Ada Desa Tertua di Garut, Berdiri Sebelum Indonesia Merdeka

5 days ago 19

harapanrakyat.com,- Ada satu desa di Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang usianya lebih tua dari usia kemerdekaan Republik Indonesia. Desa tertua di Garut itu adalah Desa Pangauban yang berada di wilayah Kecamatan Cisurupan.

Desa Pangauban letaknya berada di dekat kaki Gunung Papandayan. Lokasi pedesaan ini memang tidak ada akses jalan raya atau jalan kabupaten. Untuk menuju ke perkampungan dan kantor desa bisa diakses melalui jalan beton yang dibangun oleh pihak desa.

Desa Pangauban yang merupakan sebuah desa terpencil di Kecamatan Cisurupan itu menyita perhatian publik. Bagaimana tidak, lokasi desa yang berada jauh dari pusat kota Garut ini mampu mandiri dalam menggelar kegiatan kenegaraan, tanpa membebani uang desa apalagi uang APBD.

Masyarakat, tokoh hingga unsur pemerintah desa di lingkungan Pangauban begitu kompak di setiap acara. Seperti peringatan HUT RI, peringatan HUT Provinsi Jawa Barat, hingga perayaan keagamaan dalam setiap tahunnya.

Baca Juga: Kepala Desa Pangauban Sentil Bupati hingga Gubernur Jabar Lewat Angin; Garut Bukan Hanya Selatan Saja

Dari mulai aparat desa, masyarakat hingga tokoh mampu menggali potensi sumber daya manusia (SDM) untuk tidak membebankan kebutuhan kegiatan tersebut kepada negara.

Berdiri Tahun 1928, Pangauban Jadi Desa Tertua di Garut

Menurut cerita para tokoh masyarakat setempat, Desa Pangauban telah berdiri sejak tahun 1928, atau sebelum Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945.

Jika dihitung dari 1928 hingga tahun 2025, maka usia Desa Pangauban sudah 97 tahun, lebih tua dari kemerdekaan Indonesia yang baru 80 tahun.

“Kebetulan saya mantan kades tiga periode di Desa Pangauban. Desa ini merupakan desa yang tua, berdirinya tahun 1928, sebelum Indonesia merdeka juga sudah ada. Alhamdulillah prestasinya sudah tingkat nasional,” kata Dede Kusdinar, mantan Kepala Desa Pangauban tiga periode, Sabtu (23/8/2025).

Dede Kusdinar memang bukan lagi sebagai kades. Kini ia menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.

Ia pun merasa bangga dengan kemajuan tanah kelahirannya. Apalagi sekarang Desa Pangauban sudah mandiri dan masyarakatnya tetap kompak dalam menggelar kegiatan kenegaraan maupun keagamaan.

Sempat Jadi Desa Tertinggal

Lebih lanjut Dede mengatakan, sebelum mandiri seperti saat ini, Desa Pangauban pernah menjadi desa tertinggal. Namun, dengan berbagai inovasi serta peningkatan SDM, warga Pangauban saat ini memiliki prinsip sehingga mampu terlepas dari desa tertinggal.

Baca Juga: Bumdes Pangauban Garut Bakal Kelola Dana Rp184 Juta, Pasok Hasil Bumi untuk Kebutuhan Dapur MBG

“Dulunya sempat menjadi desa tertinggal. Tapi dengan proses peningkatan sumber daya, alhamdulilah desa ini menjadi desa mandiri. Contohnya dalam segi keuangan, tidak pernah membebankan finansial kepada masyarakat, tapi justru kadesnya mampu mem-backup kegiatan dari sponsor luar,” terangnya.

Sudah bertahun-tahun Desa Pangauban mampu mandiri dalam mengelola kegiatan tanpa sumbangsih uang desa apalagi duit APBD. Masyarakatnya yang punya rasa memiliki membuat desa ini mengalami kemajuan pesat hingga menjadi desa yang dianggap desa kaya.

“Bayangkan bisa mengumrohkan 9 warganya menggunakan anggaran sponsor dan pribadi. Bukan dari anggaran Dana Desa apalagi dana APBD, itu kan suatu prestasi,” pungkas Dede Kusdinar. (Pikpik/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |