Stok Daging Sapi Defisit 25 Ribu Ton, Disperindag Jawa Barat Buka Peluang Impor

6 hours ago 6

harapanrakyat.com,- Pemprov Jawa Barat berpeluang melakukan impor, seiring komoditas daging sapi dan susu sapi mengalami defisit puluhan ribu ton. Defisit dua komoditas ini karena lonjakan kebutuhan masyarakat yang tidak berimbang dengan produksi lokal.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat, Nining Yuliastiani mengatakan, proyeksi ketersediaan daging sapi di wilayahnya hingga akhir 2026 hanya mencapai 187.222 ton.

Sementara itu, total kebutuhan konsumsi masyarakat termasuk untuk mendukung alokasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperkirakan menembus 212.456 ton, sehingga Jawa Barat kekurangan pasokan 25.234 ton.

Baca Juga: Dragon Ball, Sapi Kontes yang Berubah Nasib Jadi Kurban Presiden Untuk Warga Cimahi 

Kondisi defisit yang jauh lebih masif terjadi pada komoditas susu sapi mencapai 65.528 ton. Nining memperkirakan ketersediaan susu sapi akhir tahun berada di angka 395.088 ton, sedangkan tingkat kebutuhan mencapai 460.616 ton.

Ia menyebut kemampuan peternak lokal saat ini baru sanggup menyuplai sekitar 30 persen dari total kebutuhan provinsi. Sebagian besar kekurangannya masih mengandalkan pasokan dari luar daerah serta jalur impor.

“Kami perlu menyiapkan langkah antisipasi melalui percepatan pengiriman pasokan daging sapi dan susu sapi dari luar provinsi maupun opsi impor dari luar negeri,” kata Nining, Kamis (13/8/2026).

Baca Juga: Budidaya Ayam Elba, Peluang Usaha Peternakan dengan Produktivitas Telur Tinggi

Lonjakan Harga Daging Sapi dan Ketahanan Stok Komoditas Unggas

Lebih lanjut, Nining menambahkan, harga rata-rata daging sapi sudah menyentuh angka Rp140.000 per kilogram pada periode Juli 2026.

Peningkatan kebutuhan konsumsi untuk melaksanakan program MBG turut menyebabkan kenaikan harga komoditas daging sapi di pasaran.

“Alokasi program MBG di Jawa Barat menyerap sekitar 3.006 ton daging sapi, 18.696 ton daging ayam, serta 10.688 ton telur ayam,” ujarnya.

Baca Juga: Pemprov Jabar Akan Bangun Peternakan Sapi Perah di Lahan PTPN VIII

Di sisi lain, komoditas unggas justru menunjukkan tren positif. Produksi daging ayam ras diproyeksikan mencapai 1,064 juta ton, sedikit di atas kebutuhan masyarakat yang mencapai 1,057 juta ton.

“Daging ayam ras mencatatkan surplus pasokan sebesar 7.290 ton,” tuturnya.

Sementara itu, komoditas unggas diproyeksikan tetap mencatat surplus. Produksi daging ayam ras hingga akhir tahun diperkirakan mencapai 1,064 juta ton, lebih tinggi dibandingkan kebutuhan masyarakat yang berada di kisaran 1,057 juta ton.

“Berarti masih ada surplus 7.290 ton untuk daging ayam ras,” ucapnya.

Capaian surplus yang jauh lebih tinggi terjadi pada komoditas telur ayam ras. Produksi telur diproyeksikan menembus 1,062 juta ton dengan tingkat kebutuhan konsumsi sebesar 809 ribu ton, yang berarti Jawa Barat mengantongi cadangan surplus mencapai 252.000 ton hingga akhir tahun. (Reza Deny/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |