harapanrakyat.com,- Bangunan tempat pusat kuliner atau food court di Alun-alun Ciamis, Jawa Barat, saat ini sudah selesai dibangun pada akhir tahun 2024 lalu. Meski begitu, sampai bulan ketiga di tahun 2025 ini, food court tersebut belum kunjung dibuka atau diresmikan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, bangunan food court tersebut terdapat tiga lantai. Untuk lantai 1 itu ada tempat parkir kendaraan roda empat. Kemudian, lantai 2 diperuntukan untuk parkir roda dua, sedangkan di lantai 3 atau atas itu merupakan tempat pusat kuliner.
harapanrakyat.com berkesempatan melihat lebih dekat dengan tempat pusat kuliner tersebut. Di dalamnya sudah ada sejumlah los yang nantinya menjadi sebuah wadah untuk para PKL dalam mengolah dagangannya.
Baca Juga: Kenapa Tempat Kuliner Alun-Alun Ciamis Belum Buka?
Selain itu, terdapat juga meja dan kursi bagi para pengunjung yang menikmati hidangan kuliner di area food court tersebut. Bangunan food court ini juga memiliki 2 jembatan yang langsung menghubungkan tempat pusat kuliner di lantai 3, langsung ke area Alun-alun Ciamis.
Tidak hanya tempat parkir dan lapak untuk pedagang, tempat pusat kuliner di Alun-alun Ciamis ini juga difasilitasi dengan adanya toilet.
Jumlah Los di Bangunan Food Court Alun-alun Ciamis
Kepala DKUKMP Ciamis, Asep Khalid Fajari mengatakan, pusat kuliner di Alun-alun Ciamis ini merupakan tempat penataan bagi PKL yang eksisting dan sudah lama berjualan di Alun-alun Ciamis.
“Jadi penataan ini, dilaksanakan dengan memindahkan eksisting PKL Alun-alun ke tempat pusat kuliner. Sehingga nantinya di area Alun-alun Ciamis tidak ada lagi aktivitas PKL,” katanya Jumat (7/3/2025).
Asep menyebut, di pusat kuliner saat ini sudah tersedia 102 los untuk UMKM atau PKL. Jumlah tersebut merupakan hasil pendataan sebelumnya yang DKUKMP Ciamis lakukan, terhadap para PKL yang berjualan di area Alun-alun.
“Jadi bangunan food court ini untuk memfasilitasi PKL yang berjualan di area Alun-alun. Kita data dan ada sebanyak 102 PKL. Maka dari itu, kita juga buat 102 los untuk nanti ditempati para PKL tersebut,” ucapnya.
Dengan adanya pusat kuliner itu, Asep berharap, bisa menjadi Alun-alun terbesar di Jawa Barat, dan menjadi ikon bagus untuk Kabupaten Ciamis.
“Selain itu, saya harap jika nanti sudah dibuka, kepada para PKL untuk bisa menjaga dan memperhatikan kebersihan pada area food court tersebut,” pungkasnya.
Baca Juga: Berburu Kuliner di Food Court Kota Banjar, Ada Apa Saja Sih?
Meski bangunan food court sudah selesai, namun sampai sekarang belum juga beroperasi. Menjawab hal tersebut, Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya menjelaskan, belum dibukanya pusat kuliner di Alun-alun Ciamis, karena masih belum layak. Selain itu juga, belum memenuhi SOP, terutama soal hydrant belum lengkap.
“Saat kita cek ternyata belum layak. Dan saat ini juga masih dalam proses penataan, supaya memenuhi standar operasional prosedur (SOP),” ucap Herdiat beberapa waktu lalu.
Untuk diketahui, pembangunan food court tersebut memakan dana sebesar Rp 34,5 miliar dari APBD Provinsi Jawa Barat. (Ferry/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)