Emboli air ketuban menjadi komplikasi kehamilan dan persalinan yang tergolong langka, bahkan berpotensi mengancam nyawa. Kondisi ini terjadi secara tiba-tiba lantas membutuhkan penanganan medis darurat dalam waktu cepat. Kasus tersebut jarang sekali muncul, namun kondisi kegawatdaruratan ini menjadi perhatian serius sebab bisa memengaruhi kesehatan ibu maupun bayi. Oleh sebab itu, pemahaman mengenai kondisi tersebut sangat penting guna meningkatkan kewaspadaan selama proses persalinan.
Baca Juga: Kenali Penyebab Kejang Pasca Melahirkan
Penyebab Terjadinya Emboli Air Ketuban
Kondisi ini terjadi ketika cairan ketuban, sel janin, atau benda lain dari dalam rahim masuk ke pembuluh darah ibu. Masuknya zat tersebut bisa memicu reaksi yang sangat berat pada tubuh sehingga mengganggu fungsi organ vital. Hingga saat ini, penyebab pasti kondisi tersebut masih belum sepenuhnya diketahui.
Akan tetapi, banyak ahli meyakini kalau emboli air ketuban berkaitan dengan respons tubuh yang tampak seperti reaksi alergi atau peradangan sangat kuat. Kondisi tersebut paling sering terjadi saat persalinan, sesaat setelah melahirkan atau ketika tindakan medis tertentu dilakukan selama proses kelahiran. Sebab kondisinya bisa terjadi secara mendadak, maka kasus ini sering kali sulit diprediksi sebelumnya.
Gejala yang Muncul Secara Tiba-Tiba
Gejala kondisi ini biasanya muncul dengan cepat dan dapat berkembang dalam hitungan menit saja. Salah satu tanda yang sering terjadi ialah ibu akan merasa sesak napas mendadak akibat terganggunya fungsi paru-paru dan sirkulasi darah. Selain itu, tekanan darah bisa turun drastis sehingga menyebabkan pusing, bingung, hingga kehilangan kesadaran.
Pada beberapa kasus, kondisi tersebut juga disertai gangguan irama jantung. Jika ini terjadi, maka sang ibu berisiko mengalami kematian. Bahkan, jika tertolong pun akan mengalami kelainan seperti cacat seumur hidup apabila sudah masuk ke dalam jaringan saraf otak.
Perdarahan hebat setelah persalinan juga menjadi salah satu gejala yang perlu ibu hamil waspadai. Sebab, gangguan pembekuan darah sering kali terjadi bersamaan dengan emboli air ketuban. Ini akan memperburuk kondisi ibu.
Baca Juga: Ambeien Setelah Melahirkan, Kenali Faktor Risiko dan Solusi Tepat untuk Pemulihan
Faktor Risiko yang Berkaitan
Ada beberapa faktor yang ternyata berhubungan dengan meningkatnya risiko kondisi ini. Salah satunya ialah usia ibu yang lebih tua, yakni hamil dan melahirkan di atas 35 tahun. Selain itu, kehamilan kembar, plasenta bermasalah, serta tindakan operasi caesar juga sering dikaitkan dengan peningkatan risikonya. Kendati begitu, faktor-faktor tersebut tak selalu menjadi penyebab langsung terjadinya emboli air ketuban.
Riwayat komplikasi selama kehamilan juga bisa menjadi pertimbangan bagi tenaga medis untuk melakukan pemantauan lebih ketat. Banyak kasus emboli cairan ketuban tetap terjadi tanpa tanda gejala yang jelas sebelumnya.
Penanganan oleh Tim Medis
Sebab tergolong pada kondisi darurat, penanganan emboli cairan ketuban harus tim medis lakukan secepat mungkin. Fokus utama penanganan ialah menjaga fungsi jantung, paru-paru, dan organ penting lainnya supaya tetap bekerja dengan baik. Pasien biasanya memerlukan bantuan oksigen, cairan infus, obat-obatan tertentu, hingga perawatan intensif di rumah sakit.
Pada kondisi tertentu, transfusi darah juga perlu untuk mengatasi perdarahan yang terjadi. Selain itu, kerja sama antara dokter obgyn, dokter anestesi, serta tim perawatan intensif menjadi sangat penting. Penanganan yang cepat tentunya dapat membantu meningkatkan peluang keselamatan ibu dan bayi.
Baca Juga: Kehamilan Lewat Bulan Jangan Anggap Sepele, Ada Risiko yang Perlu Diwaspadai
Emboli air ketuban merupakan komplikasi persalinan yang jarang terjadi, namun memiliki risiko tinggi dan serius bagi ibu maupun bayi. Kondisi ini bisa muncul secara tiba-tiba dengan gejala seperti sesak napas, penurunan tekanan darah, hingga pendarahan hebat. Sebab emboli air ketuban tergolong menjadi kasus darurat, maka penanganan medis dengan cepat dan pemantauan ketat selama persalinan sangat perlu. (R10/HR-Online)

5 hours ago
5

















































