Jejak Sejarah Candi Muaro Jambi Sebagai Pusat Pendidikan Tertua

2 hours ago 6

harapanrakyat.com,- Banyak orang sangat mengagumi sejarah Candi Muaro Jambi yang merupakan warisan kebanggaan Jambi sejak ribuan tahun silam. Reruntuhan situs budaya kuno ini adalah kompleks percandian bercorak Buddha terluas di wilayah Asia Tenggara. Lebih lanjut, kawasan peninggalan masa lampau ini membentang sepanjang 7 kilometer lebih di tepian Sungai Batanghari.

Baca juga: Sejarah Candi Menggung, Punden Berundak Misterius di Tawangmangu

Menurut catatan historis, peninggalan peradaban besar ini pertama kali dilaporkan oleh seorang letnan militer Inggris. Letnan bernama S.C. Crooke tersebut menemukan susunan bata kuno ini secara tidak sengaja pada tahun 1824. Kemudian, para peneliti mulai menyadari bahwa lokasi ini dahulu merupakan sebuah pusat pendidikan bertaraf internasional.

Mengupas Sejarah Pendidikan di Kompleks Candi Muaro Jambi Masa Silam

Pada masa kejayaannya, tempat suci ini berfungsi sebagai pusat pendidikan tinggi tertua di wilayah Nusantara. Banyak pelajar asing dari Tiongkok hingga Tibet datang untuk memperdalam beragam ilmu pengetahuan dan filsafat. Bahkan, eksistensi institusi pendidikan kuno ini jauh lebih awal dibandingkan dengan universitas tertua di Eropa.

Situs pendidikan kuno ini sangat sezaman dengan keberadaan Universitas Nalanda yang termasyhur di negara India. Hubungan kuat antara kedua pusat pembelajaran tersebut dibuktikan melalui catatan peninggalan perjalanan seorang biksu asing. Selain itu, prasasti kuno menyebutkan bahwa penguasa Sriwijaya pernah membangun asrama khusus di kawasan Nalanda.

Baca juga: Sejarah Candi Planggatan, Jejak Majapahit di Lereng Lawu

Bukti kebesaran masa lalu juga terlihat dari desain bangunan yang mengutamakan fungsi sebuah pusat pembelajaran. Berbagai asrama tempat tinggal para pelajar dikelilingi oleh pagar bata yang kokoh setinggi satu meter. Selanjutnya, terdapat sebuah sumur tua berair jernih yang membuktikan majunya teknologi sanitasi pada masa itu.

Temuan arkeologis mencatat penemuan barang berharga seperti keramik asing, mata uang Tiongkok, hingga mantra Buddhis. Seluruh benda peninggalan bersejarah ini menjadi saksi bisu pertemuan berbagai kebudayaan besar dunia di Nusantara. Sementara itu, sebagian besar bangunan suci tersebut didirikan tanpa banyak ornamen pahatan yang sangat rumit.

Upaya Pelestarian Berkelanjutan Untuk Warisan Cagar Budaya Sungai Batanghari

Para peneliti telah menemukan ratusan gundukan tanah yang menyimpan struktur bata merah kuno di dalamnya. Penggunaan batu bata merah ini sangat berkaitan erat dengan ketersediaan bahan baku di sekitar sungai. Di samping itu, masyarakat dapat melihat sistem tata air kuno untuk mencegah bencana genangan banjir.

Baca juga: Sejarah Candi Kethek dan Mitologi Pengadukan Lautan Susu Demi Air Keabadian

Sampai saat ini, pemerintah terus melakukan proses restorasi untuk mengembalikan wujud asli peninggalan bersejarah tersebut. Pengembangan area situs budaya ini diharapkan dapat mendukung sektor pariwisata sekaligus pendidikan di masa depan. Meskipun membutuhkan waktu panjang, proses ekskavasi kawasan cagar budaya ini terus menunjukkan sebuah kemajuan berarti.

Rangkaian upaya pelestarian yang berkesinambungan sangat penting untuk menjaga nilai keaslian warisan leluhur bangsa kita. Generasi muda diharapkan dapat memetik hikmah luhur dari peradaban gemilang peninggalan nenek moyang di Nusantara. Oleh karena itu, kelestarian sejarah Candi Muaro Jambi akan selalu menjadi simbol kejayaan pendidikan nasional. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |