harapanrakyat.com,- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi isu yang ramai diperbincangkan di media sosial terkait dugaan pungutan liar (pungli) di Kebun Raya Bogor. Isu ini mencuat setelah seorang pengguna TikTok dengan akun @uc.you membagikan pengalamannya ketika mengadakan acara kantor.
Dalam video tersebut, pemilik akun TikTok itu menceritakan bahwa stafnya sempat dibawa oleh security Kebun Raya Bogor. Alasannya karena mereka membawa makanan dari luar sehingga diminta membayar Rp15 ribu per orang.
“Merdeka apaan pungli dimana-mana. Jadi kemarin aku sempet bikin acara kantor di Kebun Raya Bogor. Staff aku asisten aku dia dibawa security. Katanya kita harus bayar lagi, Rp15 ribu per orang karena kita bawa makanan dari luar,” ungkap pemilik akun TikTok @uc.you, dikutip Sabtu (23/08/2025).
Menanggapi keluhan tersebut, pihak pengelola Kebun Raya memberikan klarifikasi. Mereka menjelaskan bahwa acara yang dimaksud tidak pernah dikonfirmasi sebelumnya kepada pihak manajemen.
“Peristiwa pada Senin, tanggal 11, terjadi ketika sebuah komunitas berinisiatif menggelar acara. Tapi tanpa terlebih dahulu memberikan konfirmasi kepada pihak pengelola Kebun Raya,” ujar pihak pengelola.
Baca Juga: Nama Dedi Mulyadi Dicatut untuk Acara Berbayar di Cianjur, Begini Reaksinya!
Tanggapan Dedi Mulyadi Terkait Keluhan Warga soal Dugaan Pungli di Kebun Raya Bogor
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi isu ini dengan menyampaikan tanggapannya melalui akun TikTok pribadinya @dedimulyadiofficial. Ia menyoroti keluhan warga terkait dugaan pungli di Kebun Raya Bogor tersebut.
“Ada postingan di media sosial mengenai keluhan warga yang berkunjung ke Kebun Raya . Merasa ada pungutan liar pada saat ia menggelar sebuah kegiatan,” kata Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan dari pengelola, kegiatan yang dilakukan memang tidak mendapat izin resmi.
Menurut Dedi Mulyadi, permasalahan seperti ini sebaiknya tidak dibiarkan berlarut-larut. Ia menekankan pentingnya ketertiban dalam penggunaan kawasan wisata yang dikelola secara komersial.
“Kalau ada sebuah kegiatan pada sebuah area pengelolaan yang dikelola oleh lembaga yang komersial, kalau itu memang tidak ada pemberitahuan lebih baik dihentikan saja,” ujar Dedi Mulyadi.
Ia juga menilai bahwa langkah yang lebih tepat adalah melarang kegiatan tanpa izin sejak awal, daripada menerapkan kebijakan yang kemudian dianggap sebagai pungutan liar.
Viral Isu Pungli di Kebun Raya Bogor, Dedi Mulyadi Akan Minta Penjelasan Manajemen
Agar masalah ini tidak menimbulkan kesalahpahaman lebih jauh, Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat akan segera mengundang pihak manajemen Kebun Raya untuk memberikan penjelasan resmi.
“Pada Selasa, Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat akan memanggil pihak manajemen Kebun Raya untuk memberikan penjelasan terkait kejadian itu,” jelasnya.
Sebagai Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang mungkin pernah merasa dirugikan atau mendapat peristiwa tidak mengenakkan ketika berkunjung ke tempat wisata di Jawa Barat.
“Saya mohon maaf pada siapapun yang berkunjung di Jawa Barat apabila ada peristiwa-peristiwa yang tidak mengenakan,” kata Dedi Mulyadi.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan dan evaluasi. Hal itu demi memastikan kenyamanan dan keamanan bagi siapapun wisatawan yang berkunjung ke Jawa Barat.
Baca Juga: Aksi Guru SMA 15 Garut Panjat Tiang Bendera Viral, Dedi Mulyadi Beri Apresiasi
“Saya akan senantiasa melakukan kontrol dan evaluasi berbagai kegiatan di Jawa Barat untuk memberikan rasa nyaman dan rasa aman bagi siapapun yang berkunjung,” pungkasnya. (Erna Ayunda/R7/HR-Online/Editor-Ndu)