Peneliti berhasil menemukan fosil Burgessomedusa phasmiformis, yang diyakini sebagai salah satu hewan purba dari kelompok ubur-ubur. Penemuan ini memberi bukti penting bahwa ubur-ubur sudah menghuni lautan Bumi sejak ratusan juta tahun lalu.
Baca Juga: Nokdiak Moncong Pendek, Mamalia Bisa Bertelur
Ubur-ubur sendiri termasuk hewan laut yang telah ada sejak masa sangat awal dalam sejarah Bumi. Namun, penentuan asal usul pastinya masih menjadi tantangan. Hal ini disebabkan oleh tubuh ubur-ubur yang lunak dan sulit diawetkan dalam bentuk fosil, meskipun mereka tergolong sebagai makhluk dengan struktur biologis yang cukup kompleks.
Fosil Burgessomedusa Phasmiformis Jarang Muncul dalam Catatan Fosil
Para ilmuwan menyebut bahwa Burgessomedusa phasmiformis tergolong langka dalam catatan fosil. Alasannya, tubuh ubur-ubur tersusun sekitar 95% dari air, sehingga jaringan lunaknya cepat membusuk dan jarang meninggalkan jejak fosil.
“Ketika kalian melihat ubur-ubur di luar air, setelah beberapa jam akan berubah menjadi gumpalan cairan,” ujar Jean-Bernard Caron, seorang paleontolog yang bekerja di Royal Ontario Museum, Toronto.
Meski begitu, Dr. Caron dan rekan ilmuwan lainnya baru-baru ini menggambarkan sekelompok fosil ubur-ubur dari periode Kambrium yang hampir sulit untuk dilestarikan, yakni fosil Burgessomedusa phasmiformis.
Dalam suatu artikel yang sudah publish pada Rabu, 28 Juli di jurnal Proceedings of the Royal Society B, mereka berpendapat bahwa hewan yang berusia 505 juta tahun ini termasuk di antara ubur-ubur tertua yang terkenal hingga saat ini. Bahkan usianya jauh lebih tua daripada dinosaurus. Luar biasa, bukan?
“Fosil-fosil baru ini memberikan bukti terkuat tentang keberadaan ubur-ubur dari periode Kambrium yang ada saat ini,” kata David Gold, seorang paleobiologis di Universitas California, meski tidak terlibat dalam penelitian ini.
Spesimen ubur-ubur tersebut mereka temukan di Burgess Shale. Itu merupakan wilayah di Canadian Rockies yang kaya akan fosil. Selain itu, juga memberi informasi tentang kehidupan pada masa ledakan Kambrium di Bumi.
Seperti halnya dengan makhluk lembut lain yang mereka temukan di lokasi tersebut, ubur-ubur yang mirip jely ini mereka awetkan dalam kondisi yang sangat detail. Kebanyakan dari mereka masih memiliki lebih dari 90 tentakel. Seperti jari yang menjulur dari tubuh berbentuk lonceng, mirip dengan tali di ujung karpet. Selain itu, beberapa bahkan masih berisi bagian perut dan gonad mereka.
Bagian dari Kelompok Medusozoa
Sekitar tahun 1990-an, para peneliti Royal Ontario Museum juga menggali lebih dari 170 fosil Burgessomedusa phasmiformis ubur-ubur di daerah Raymond Quarry di British Columbia. Ketika Dr. Caron dan seorang mahasiswa doktoral memeriksa spesimen tersebut baru-baru ini, mereka menemukan bahwa fosil-fosil tersebut adalah spesies baru yang mereka beri nama burgessomedusa phasmiformis.
Spesies ini merupakan anggota dari kelompok beragam yang terkenal sebagai medusozoans. Mereka memiliki perkiraan muncul sudah ada sejak setidaknya 600 juta tahun lalu. Kemudian, masih berenang di lautan dengan yang kita kenal hari ini.
Akan tetapi, bukti mengenai penampakan mereka sangat langka. Kebanyakan fosil sebelum periode Kambrium hanya tampak mikroskopis atau berupa jejak samar. Sehingga, mampu menyulitkan untuk memahami bagaimana nenek moyang ubur-ubur ini hidup.
Baca Juga: Penemuan Fosil Sayap Capung Zaman Dinosaurus
Identitas Masih Jadi Perdebatan
Dalam dua dekade terakhir, beberapa fosil yang menyerupai ubur-ubur yang diawetkan dengan baik telah mereka temui di lokasi-lokasi di Utah dan Tiongkok. Usianya sendiri juga sama dengan Burgessshale.
Akan tetapi, identitas tepat dari fosil Burgessomedusa phasmiformis ini masih menjadi bahan perdebatan. Dalam artikel baru, Dr. Caron dan timnya mengusulkan bahwa fosil-fosil dari Utah dan Tiongkok mungkin merupakan ctenophora kuno atau ubur-ubur sisir. Itu merupakan kelompok lain dari hewan-hewan jeli dan hanya memiliki hubungan jauh dengan ubur-ubur sejati.
Walau demikian, tidak semua peneliti sependapat dengan klasifikasi ulang ini. Bruce Lieberman, seorang paleontolog di Universitas Kansas yang mengkaji fosil-fosil dari Utah, berpendapat bahwa artikel terbaru ini kurang memberikan bukti yang meyakinkan untuk menghubungkan fosil-fosil kuno tersebut dengan ubur-ubur sisir.
Kemudian, para peneliti juga berpendapat kalau Burgessomedusa bergabung dengan sekelompok spesies ubur-ubur yang hidup di lautan pada era Kambrium.
“Ini menambah bukti yang sangat meyakinkan bahwa medusozoans, yang merupakan kelompok penting di lautan saat ini, sudah ada sejak periode Kambrium,” ujar Dr. Lieberman.
Para peneliti percaya bahwa menambahkan ubur-ubur ke dalam miniatur menagerie dari burgess shale memberikan lapisan kompleksitas tambahan pada ekosistem Kambrium. Adanya ukuran yang mencapai hampir delapan inci, burgessomedusa termasuk dalam kategori makhluk yang lebih besar di sekitarnya.
Menjadi Predator Abadi di Lautan
Menurut Dr. Gold, bentuk lonceng dari fosil Burgessomedusa phasmiformis mirip dengan ubur-ubur kotak yang ada saat ini, yang merupakan predator yang tangguh dengan sengatan yang mematikan.
“Ubur-ubur kotak adalah pemburu aktif dan memanfaatkan loncengnya untuk penyesuaian aktif serta ledakan kecepatan dalam mengejar mangsa,” ungkap Dr. Gold.
Aka tetapi, tampaknya burgessomedusa tidak memiliki struktur sensorik yang ditemukan dalam ubur-ubur modern.
“Tidak ada kepastian apakah hewan tersebut memiliki mata yang biasa digunakan oleh ubur-ubur kotak modern saat berburu,” kata Dr. Gold.
Meskipun tanpa mata, burgessomedusa mungkin tetap menjadi predator puncak. Seperti ubur-ubur modern, kemungkinan ia lebih suka berburu makanan yang lebih kecil. Meski begitu, tampaknya mereka juga mampu mengejar mangsa yang relatif besar.
Baca Juga: Penemuan Tengkorak Norselaspis atau Ikan Purba Aneh
Salah satu spesimen burgessomedusa yang masuk pada analisis penelitian ini mereka menemukan telah terawetkan dengan trilobita terjebak di dalam loncengnya. Kemampuan ubur-ubur dalam menangkap mangsa saat melayang di laut, meskipun sebagian besar tubuhnya terdiri dari air, menjadikan mereka predator yang paling lama bertahan di lautan. Selain itu, pada penemuan fosil Burgessomedusa phasmiformis, Dr. Gold juga berkata kalau Burgessomedusa telah menunjukkan hanya ada sedikit struktur tubuh ubur-ubur yang berubah setelah sekian ratus juta tahun hidup di lautan. (R10/HR-Online)