harapanrakyat.com,- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Pemprov serta Baznas Jawa Barat memperkuat sinergi tata kelola pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk merealisasikan potensi yang mencapai Rp30 triliun.
Langkah strategis ini diawali melalui Rapat Koordinasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-Jawa Barat sebagai upaya mewujudkan program pengetasan kemiskinan hingga peningkatan kualitas pendidikan.
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid mengatakan, potensi ZIS yang besar di Jawa Barat saat ini baru terealisasi sekitar Rp1 triliun.
BAZNAS RI mendorong penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), penataan kelembagaan, serta orientasi kinerja pengumpulan yang maksimal. Tujuannya agar 13 program unggulan dapat terlaksana secara komprehensif.
“Selama hanya menyampaikan potensi, mari kita ubah dengan kerja keras dan cerdas ada jadi realita. Jika terlaksana, umat dan bangsa sejahtera, maka kemiskinan terhapus dan kesejahteraan meningkat,” kata Sodik di Kota Bandung, Kamis (13/8/2026).
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda 1) Setda Jawa Barat, Asep Sukmana menambahkan, pihaknya siap berjalan berdampingan dengan Baznas untuk menyelesaikan berbagai persoalan krusial di wilayah Jawa Barat.
Beberapa fokus penyelesaian persoalan mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi warga.
“Tapi tidak hanya berhenti di kolaborasi menyelesaikan persoalan-persoalan, ke depan akan ada program yang kami inisiasi bersama Baznas,” kata Asep.
Baznas Jawa Barat Kucurkan Beasiswa bagi Mahasiswa Tidak Mampu Dalam dan Luar Negeri
Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Jawa Barat, Zaki Hilmi berujar, sasaran beasiswa berupa pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) ini menyasar 100 mahasiswa S1 berstatus mustahik yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 3.
Baznas Jawa Barat memberikan bantuan beasiswa maksimal Rp4 juta per mahasiswa yang dibayarkan langsung ke rekening kampus penerima.
“Kami menyalurkan bantuan UKT maksimal Rp4 juta per semester langsung ke rekening kampus untuk menjaga transparansi,” ujar Zaki.
Selain mahasiswa di perguruan tinggi dalam negeri, Baznas Jawa Barat juga membantu transportasi bagi mahasiswa S1 yang menempuh studi di luar negeri seperti Inggris, Yaman, dan Mesir.
Namun, kata Zaki, Baznas Jawa Barat memberikan syarat bagi mahasiswa yang merima bantuan tidak boleh mendapat dukungan serupa.
“Kalau untuk yang di luar negeri, meskipun full funding, tetapi untuk tiket itu kan paspor, visa, dan tiketnya mandiri. Kalau yang menerima bantuan dari kami, tidak boleh menerima lagi dari lainnya agar terjadi keadilan distributif untuk mahasiswa lainnya,” ucapnya.
Baznas Jawa Barat mengonfirmasi bahwa penyaluran bantuan pendidikan mandiri sejak Januari hingga Juli 2026 telah menembus angka Rp2,2 miliar, selain beasiswa.
Zaki menambahkan, guna menjamin ketepatan sasaran, Baznas Jawa Barat memverifikasi data kependudukan berbasis Kartu Keluarga (KK). Verifikasi dilakukan melalui koordinasi bersama Diskominfo dan Disdukcapil.
Baca Juga: Transparansi Dongkrak Kepercayaan Publik, Penghimpunan ZIS Baznas Ciamis Tembus Rp27,4 Miliar
“Kalau terdapat data yang tidak sesuai, kami akan evaluasi. Kami putus dan berikan ke nomine berikutnya yang secara hak betul-betul mustahiq yang membutuhkan,” tuturnya. (Reza/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

8 hours ago
8

















































