Misi Swift Boost NASA rencananya akan digencarkan pada tanggal 27 Juni mendatang. Misi ini sendiri berupa upaya penyelamatan teleskop antariksa bernama Neil Gehrels Swift Observatory. Hal ini karena teleskop luar angkasa tersebut hampir jatuh ke planet Bumi.
Baca Juga: MAVEN NASA Pensiun, Hilang Kontak dan Tak Bisa Dipulihkan Lagi
Dalam misi ini sendiri rupanya NASA tidak sendirian. Supaya berjalan lancar, NASA juga menggandeng Katalyst Space dalam meluncurkan misi tersebut. Untuk informasi selengkapnya, bisa ikuti terus pembahasan di bawah ini.
Misi Swift Boost NASA dan Katalyst Space
Teleskop luar angkasa Swift itu sendiri termasuk teleskop produktif. Teleskop yang satu ini sudah beroperasi lebih dari 2 dekade lamanya. Peluncurannya berlangsung tahun 2004 silam.
Karena peningkatan hambatan atmosfer, teleskop ini mengalami penurunan orbit secara signifikan. Apabila tak segera mendapatkan penanganan, maka teleskop ini kemungkinan besar akan masuk ke atmosfer Bumi hanya dalam beberapa bulan kedepan. Karena hal itu, NASA dan perusahaan asal Arizona ini menggencarkan misi penyelamatan.
Pemanfaatan Wahana Robotik Link
Saat menggencarkan misi Swift Boost ini, NASA dan Katalyst Space Technologies memanfaatkan wahana robotik yang bernama Link. Wahana tersebut dirancang secara khusus untuk menyambung sekaligus mendorong teleskop Swift supaya bisa kembali ke orbit yang tinggi. Untuk spesifikasinya, wahana ini sendiri berbobot sampai 425 kg dengan waktu pengembangan sejak bulan September 2025.
Baca Juga: NASA Kenalkan Astronaut Artemis III, Emban Misi Penting Sebelum Mendarat di Bulan
Saat meluncurkan misi dengan wahana tersebut, NASA rupanya juga memanfaatkan roket Pegasus XL. Roket tersebut milik Northrop Grumman. Karena peluncuran ini, tentu juga menandai penebangan terakhir roket legendaris tersebut.
Penggunaan Pesawat Stargazer
Misi Swift Boost NASA rupanya sudah memiliki persiapan teknis yang matang sejak 9 Juni lalu. Pada 12 Juni, roket tadi akan dipasangkan ke pesawat Stargazer. Pesawat ini sudah meninggalkan fasilitas NASA sejak 18 Juni ke Atol Kwajalein yang ada di Samudra Pasifik Selatan. Pesawat ini akan mengajak roket Pegasus XL sampai ketinggian 40.000 kaki sebelum dilepaskan.
Jika nantinya roket tersebut bisa mencapai orbit, Link akan bermanuver untuk mendekat sebelum akhirnya menempel pada teleskop. Setelah itu, Link akan berupaya menaikkan posisi Swift secara perlahan. Alhasil, teleskop ini tidak akan jatuh ke planet Bumi dan tetap bisa berperan sebagai observatorium yang memburu semburan sinar gamma secara optimal.
Penyebab Teleskop Swift Alami Penurunan Orbit
Berkaitan dengan misi penyelamatan tersebut, sebenarnya ada pemicu kenapa teleskopnya mengalami penurunan orbit. Perlu untuk diketahui bahwa wahana antariksa tak terkecuali satelit memang biasa mengalami penurunan orbit. Kehilangan ketinggian di area orbit ini terjadi seiring berjalannya waktu.
Akan tetapi, NASA menyebut bahwa teleskop ini terlalu cepat dalam mengalami penurunan orbit dari kebanyakan satelit lainnya. Pemicunya lantaran teleskop alami tarikan atmosfer yang jauh lebih besar dari perkiraan. Hal ini tak lain karena adanya peningkatan aktivitas matahari.
Lantaran teleskop tak berbekal mesin pendorong, akhirnya NASA harus menggencarkan misi Swift Boost. Hal ini sebagaimana penjelasan dari Shawn Domagal-Goldman selaku Direktur Divisi Astrofisika NASA. NASA sangat antusias untuk menyelamatkannya karena teleskop ini memang sangat penting di dunia astronomi.
Fakta Menarik Teleskop Swift
Teleskop ini memiliki berbagai fakta menarik yang sayang jika terlewat begitu saja. Ketahui apa saja faktanya lewat uraian berikut ini.
Bisa Berputar Kencang di Langit Malam
Salah satu faktanya ialah observatorium ini memiliki kemampuan unik di bidang astrofisika. Bagaimana tidak, teleskop tersebut nyatanya bisa berputar secara kencang di langit malam. Karena kemampuan tersebut, astronom bisa mengungkap berbagai hal luar biasa saat malam hari.
Bisa Ungkap Asal-Usul Logam Mulia
Fakta lainnya ialah teleskop ini bisa membantu ilmuwan untuk ungkap asal-usul logam mulia. Mulai dari platinum dan emas di alam semesta. Saat menjalankan misinya di luar angkasa, teleskop ini juga sudah berhasil deteksi 2.000 lebih ledakan kosmik terang.
Baca Juga: Misi Terminal PExT NASA, Jembatan Komunikasi Multi-Jaringan di Luar Angkasa
Tak bisa kita pungkiri bahwa misi Swift Boost NASA sangat penting. Hal ini karena misi Swift Boost dari NASA untuk selamatkan teleskop tersebut bertujuan agar tak sampai jatuh ke Bumi. Pada akhirnya, teleskopnya bisa tetap berfungsi dengan baik kedepannya. Ilmuwan juga masih bisa merasakan manfaat dari pengoperasian teleskop tersebut. (R10/HR-Online)

6 hours ago
3

















































