harapanrakyat.com,- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) menggelar kegiatan edukasi kesehatan bertajuk “Susun Gizi Tumbuh Tinggi” di Posyandu Anggrek, RW 04, Kelurahan Talagasari Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Program ini memanfaatkan media edukasi tempel interaktif guna menekan angka stunting dan meningkatkan kesadaran gizi masyarakat lokal.
Perwakilan mahasiswa KKN UMTAS, Mutiara Syifa Andini (22), menjelaskan bahwa kegiatan ini diangkat dari persoalan gizi pada balita serta perlunya peningkatan pemahaman pola makan seimbang bagi ibu hamil dan menyusui.
”Latar belakang kegiatan ini diangkat dari masalah gizi pada balita, makanan ibu hamil dan menyusui, serta untuk mengurangi angka stunting dan gizi kurang melalui edukasi kepada orang tua maupun kader,” ujar Mutiara.
Baca Juga: Digerebek Polisi, 500 Liter Arak Bali Gagal Beredar di Tasikmalaya
Mutiara menyampaikan bahwa Pendekatan edukasi yang digunakan dibuat menarik melalui permainan tebak-tebakan gizi. Para peserta, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu yang memiliki balita usia 6 hingga 24 bulan, diminta mengambil kupon berisi deskripsi makanan lalu menempelkan gambar bahan pangan yang sesuai pada media interaktif.
”Contohnya, ‘Aku berbentuk panjang meruncing, warnaku oranye, dan punya vitamin A untuk kesehatan mata si kecil. Siapakah aku?’ Jika sasaran menemukan jawaban yang pas, langsung ditempel ke media tempelnya. Harapannya, orang tua lebih memahami penyusunan menu gizi seimbang untuk tumbuh kembang anak,” tambah Mutiara.
Inovasi Mahasiswa KKN UMTAS Tasikmalaya Disambut Warga
Inovasi edukasi ini disambut hangat oleh warga setempat. Eti (47), salah seorang kader dan peserta kegiatan, mengaku senang dan merasa diingatkan kembali akan pentingnya pemenuhan gizi awal kehidupan.
”Besar sekali manfaatnya, apalagi untuk yang punya anak balita, ibu hamil, dan menyusui. Sebagai kader, setelah ini saya akan mengedukasi masyarakat tentang pembuatan MPASI yang tepat, pemenuhan gizi ibu menyusui, hingga edukasi bagi calon pengantin (catin) agar rutin konsumsi tablet Fe guna mencegah stunting sejak dini,” ungkap Eti.
Sementara itu, Bidan Kelurahan Talagasari dari Puskesmas Kawalu, Bidan Raya Yuisortiningsih (40), memaparkan data kondisi gizi di wilayah Posyandu Anggrek. Menurutnya, dari sekitar 50 anak yang menjadi sasaran, mayoritas berada pada kondisi pertumbuhan normal, tetapi masih ditemukan kasus stunting dan gizi kurang.
”Secara umum rata-rata sudah baik, tetapi data menunjukkan masih ada 9 anak stunting dan 1 anak gizi kurang. Ini dari total sasaran di bawah 50-an balita,” jelas Bidan Raya.
Ia menilai kehadiran mahasiswa KKN UMTAS dengan metode gim interaktif sangat efektif membantu tugas tenaga kesehatan di lapangan.
Baca Juga: Hilang 12 Hari, Jasad Perempuan di Tasikmalaya Ditemukan Dalam Sumur Bersama Ular Kobra
”Kegiatan ini sangat membantu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan orang tua. Dari yang tadinya kurang paham, sekarang jadi mengerti. Terutama paham bagaimana cara mengolah pangan lokal di sekitar kita secara maksimal tanpa harus mahal,” tuturnya. (Rafi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

7 hours ago
7

















































