Dodol belimbing Depok merupakan salah satu ikon yang menarik dan cukup populer. Kuliner khas ini memiliki citarasa manis, kenyal dan empuk. Sementara itu, belimbing yang digunakan bukan jenis biasa, melainkan belimbing dewa. Lantas, bagaimana sejarah dodol belimbing Depok hingga akhirnya populer di kalangan masyarakat? Simak pembahasannya sebagai berikut.
Baca Juga: Kue Gonjing Karawang, Cemilan Tradisional yang Legendaris
Menelusuri Jejak Sejarah Dodol Belimbing Depok
Tak banyak yang tahu bahwa kuliner dodol depok sudah ada sejak zaman Belanda. Pada saat itu, dodol Depok menjadi sajian khas yang selalu disuguhkan di setiap pertemuan para pejabat Belanda dan pekerjanya.
Kini, dodol Depok lebih dikembangkan masyarakat untuk mempertahankan warisan budaya. Hal inilah yang menjadikan dodol Depok banyak disuguhkan di berbagai momen penting seperti natal, tahun baru dan idul fitri.
Belimbing Dewa sebagai Ikon Populer di Depok
Buah belimbing merupakan ikon utama yang sudah terkenal sejak lama di Depok. Bahkan, kota Depok menerima penghargaan sebagai salah satu penghasil belimbing terbesar di Indonesia.
Salah satu yang cukup populer di kalangan masyarakat adalah belimbing dewa. Buah ikonik ini seringkali disuguhkan kepada tamu-tamu negara. Belimbing dewa tersebut terkenal memiliki cita rasa manis dan warna yang menarik.
Selain menjual dalam bentuk buah segar, belimbing dewa juga menjadi ide berbagai olahan yang tahan lama, termasuk dodol. Saat ini, dodol belimbing Depok menjadi salah satu ikon yang cukup populer di wilayah tersebut.
Sejarah Dodol Belimbing
Dodol belimbing berawal dari hasil pertanian yang begitu melimpah pada masa pemerintahan Belanda. Masa pertanian belimbing tersebut berlangsung pada tahun 1960-an.
Sebagai kuliner dengan citarasa yang manis dan lembut, dodol belimbing berubah menjadi hidangan khas. Kuliner ini seringkali tersaji di acara atau pertemuan pejabat Belanda pada masa itu.
Seiring berkembangnya waktu, dodol belimbing sempat hilang. Namun, kuliner ini kembali marak sekitar tahun 1970-an. Kemudian, pada tahun 1980, dodol belimbing kembali populer di tengah masyarakat.
Tokoh terkait kembalinya dodol belimbing tersebut adalah Johannes Soediro dan keluarga. Ia merupakan warga asli di kota Depok. Sejak saat itu, dodol belimbing bisa ditemukan dengan mudah di kota Depok. Bahkan, kuliner ini menjadi salah satu sajian yang populer di kalangan masyarakat.
Cara Membuat Dodol Belimbing
Pada dasarnya, proses pembuatan dodol belimbing Depok hampir sama dengan dodol umumnya. Hanya saja, bahan utamanya adalah belimbing dewa segar dan matang.
Selanjutnya, proses pengolahan buah menjadi puree halus. Dalam proses ini, buah belimbing menghasilkan rasa asam yang sangat khas. Setelah mendapatkan tekstur buah sesuai keinginan, lanjut ke pencampuran dan pemasakan.
Baca Juga: Sejarah Nasi Gegok Trenggalek, Kuliner Tradisional Unik dan Lezat
Puree belimbing dewa tadi dicampur dengan gula pasir, santan kelapa dan sedikit garam. Campurkan seluruh bahan dan masak hingga mengental serta berubah warna menjadi coklat.
Sebagai catatan, pengadukan campuran adonan bahan tersebut harus terus berlangsung hingga kalis. Proses pengadukan adonan biasanya memakan waktu sekitar 4 hingga 5 jam.
Jika sudah, masuk ke tahap pembentukan dan pemotongan. Dalam tahapan ini, dodol dicetak dalam bentuk yang diinginkan dan dibiarkan dingin sebelum akhirnya dipotong-potong.
Mengapa Harus Belimbing Dewa?
Sebenarnya, ada alasan khusus terkait pemilihan belimbing dewa sebagai bahan utama dalam pembuatan dodol. Hal ini lantaran belimbing dewa memiliki ukuran besar dan rasa yang lebih segar.
Selain itu, belimbing dewa juga memiliki kandungan yang baik untuk kesehatan. Misalnya seperti vitamin A dan C yang cukup tinggi untuk mencegah penyakit sariawan, darah tinggi hingga kolesterol.
Tempat Pencarian Dodol Belimbing
Sebagai informasi, dodol belimbing memiliki citra rasa manis dan sedikit asam. Masyarakat sangat menyukai kombinasi rasa ini, baik warga lokal maupun wisatawan asing. Konsumen bisa menemukan dodol belimbing di berbagai tempat di kota Depok, terlebih di pasar tradisional atau toko oleh-oleh khas.
Baca Juga: Burayot, Cemilan Asal Garut yang Laris Manis Jadi Buruan Pebalik Lebaran
Beberapa produsen lokal menawarkan dodol belimbing dengan variasi rasa yang unik dan menarik. Misalnya seperti dodol belimbing variasi coklat hingga keju. Inovasi terus berlangsung untuk mendapatkan cita rasa dodol yang menarik, tanpa meninggalkan kesan otentiknya. Dodol belimbing Depok masih menjadi primadona yang populer di pasar tradisional hingga toko oleh-oleh khas. Cita rasa dodol belimbing Depok yang tak pernah berubah ini menjadi daya tarik tersendiri, baik bagi warga lokal maupun wisatawan asing. (R10/HR-Online)