjangan. Seiring berjalannya waktu, persatuan kembali terwujud berkat perjanjian damai yang disepakati oleh kedua belah pihak.

Masa Kemunduran dan Peninggalan Berharga Kerajaan Kuno Ini

Selain konflik internal, mereka juga pernah terlibat perang besar melawan serangan mematikan dari Kedatuan Sriwijaya. Serangan mendadak tersebut dipicu oleh rasa iri hati terhadap pesatnya kemajuan bandar niaga Islam itu. Walaupun demikian, pasukan Sriwijaya akhirnya terpaksa mundur akibat adanya ancaman dari penguasa wilayah Jawa.

Baca juga: Kisah Hidup Snouck Hurgronje, Orientalis Belanda Pura-Pura Islam Demi Taklukan Aceh 

Sesudah raja terakhir wafat, wilayah kekuasaan yang bersejarah ini dipersatukan ke dalam otoritas Samudera Pasai. Penggabungan wilayah kekuasaan ini menandai batas akhir dari masa keemasan kerajaan yang telah lama berdiri. Tentu saja, peran besar mereka dalam perniagaan global telah meninggalkan jejak peradaban yang sangat mendalam.

Bukti kebesaran mereka kini masih bisa dilihat secara langsung melalui peninggalan mata uang emas kuno. Temuan peninggalan makam kuno dan stempel kerajaan berhuruf Arab juga semakin melengkapi fakta arkeologis penting. Rangkaian bukti otentik ini semakin memperkuat kebenaran sejarah dari Kesultanan Peureulak di masa silam. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |