Buntut Jalan Banjarwangi Garut Tak Masuk Prioritas Perbaikan 2026, Fraksi Gerindra Walk Out dari Rapat Paripurna 

3 hours ago 3

harapanrakyat.com,- Fraksi partai Gerindra di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Garut, Jawa Barat, melakukan walk out di rapat Paripurna bersama Pemkab Garut pada Kamis (13/8/2026). Seluruh anggota dewan dari partai Gerindra keluar ruangan. Hal itu terjadi karena jalan Banjarwangi yang salah satunya diharap menjadi prioritas perbaikan. Akan tetapi justru tidak terlihat dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA). Selain itu, jalan tersebut juga tidak masuk dalam Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) perubahan tahun 2026 dan tahun 2027.

Baca juga: Rekaman Rapat Banggar Bocor, Anggota DPRD Garut Murka Jalan Banjarwangi Tak Masuk Prioritas Perbaikan 2026

Tidak diperhatikannya jalan raya Banjarwangi yang menahun rusak parah oleh Pemerintah Daerah, berbuntut panjang hingga membuat fraksi partai Gerindra walk out dari rapat paripurna dengan Bupati Garut Abdusy Syakur. Murkanya fraksi Gerindra itu bukan tanpa sebab. Menurut mereka, kebijakan rehabilitasi jalan justru bukan memprioritaskan kepentingan masyarakat yang membutuhkan perbaikan. 

Anggota Fraksi Fraksi Gerindra Garut yang Walk Out 

Aksi walk out fraksi Gerindra tentu sebagai simbol ketidak percayaan wakil rakyat kepada kebijakan Pemerintah Kabupaten Garut. Anggota dewan selaku perwakilan rakyat di parlemen ingin memperjuangkan perbaikan jalan Banjarwangi yang telah hancur bertahun-tahun. Jalan tersebut merupakan penghubung akses Kecamatan Peundeuy, Kecamatan Singajaya, Kecamatan Banjarwangi, menuju Cikajang maupun pusat kota dan sebaliknya.  

Sebanyak 7 anggota DPRD atas perintah ketua fraksi dari partai Gerindra lebih memilih tak ikut Paripurna agenda nota kesepakatan KUA PPAS. Pasalnya mereka kecewa atas hasil finalisasi yang tak mencantumkan jalan Banjarwangi ke dalam list prioritas perbaikan.

“Atas perintah fraksi partai Gerindra, tidak akan mengikuti paripurna nota kesepakatan KUA PPAS perubahan tahun 2026 maupun KUA PPAS tahun 2027. Maka dari itu diinstruksikan oleh ketua fraksi Gerindra, untuk anggota fraksi Gerindra tidak mengikuti paripurna penandatanganan nota KUA PPAS,” jelas Lulu Gandhi Nan Rajati, saat membacakan sikap fraksi di gedung Paripurna DPRD Garut.

Baca juga: Jalan Banjarwangi Garut Yang Buat Pinggang Pengendara Serasa Copot Kabarnya Tidak Masuk List Prioritas Perbaikan, Warga Kecewa

Ditanya terpisah, ketua fraksi partai Gerindra DPRD Garut, Agus Sutarman, mengatakan, pihaknya telah berusaha mengupayakan adanya perubahan list prioritas rehabilitasi dan perbaikan agar jalan Banjarwangi dapat mulai dilakukan tahun ini. Namun saat ditanya dalam rapat finalisasi sebelum Paripurna, justru tidak ada garansi jalan tersebut bisa segera diperbaiki. Jaminannya hanya lisan dari Sekretaris Daerah.

“Kan perencanaan ke finalisasi tidak ada pergeseran, termasuk Banjarwangi, meski secara lisan tapi tidak dibuktikan, mana saya ingin lihat? Kemudian ada beberapa program yang sudah dikunci, lalu buat apa pembahasan juga,” kata Agus.

Gerindra Pengusung Syakur-Putri

Fraksi Gerindra tak mau jaminan Pemerintah hanya sebatas lisan. Sebab, sesuai ketatanegaraan, setiap program atau kebijakan perlu dituangkan di atas hitam dan putih, alias KUA PPAS. Agus menambahkan, rapat finalisasi tadi pagi, sama halnya seperti rapat pada tanggal 24 Juli 2026 lalu. Karena itu, fraksinya tak perlu lagi ikut Paripurna karena sudah tahu isinya. Mereka sudah tahu bahwa jalan Banjarwangi tidak akan diperbaiki tahun ini.

“Secara lisan menjamin, tapi data yang disodorkan tanggal 24 Juli 2026 itu tidak masuk, pada saat finalisasi tadi hanya angka gelondongan saja, tidak ada per SKPD yang disodorkan ke Banggarnya. Untuk KUA PPAS tahun 2027, kan judul itu harus masuk dulu, nah saya tanya Banjarwangi sudah dimasukan atau belum ? Kalau Banjarwangi tidak masuk maka kita tidak bisa membahas,” tambahnya.

Baca juga: Jalan Banjarwangi Garut Rusak Parah, Netizen Sindir Pemerintah Lewat Video Meme Mobil Terbang

Partai Gerindra diketahui sebagai salah satu pengusung kepala daerah Garut Syakur – Putri, yang saat ini menjabat Bupati/ dan Wakil Bupati Garut. Dengan adanya aksi walk out tentu memperlihatkan adanya ketidak harmonisan. Ketidak harmonisan ini terjadi antara partai besutan partai Prabowo Subianto dengan pasangan Bupati maupun wakil Bupati Garut.

Agus menegaskan, jika ada perintah dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk mencabut mandat dukungan kepada pasangan Bupati – wakil yang sedang menjabat. Maka fraksi di Garut siap mengikuti anjuran pimpinan pusat.

“Walk out itu salah satunya terkait jalan Banjarwangi, kecewa fraksi Partai Gerindra. Buat apa membahas kalau masih itu-itu saja. Soal itu kita akan minta arahan dari pimpinan tertinggi, jika kata pimpinan tertinggi mundur atau cabut dukungan tentu kita akan laksanakan. Kemarin jadi suksesi juga atas rekomendasi perintah di atas,” tutupnya. (Pikpik/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |